Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 46. Mencari Bukti


__ADS_3

Ditempat lain.


Saras berhasil memasuki ruang kerja Ravi, wanita itu terus saja menelusuri tiap jengkal di ruangan itu. Tidak ada satu pun yang dia lewatkan, matanya tiba-tiba saja terfokus ke atas bagian sisi meja saat memperhatikan sebuah mini disk yang tergeletak begitu saja di dalam laci yang terbuka, rasa penasaran pun akhirnya memenuhi pikiran dan hatinya.


"Ini mini disk apa ya? apa jangan-jangan isinya merupakan file penting perusahaan? Ah, benda ini bikin aku penasaran saja! Sepertinya ini menarik, aku coba buka saja lah biar nggak penasaran."


Dengan cepat wanita cantik itu langsung saja menyalakan komputer dan dirinya pun sangat bersyukur karena semuanya bisa cepat di lihat.


"Hah film kartun? Udah setua itu masih aja nonton kartun, huff," monolog Saras tidak berminat lagi untuk melihat disk itu secara utuh, karena dia pikir akan membuang waktunya saja, dan tidak lama kemudian wanita itu menyimpan disk tersebut pada tempatnya.

__ADS_1


Pandangannya kembali mengedar berkeliling, wanita itu berusaha mencari sesuatu yang janggal dan bisa dijadikan sebagai petunjuk. Namun semua terlihat biasa saja tanpa ada sesuatu yang mencurigakan. Nihil, itu lah hasil yang didapat selama hampir satu jam dirinya memeriksa ruangan sang kekasih.


"Ruangan ini nggak ada satu pun yang mencurigakan, hampir tiap celah sudah aku lihat dengan baik, apa masih ada yang terlewatkan sama aku kali ya, tapi kayaknya udah semua deh! Sepertinya memang Ravi orang yang biasa saja kok sekarang, bahkan di dalam showcase juga sudah tak ada minuman keras seperti dulu! Sepertinya emang nggak ada satu pun aku nemuin benda yang bisa dijadikan petunjuk. Ravi, siapa sih kamu sebenarnya? Ada rahasia apa pada dirimu yang aku nggak tau?"


Gumaman lirih Saras hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Wanita cantik itu masih terus mencari tiap celah, bahkan kolong meja juga dia coba cari.


Wanita itu pun rasanya sudah lelah mencari bukti yang ingin didapatkan tentang apa yang sedang dilakukan Ravi akhir-akhir ini. Jadinya merasa memang tidak memiliki ilmu dalam mencari fakta yang tersembunyi hingga tidak satu pun petunjuk yang didapatkan tentang pekerjaan sampingan Ravi selama ini di luar perusahaan.


"Sepertinya aku nggak punya talenta untuk jadi agen alias mata-mata kalo gini caranya. John apa yang harus aku lakukan? Aah coba aku hubungi dia," ucapnya bicara sendiri.

__ADS_1


Saras terus saja berkeliling ruangan kerja yang lumayan luas itu. Waktu sudah malam, Saras persis seorang pencuri yang sedang melakukan aksi. akhirnya perempuan itu melakukan panggilan telepon dengan John.


[Halo, gimana, Sar? Apa ada sesuatu yang mencurigakan di ruang kerja nya tuan Ravi?]


Terdengar suara John yang langsung menyapa dengan pertanyaan.


"Hallo John, aku menyerah deh, kayaknya nggak ada satu pun hal ataupun benda yang mencurigakan. Aku pulang aja lah ya, besok kita coba cari lagi," ucap Saras putus asa setelah sambungan teleponnya terhubung dengan lawan bicara.


[Jangan nyerah gitu dong, Saras! Coba perhatikan lagi, kira-kira apakah di sana ada lukisan? Atau mungkin sebuah jam dinding, coba periksa juga kalau semisalnya di sana ada rak buku. Aku sangat yakin kalau tuan Ravi pasti memiliki tempat untuk menyembunyikan benda berharga yang bersifat rahasia]

__ADS_1


__ADS_2