Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 48. Bertemu Lagi


__ADS_3

“Mari ibu Saras saya antar sampai ke parkiran, gedung ini sepi dan sekarang sudah hampir tengah malam. Sebenarnya sangat berbahaya anda jalan seorang diri,” ucap pak Gogon dengan ramah. Saras bernafas lega, tapi baru beberapa langkah mereka menjauhi pintu, Saras teringat akan mini disk yang masih belum sempat dia bawa.


Kehadiran pak Gogon membuat konsentrasinya buyar, dengan terpaksa wanita itu meminta waktu untuk kembali ke ruang kerja Ravi. Pak Gogon dengan setia menemani, pria itu tidak sedikit pun menaruh curiga dengan Saras, karena wanita itu salah satu orang penting di dalam perusahaan.


“Ambil saja dengan cepat bu, saya akan temani,” ucap pak Gogon yang dengan setia menemani wanita yang menjabat sebagai general manager itu. Saraswati tersenyum kecut, wanita itu masih harus tetap waspada dan jangan sampai dicurigai oleh security senior nya


‘Oke, done! Sekarang saat nya untuk pulang dan istirahat, besok biar John yang ambil ke rumah ku,’ gumam Saras dalam hati. Pak Gogon dengan setia mendampingi, benar juga apa yang dikatakan security senior itu, Saras baru saja menyadari seramnya gedung ini disaat malam hari.


"Pak, selama kerja disini, pernah liat penampakan mahluk gaib nggak, sih?" tanya Saras membuka pembicaraan agar tidak terlihat gugup, hal ini juga demi rasa penasarannya yang tiba-tiba saja teringat akan film horor yang pernah ditontonnya.

__ADS_1


"Sering bu, tu disana ada yang lagi ngeliatin ibu," jawab pak Gogon dengan begitu santai, tapi tidak bagi Saras. Entah apa yang membuatnya menanyakan hal konyol seperti itu, dan sekarang habislah sudah keberanian wanita yang terkenal killer tersebut.


Salah Saras juga yang awalnya sok bertanya tentang sesuatu yang akan disesalinya.


"Astagfirullah, ihh pak Gogon jangan nakutin gitu dong!" Saras buru-buru mendekat ke arah pria serba gelap itu. Lift sudah membawa mereka sampai ke lobi gedung, Saras tadi berangkat menggunakan taxi.


"Makasih pak Gogon sudah nemenin saya, selamat bertugas ya pak, jaga kesehatan!" Seru Saras melambaikan tangan ke arah Gogon yang mengembangkan senyum ramahnya sampai menampakkan deretan gigi putih yang rapi.


"Saras, ngapain kamu malam-malam begini masih di kantor?" tanya Surya, dan hal itu langsung membuat Saras merasa sangat lega kareba ada orang yang dikenalnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah ternyata kamu yang lewat, aku mau nunggu taxi, baru aja kelar urusan kerjaan. Kamu sendiri mau kemana jam segini malam?" tanya Saras setelah menjawab pertanyaan Surya.


"Naiklah dulu, aku akan mengantarmu pulang!" Serunya sedikit keras karena harus melawan suara kendaraan yang berlalu lalang dengan suara yang lumayan berisik.


Saras setuju, setidaknya dia berada di tempat yang aman dan orang yang dia percaya, mobil Surya kembali bergerak membelah jalanan kota yang masih saja padat walaupun jam sudah menunjukkan tengah malam.


"Sudah mau cerita kenapa kamu jam segini baru pulang?" tanya Surya lembut, itulah kebiasaan Surya yang disukai Saraswati, pria itu selalu bertanya dengan lembut apapun yang sedang terjadi. Semarah apa pun pria itu pada suatu masalah, dia akan menyelidikinya dengan sabar dan hati-hati, tidak mau membuat kesimpulan sendiri tanpa jelas permasalahannya.


Saras terdiam sesaat, apakah dia akan cerita yang sesungguhnya atau dia akan berbohong saja. Perang batin terjadi untuk waktu yang tidak mungkin bisa lama.

__ADS_1


"Surya, menurutmu, kenapa orang menyimpan sebuah lambang di tempat yang tersembunyi?" tanya Saras menyelidik, baru ini cara yang dia bisa pikirkan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Ravi sembunyikan.


"Sebuah lambang yang disembunyikan itu biasanya merupakan organisasi rahasia, atau kelompok terlarang. Logikanya gitu kan?" sahut Surya balik bertanya setelah pria itu mengutarakan pendapatnya


__ADS_2