
Ravi meradang, hatinya tidak terima diusir begitu saja, Saraswati sudah menyebutkan namanya dengan begitu lengkap dan itu semua pertanda tidak baik baginya. Sifat keras kepalanya kembali mencuat, tidak terima wanitanya membahas tentang pria di masa lalu yang ternyata masih saja saling terikat janji untuk kehidupan di masa depan.
"Saras, apa kau sadar dengan ucapanmu?! Kau jangan sembarang bicara!" Ravi berteriak dengan suara menggema. Dirinya benar-benar merasa tidak suka dengan perkataan Saras barusan.
Pergi! Tidak, dia tak ingin meninggalkan wanita pujaan nya.
Itu artinya dia akan hidup sendiri lagi, tidak … Ravi tak ingin melakukan apa yang Saras pinta. Dirinya masih membutuhkan seorang pendamping untuk masa depan nya dan juga perusahaan kakek yang akan diteruskan olehnya. Namun, apa semua akan kembali seperti semula setelah teriakan dan tindakan kasarnya?
__ADS_1
Sementara Saras yang baru saja memulihkan hatinya dari kegagalan rumah tangga mengira akan mendapatkan perlindungan dari orang terkasih, ternyata sekarang malah hancur lebur bersama kecemburuan berlebihan Ravi. Pria itu bukan hanya membuka luka nya kembali ternganga lebar, membuat hati yang mulai menghangat karena sosok pria di depannya malah kembali beku.
"Ya, aku sadar sesadar sadarnya, Tuan Raviram Chandra yang terhormat, apa masalahmu sampai kamu bersikap kasar seperti ini?! Apa kamu pikir wanita itu bebas kamu intimidasi dan disakiti? Anda salah besar Tuan Muda, saya tidak terima dengan perlakuan anda seperti ini karena saya bukan wanita yang bisa dibentak dan diteriaki seperti seorang pecundang!"
Ucapan pedas yang tertahan akhirnya meluncur cadas dari bibir manis wanita yang barusan tadi bersikap hangat saat menyambutnya malah kini berubah menjadi singa betina dengan taring tajamnya.
"Astaga Saras … kamu bahkan nggak ngerasa salah, hah! Kenapa malah kamu yang marah setelah kamu berselingkuh dengan Surya itu di belakangku, harus nya aku yang marah … AKU!!" Bentak Ravi lagi, tanpa menghiraukan ucapan Saras yang mengatakan tangannya sakit.
__ADS_1
"Aku tidak pernah berselingkuh di belakangmu! Surya itu manusia masa lalu dalam hidupku, aku bahkan sudah jujur tentang dirinya padamu, tidak ada satu pun lagi rahasia yang kusembunyikan darimu lalu kenapa kamu jadi semarah ini padaku?! Dimana letak kesalahanku, By … DI MANA?!" Saras meradang hebat, wanita itu tidak bisa memahami apa yang terjadi pada Ravi.
Hatinya begitu terasa sakit dituduhkan tentang perselingkuhan karena kata-kata itu membuatnya kembali trauma akan sifat selingkuh yang pernah dilakukan oleh mantan suaminya. Dirinya mengira kalau Ravi akan mampu mengobati luka yang pernah terjadi tentang pandangannya terhadap suatu hubungan, tapi sepertinya dirinya saja yang terlalu percaya diri dan menganggap pria itu lebih baik dari Raju namun hasilnya hampir sama.
"Selesaikan urusanmu dengan pria itu, aku tidak mau dengar lagi apapun tentang dia!" Ravi melepaskan cengkraman tangannya dari Saras yang masih menyandar di dinding. Pria itu melangkah kasar tanpa sedikitpun kata manis yang menutup perjumpaan mereka.
Braak!
__ADS_1
Pintu ditutup dengan suara hempasan kasar, membuat Saras terlonjak kaget.
‘Kenapa Ravi semarah itu padahal aku sudah mencoba untuk terbuka tentang apa yang pria itu ingin tau? Bahkan Ravi sendiri yang memintanya untuk jujur lalu dimana letak kesalahannya?’ Saras tergugu, tubuhnya meluruh ke lantai dengan isakan tangis yang pecah setelah kepergian pria yang masih baru-baru ini belajar untuk dicintainya. Apa dia memang tak pantas mendapatkan kebahagiaan?