
Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika lawan bisnis yang diceritakan Ravi ternyata adalah lelaki dari masa laluku sendiri. Tubuh ini rasanya membeku ketika berhadapan langsung dengan Surya yang sudah lumayan lama tak pernah lagi terdengar kabarnya.
Flashback on.
Sewaktu kami masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, aku dan Surya merupakan pasangan yang terkenal dengan prestasinya karena kami berdua selalu saja berdiri di atas podium sekolah setiap selesai menerima rapor. Sampai kami mendapatkan gelar dari siswa siswi yang mengidolakan aku dan surya sebagai 'The Best Couple of The Year'
Jika aku mendapatkan juara satu maka Surya akan berdiri di samping kananku sebagai orang yang mendapatkan predikat juara dua. Walau terkadang posisi kami terbalik saat lelaki itu dengan senyum khas tampannya, berdiri gagah menjadi peringkat umum di sekolah kami dulu. Aku dan surya sama-sama di kelas khusus yang sama tepatnya jurusan IPA, karena kami berdua memang sangat terkenal memiliki kepintaran yang sama dan juga hobi yang sama yaitu membaca di dalam ruang pustaka.
Bahkan awal mula kami berkomitmen untuk mengikat tali yang namanya pacaran ala anak muda pun terjadi di dalam ruangan pustaka, saat tiba-tiba saja Surya menyatakan cintanya ketika aku masih berhadapan dengan buku tebal di depan wajahku.
__ADS_1
“Saras, kita kan sudah dekat lumayan lama, dan aku juga cocok setiap kali jalan bersamamu, walaupun kita hampir setiap hari menghabiskan waktu di dalam pustaka ini! Aku kadang ngerasa kita setiap hari melakukan kencan di dalam pustaka dan aku bahagia jika selalu duduk berdua denganmu seperti ini!”
Surya tiba-tiba saja meraih Jari tanganku yang tadi hanya memegang buku lalu dengan menatap wajahku sembari mengarahkan tubuhnya tepat menghadap padaku, pemuda itu menatap lama wajahku hingga aku merasa benar-benar tersipu malu sekaligus sangat grogi.
Aku memang tidak pernah yang namanya berpacaran karena merasa pacaran itu hanya akan membuang-buang waktuku saja untuk belajar. Sementara aku ingin menjadi orang yang sukses, agar suatu saat bisa membahagiakan kedua orang tuaku, di mana Kami sekeluarga selalu saja menjalankan hidup ini penuh dengan kemiskinan. Bahkan aku saja bersekolah di tempat sepopuler ini hanya mengandalkan beasiswa yang kudapat karena prestasi belajarku yang lumayan hingga membuat pihak sekolah memberiku uang saku dan juga uang buku.
Sementara Surya, perantau dari negeri seberang dan yang aku tau dia anak seorang sultan, tajir melintir namun sederhana, itu yang aku suka darinya. Tapi tidak mungkin aku menerima dia sementara kami bagai bumi dan langit, aku harus sadar diri untuk hal itu.
Wajah Surya langsung memancarkan kekecewaan yang mendalam Tetapi entah kenapa, pemuda itu kembali menggenggam tanganku lalu meletakkan di bagian dan dadanya. Surya menggelengkan kepala dengan senyum samar yang tersemat di bibirnya.
__ADS_1
“Kamu pasti bohong hanya untuk menolak cintaku! Coba kamu rasakan detak jantungku, aku selalu merasakan detak jantung ini berdegup lebih kencang setiap kita berdua! Apa aku salah kalau jatuh cinta padamu, Saras? Apa aku salah ingin menghabiskan waktu di masa-masa yang akan datang hanya denganmu?”
Ingin sekali rasanya aku langsung menghamburkan kepala ini di dadanya yang bidang tetapi aku berusaha menepis semua rasa dan juga memperlihatkan senyum yang terpaksa diiringi gelengan kepala.
“Aku gak bisa pacaran dulu, Surya. Sungguh, aku hanya ingin belajar dan belajar agar nanti bisa mengubah ekonomi keluargaku jadi lebih baik. Aku capek mendengar ibuku yang dihina orang hanya karena kami miskin. Aku lelah saat ada teman yang ingin main ke rumah tapi setelah melihat gubuk kami mereka merasa jijik untuk masuk! Aku jadi orang sukses, Surya …,” sahutku dengan berbagai alasan yang masuk akal sesuai kondisi hidupku.
“Kalau begitu, Izinkan aku selalu memegang tanganmu dan menjadi pendampingmu agar kita bisa mencapai kesuksesan bersama-sama! Jadilah kekasihku dan kita berdua akan meraih cita-cita dengan saling membantu karena aku sangat mencintaimu!”
Aku takkan pernah lupa dengan cara Surya bertutur kata dalam mengungkapkan perasaan cintanya.
__ADS_1
“Hello, apa kabarmu, Saras? Eh maaf, Ibu Saraswati?” tanya Surya yang langsung membuatku tersentak bangun dari cerita penggalan indah tentang masa lalu kami dulu.