Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 54. Ingin Keturunan


__ADS_3

“Tuan muda Ravi, saya tidak terima dengan keputusan anda, mana ada seorang raja judi menghentikan permainan saat berada di posisi kalah?!” teriak nyonya Yo dengan bringas, wanita itu sudah membuat target pulang tidak dengan tangan kosong. Jika tahta itu dia dapatkan, maka posisi nya pada bidang bisnis gelap bawah tanahnya akan semakin kuat dan tidak akan ada yang berani untuk mengusiknya sedikit pun.


Namun, hanya dengan sedikit tanda isyarat dari raja judi maka antek-antek Ravi dengan begitu cepat langsung siaga menodongkan senjatanya ke arah nyonya Yo, hingga membuat wanita itu dikelilingi oleh moncong senjata api yang bisa membuat dirinya hancur berantakan dalam sekejap mata.


“Permainan sudah selesai, akan ada pengumuman untuk permainan berikutnya. Nyonya Yo, jangan terlalu berambisi untuk mendapatkan tahta saya, karena hanya orang yang terpilih lah yang akan diminati oleh sang naga!” raung Ravi dengan amarah di kepala setelah mendapatkan sebuah penghinaan dengan ditawarkan seorang perawan.


Dirinya memang raja judi tetapi bukan lah pria pecinta hubungan bebas tanpa ikatan pernikahan, walau Ravi seorang penyuka minuman keras dan juga sukan mabuk-mabukan.


Ravi berbalik badan dan berjalan dengan gagahnya diikuti oleh anak buahnya yang selalu setia. Ravi tidak peduli malam ini dia kalah banyak, entah kenapa di detik terakhir dia seperti diingatkan untuk menghentikan permainan tak masuk akal yang akan membuat hancur keluarga besar dan juga seorang wanita terkasihnya.


“Siaal! Aku akan merebut tahta sang naga itu darimu, kau tunggu saja kedatanganku berikutnya tuan muda Ravi!” oceh Nyonya Yo merapatkan gigi dengan emosi yang masih memuncak di atas kepala.


Bagaimana dirinya tak kesal dengan menggila karena hal yang diharapkan sungguh tidak sesuai dengan harapan. Tujuan awalnya hanya satu menjadi yang terdepan di meja judi, sesuatu yang akan selalu menjadi kebanggan bagi yang telah menekuni dunia perjudian. Ditambah lagi, dirinya terbukti mampu mengalahkan Ravi beberapa kali, tapi kenapa lelaki itu tak mau menyerahkan tahtanya.


“Dasar serakah!! Suatu saat gelar itu pasti bakal saya ambil baik suka atau pun gak. Camkan itu, Tuan Ravii!!” raung Nyonya Yo dengan kedua tangan yang mengepal penuh emosi.

__ADS_1


Sementara Ravi sendiri tetap berlalu pergi, “Yohana tidak akan pernah menyerah! Ayo kita pulang saja,” titah Ravi pada anak buahnya.


Bahkan pria itu masih bisa mendengar teriakan nyonya Yo yang hanya ditanggapi dengan senyuman tipis yang tersungging di bibirnya tanpa sedikit pun berhenti atau menoleh ke arah sang nyonya.


Sesampainya di sebuah ruangan mewah yang si dominasi warna merah, Ravi duduk di singgasananya. Sesaat dia membuka tab dan memeriksa semua pekerjaan yang sudah diabaikan beberapa hari ini demi melayani tantangan dari Nyonya Yo. Lelaki itu merasa sedikit bersalah atas apa yang dilakukannya terhadap Saras dengan menghilang tanpa kabar berita selama ini. Ravi juga tidak lupa untuk memeriksa pekerjaan semua bisnis bawah tanahnya yang baru seujung kuku beralih ke tangan nyonya Yo.


“Lion, urus keberangkatanku besok untuk pulang seperti biasa, jadwalkan malam hari. Dan tolong jaga tempat ini dengan nyawamu!” titah sang raja judi pada asisten pribadinya yang selalu setia dan sudah siap untuk dikirim ke neraka jika dia berkhianat.


Lelah mendera sekujur tubuh Ravi yang kurang tidur, dengan cepat pria itu mengeluarkan box berwarna hitam dan merah, lalu mengeluarkan sebuah botol kaca berbentuk bola yang berisikan ramuan dengan racikan alam buatan seorang biksu.


Sementara itu di sebuah rumah besar, di negeri seberang. Raju yang sudah semakin jaya dan berhasil menunjukkan kemampuannya mengembangkan perusahaan kian dipercaya oleh keluarga Sofie. Poonam juga tampak semakin sayang dengan menantunya itu, kini mereka sedang sibuk untuk membuat program hamil untuk Sofie, karena menurut ramalan yang mereka yakini, purnama ketiga dimulai perhitungan dari hari ini, Sofie sudah harus positif hamil.


‘Keluarga ini memang sangat aneh masih saja percaya dengan hal takhayul seperti ini, gumam Raju di dalam hati.


Raju dibuat stress dengan pengaturan yang dibuat oleh para tetua keluarga Sofie, saat ini Raju sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar dagang Indonesia dan dalam hati kecilnya ingin menyingkirkan perusahaan Surya yang dia dengar kini semakin maju pesat.

__ADS_1


Di dalam kamar, Sofie sudah meminum ramuan yang diberikan Poonam kepadanya, begitu juga dengan Raju. Raju tampak kesal dan sudah ingin meledak tapi dia teringat lagi akan siapa dirinya.


Seorang suami dan menantu yang hanya berada dalam keluarga itu karena suatu ramalan konyol yang dipercayai keluarga Sofie dengan adat budaya India kuno. Mereka yang walau pun telah menganut agama Islam tapi tidak bisa lepas dari urusan turun temurun kebudayaan lama dari nenek moyangnya.


“Sofie biarkan saja Tuhan yang bertindak untuk masalah anak, jangan kita memaksakan diri, toh kita masih muda dan banyak kesempatan untuk memiliki seorang bayi. Aku merasa tertekan dengan semua yang dilakukan keluarga ini,” ucap Raju dengan nada suara kesal yang tidak bisa disembunyikan nya lagi.


“Sayang … ingat ya, kita kan sudah punya perjanjian loh. Kamu boleh mengembangkan usahamu ke Indonesia asalkan aku sudah hamil, lagian ini sudah diatur para tetua keluarga ku, jadi kerja keraslah untuk menghasilkan seorang bayi. Kita juga harus bisa tepat waktu di purnama ketiga nanti,” balas Sofie tidak ingin goyah hanya karena Raju kesal dengan semua pengaturan keluarganya.


“Apa kamu kira kehadiran janin di dalam rahimmu itu bisa kita atur sesuai keinginan? Itu urusan Tuhan, lagian mana bisa kamu itu hamil kalau akunya selalu dibuat stress sama kepercayaan keluargamu yang aneh itu!” sungut Ravi yang langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang king size kamar mereka.


Sofie tidak lagi menyahut kekesalan yang dirasakan oleh Raju. Wanita itu sudah merasakan sesuatu yang mendorong dirinya untuk mengulurkan selimut dan menutup semua tubuh mereka berdua. Raju yang disuruh bekerja keras pun tidak bisa menolak apa yang dilakukan sang istri, kekesalan yang menggunung akan runtuh dalam sekejap dan berganti dengan suara-suara erotis dari balik selimut.


Menjadi petani di ladang basah merupakan kesenangan tersendiri bagi Raju, tak peduli berapa banyak keringat kini membasahi tubuh keduanya, dan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Author mau minggir dulu menghirup udara segar, biarlah mereka dengan urusannya yang asik nganu dn pembaca gak boleh berkhayal wkwkwk


Poonam tampak sedang berdoa memohon keberuntungan mendatanginya, kehadiran seorang bayi di rumah besarnya akan menjadikan kerajaan bisnis keluarga mereka akan semakin berjaya. Banyaknya persaingan di dunia bisnis membuat Poonam menjadi serakah dan tidak ingin menurunkan grafik bisnisnya sama sekali.

__ADS_1


“Ya tuhan, berikanlah keturunan ke dalam rahim putriku, bahagiakanlah keluargaku ini dengan kejayaan dan kesempurnaan. Ya Tuhan Yang Maha Pengasih … Engkaulah penentu semuanya, dan kabulkanlah apa yang aku minta,” ucapnya berdo’a dengan khusyuk. Poonam memanjatkan doa-doanya dengan keyakinan penuh wanita itu terus saja meminta kepada sang pemilik semesta.


__ADS_2