Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 47. Menemukan Fakta


__ADS_3

[Jangan nyerah gitu dong, Saras! Coba perhatikan lagi, kira-kira apakah di sana ada lukisan? Atau mungkin sebuah jam dinding, coba periksa juga kalau semisalnya di sana ada rak buku. Aku sangat yakin kalau tuan Ravi pasti memiliki tempat untuk menyembunyikan benda berharga yang bersifat rahasia]


Jawaban dari John benar-benar terdengar menyemangati Saras. Pria gagah itu tidak ingin kehilangan kesempatan yang ada dan kalau bisa, malam ini juga mereka harus mendapatkan sesuatu berupa petunjuk.


"Oke lah, kalau begitu akan ku coba memeriksa sekali lagi, tutup saja teleponnya dulu!" titah Saras dengan suara lemah.


Sesungguhnya dia sudah bosan dengan.pekerjaannya yang baru ini, baginya lebih mudah mencari penyelewengan uang perusahaan, daripada mencari sesuatu yang misteri seperti ini. apa lagi benda yang sedang dicarinya sama sekali belum diketahui bentuk dan rupanya, tentu saja sang pemilik tidak akan sembarang tempat dalam meletakkannya karena itu merupakan bukti konkret seluruh pekerjaan yang selama ini dilakukannya di belakang sang kakek.


Wanita itu melihat ada sebuah lukisan seorang penari yang tidak begitu jelas karena mungkin sudah sangat lama. Bahkan lukisan itu sama sekali tidak terlihat menarik. “Sepertinya hanya orang yang memiliki jiwa seni tinggi saja yang bisa melihat keindahan lukisan ini, mana ada bagusnya lukisan orang menari begini, berantakan gitu kek nya," cel Saras.

__ADS_1


Sayangnya dia tetap harus memeriksa sesuai perintah John, wanita itu menurunkan lukisan penari dan mulai memeriksa bagian dinding yang tadi tertutup lukisan.


Wajah saras tampak putus asa, sejauh ini baginya lukisan itu tampak biasa saja, dengan santai wanita itu meletakkan lukisan tersebut di atas meja secara asal. Wanita cantik itu menghempaskan tubuhnya di sofa empuk milik Ravi dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Ya Allah, apa lagi yang harus ku lakukan untuk mendapatkan petunjuk?" keluh Saras sambil memejamkan matanya.


Setelah dirasa cukup merehatkan kedua mata yang sejak dari tadi bekerja dengan teliti, wanita itu pun kembali mengarahkan pandangannya pada lukisan sang penari.


Saras terkejut melihat apa yang terjadi pada lukisan itu. Matanya melihat arah lampu, tepat berada lurus di atas lukisan tersebut. Ada bayangan seperti sebuah foto di bawah lukisan sang penari.

__ADS_1


Saras memperhatikan lukisan dengan seksama. Wanita itu bisa melihat jika wajah yang ada di foto itu adalah Ravi yang sedang memegang sebuah koin bergambar naga.


"Naga itu … koin itu … eh itu bukan nya semua yang ku lihat sekarang ada pada film kartun yang ku lihat dalam mini disk tadi? Apa sebenarnya maksud nya nih? Sebaiknya aku foto dan kirim ke John aja deh, semoga saja bisa jelas saat di kamera."


Saras akhirnya kembali tampak bersemangat, wanita cantik itu sibuk mengambil foto dari lukisan. Dan tidak lama dia pun kembali memutar mini disk dengan koin bergambar sama dengan yang ada di kartun. Setelah selesai semua, wanita itu bersiap untuk meninggalkan ruangan kerja Ravi karena malam pun sudah semakin larut.


Namun, baru saja Saras hendak pergi dari ruangan Ravi tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan suara seseorang.


"Apa yang sedang anda lakukan di ruangan tuan muda, bu?" tegur seorang satpam berkulit gelap, di ruang gelap, dan berbaju gelap. Sungguh membuat Saras terjingkat kaget.

__ADS_1


"Astaghfirullah, pak Gogon bikin saya kaget aja deh!" sahut Saras dengan mengelus da^da. "Tadi ada file penting yang saya diambil pak, tuan muda Ravi tidak sempat menyelesaikan pekerjaannya, kan beliau lagi di luar negeri," ucap Saras melanjutkan kalimatnya, sambil jalan menuju lift Saras berusaha setenang mungkin agar tidak mencurigakan.


__ADS_2