
"Aku tidak tau John, karena sejak dia pulang dari luar negeri, tuan muda Ravi langsung ikut event bersamaku di Surabaya. Dan setelah itu dia tampak semangat dengan tanggung jawabnya terhadap perusahaan yang sudah rencanakan oleh kakek untuk nya," jelas Saras dengan sedikit menerawang ke waktu sebelumnya.
Sungguh Saraswati sama sekali tidak pernah menyangka jika Ravi bisa berubah seperti sekarang hingga seolah-olah dirinya tidak kenal lagi sosok lembut dan romantis seperti waktu-waktu mereka baru pulang dari Surabaya dan sering menghabiskan waktu bersama.
"Dimana dia tinggal sekarang? Kita akan mulai penyelidikan dari rumahnya," lanjut John merasa Saras sedang menyembunyikan sesuatu.
Jiwanya sebagai seorang Intel dengan mudah bisa menebak kalau wanita yang ada di hadapannya ini sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tetapi dia belum bisa mengetahui apa yang sedang dirahasiakan Saras darinya.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Saras kepada John tanpa menjawab pertanyaan pria itu, dia percayakan segala strategi padanya. Dalam pikiran gadis itu, dia tidak tau menau bagaimana cara memata-matai seseorang, oleh karena itulah dirinya merasa butuh bimbingan dari John.
"Periksa ruang kerjanya, cari petunjuk yang mencurigakan dan jangan sampai kamu meninggalkan jejak saat penyelidikan!" jelas John tegas dan dijawab dengan anggukan oleh Saraswati tanda mengerti.
__ADS_1
Setelah beberapa lama mereka berbincang ini dan itu tentang Ravi, Saras pun akhirnya pamit karena hari semakin malam.
Jalanan yang mulai sepi di kota yang padat ini membuat Saras dengan lincah mengendarai sepeda motor matic nya hingga sampai di rumah dengan selamat.
Wanita itu sibuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Saat tubuh lelah nya sudah menempel di atas kasur, barulah wanita itu bisa sedikit nyaman dan mulai mengingat beberapa kali bertemu Ravi setelah peristiwa di rumahnya waktu itu.
Dengan cepat wanita itu bangkit dari tidurnya dan mencari berlian yang waktu itu masih disimpannya. Lama wanita cantik itu menatap berlian yang indah dan sudah tentu harganya selangit.
Wanita itu berpikir keras bagaimana cara dia menyelidiki tentang Ravi, ruang kerja, rumah, toko perhiasan? Lelah berpikir, tanpa terasa wanita cantik itu pun terlelap di buai mimpi.
Pagi menjelang, Ravi yang berada di negeri kungfu panda itu nampak sedang bersiap, pria tampan bertubuh ideal itu mematut diri di cermin.
__ADS_1
"Hari ini harus ada yang selesai, tidak mungkin aku berlama-lama lagi di sini. Satu kali putaran saja untuk hari ini, Saras apa kamu masih merindukanku?" tanya Ravi pada bayangannya di cermin, pria itu tampak merindukan wanita yang akhir-akhir ini sengaja diabaikannya.
Kali ini Ravi harus benar-benar fokus, permainan ini akan menentukan namanya akan berkibar di seluruh negara-negara besar. Para penjudi kelas berat akan bertarung habis-habisan, jika menang maka akan jadi sultan, jika kalah di jam itu juga akan jadi gelandangan.
"Lion, apakah ada pendatang baru di permainan kali ini?" tanya Ravi kepada orang kepercayaannya dari dunia bawah tanah.
"Ada tuan, dari negara anda sendiri, Indonesia tapi sepertinya dia pemula," jawab Lion datar, baginya si pendatang baru tidak menarik dan bisa di prediksi akan segera habis hartanya oleh sang tuan muda.
"Oh, pria atau wanita?" tanya Ravi ingin memastikan siapa manusia yang sudah siap miskin itu.
"Melihat dari data yang saya terima dia seorang wanita, tuan, tapi saya tidak tau berapa jumlah kekayaannya," sahut Lion dengan wajah yang sulit dibaca.
__ADS_1
“Wow, ini baru berita bagus!”