Janda Killer Naik Pangkat

Janda Killer Naik Pangkat
Bab 31. Menepati Janji


__ADS_3

"Gue punya tugas buat lo, cari tau perjalanan karir wanita yang bernama Saraswati, GM perusahaan Jamu Jitoe milik Tuan Nugroho. Gue pengen tau detail dan bagaimana cara kerja wanita itu,” perintah Surya tanpa basa basi demi tekad yang sudah ditegakkan di dalam hati. 


Tentu saja dia harus menyembunyikan perasaannya sendiri tentang hal yang tersembunyi tanpa pernah diketahui oleh Juna, karena semua rasa yang dia punya merupakan frase cinta yang masih tersimpan apik dari masa lalunya.


“Gila lo, jangan asal ngintip data karyawan orang, bisa di slepet lo ntar ama bosnya. Mau lo dipites CEO nya tuh pegawai, hem?” sahut Juna sengit, belum pernah bos nya yang merangkap sebagai sahabatnya itu meminta untuk mengintip karyawan perusahaan lain, apalagi seorang wanita. 


“Lakukan atau gue pecat lo secara tidak hormat,” ancam Surya kesal. 


Pria itu merasa tidak sabar dengan candaan temannya yang selalu saja tidak pernah bisa diajak untuk bicara serius, walaupun pekerjaannya tidak pernah gagal atau mengecewakan Surya sekali pun. Hanya saja, kali ini Surya benar-benar ingin mengetahui detail kehidupan Saraswati selama mereka tak pernah lagi berjumpa. Terutama pria itu ingin mengetahui apa saja yang dilakukan Saras setelah dirinya pergi ke luar negeri untuk melanjutkan jenjang pendidikan. 


“Woyyy kalem woy, lo lagi kena serangan darah tinggi atau kena serangan pelet cewek yang namanya Saraswati itu, hah? Jangan bilang akhirnya lo mau buka hati juga setelah bertemu dengan karyawannya perusahaan jamu yang itu?” 


Juna terlihat sedikit berpikir, seolah menerawang akan sesuatu yang sempat terlupakan, aha … akhirnya kepalanya yang pintar bisa mengingat lagi sosok si Saras yang dikatakan bosnya.


Dengan cepat Juna menegakkan duduknya, hal itu membuat Surya tersenyum lebar. Biasanya jika sahabatnya ini sudah mengubah bentuk duduk nya menjadi tegak, itu berarti dia sudah bisa diajak bicara lebih mendalam tentang apa yang diinginkan, walaupun terkadang jawaban yang keluar dari seornag Juna selalu berhasil membuat emosi Surya melewati ubun-ubun di atas kepalanya. 

__ADS_1


“Dia cinta pertama gue, dan gue mau nagih utang sama dia. Gue hanya takut akan satu hal, kalau dia menganggap gue sudah menghilang terlalu lama dan tak akan mungkin kembali sama dia, sehingga dia udah ngelupain gue dan malah memiliki hubungan dengan pria lain! Gue nggak bisa ngebayangin kalau dia benar-benar ingkar janji dan malah punya hubungan baru dengan lelaki lain! Nah, gue butuh lo buat mencari tau dengan jelas, kalau dia itu masih tetap sendiri.” 


Senyum Surya terkembang selebar-lebarnya. Kalimat itu membuat pandangan mata Juna menyipit penuh selidik. Bagaimana mungkin seorang Surya yang selama ini sangat kaku serta begitu dingin terhadap seorang perempuan, ternyata memiliki masa lalu yang begitu hebat hingga masih tersimpan begitu cantik di dalam hatinya atas nama seorang wanita bernama Saraswati. Bravo.


“Lo udah sembuh bro? Udah nggak suka ama sesama lagi kan lo?” tanya Juna yang langsung mendapat balasan lemparan sepatu Surya. Ditambah pria itu terlihat memeberikan pertanyaan hanya untuk mengejeknya.


“Siallan lo!” Surya mengumpar kesal.


Beruntung Juna dengan gesit mampu menangkap sepatu yang dilemparkan ke arahnya. Selalu saja terjadi hal seperti itu, jurus sepatu terbang melayang tanpa sayap adalah andalan Surya saat gemas dengan teman yang jeniusnya kelewat batas. 


“Heh kadal angkrem, lo jangan asal ngomong ya, ucapan lo tadi bisa jadi fitnah yang akan membunuh masa depan gue. Saraswati lah penyebab kenapa gue selama ini nggak berhubungan sama wanita manapun. Tapi sekarang dia sudah kmebali muncul tanpa gue cari, dia malah nongol sendiri tuh! Ternyata Tuhan memang maha baik, gue akan segera melepas masa jomblo gue kayaknya nih sebentar lagi,” jelas Surya setelah melemparkan panggilan khas nya yang tak pantas untuk sang sahabat. 


Entah sejak kapan ada kadal bisa angkrem seperti ayam, ada-ada saja bahasa Bosnya Juna itu. 


Juna melongo be-go, matanya mengerjap mencari cahaya yang tiba-tiba saja buram di pandangannya. Hatinya bersorak, akhirnya sang bos menemukan cintanya dan itu artinya waktu untuk dia menikahi Mia sudah semakin dekat. Mereka berdua memiliki janji yang sungguh tidak masuk akal untuk didengar oleh orang lain yang normal. 

__ADS_1


Juna boleh menikahi Mia jika Surya sudah menemukan tambatan hati bernama Saraswati. Bahkan saat itu Juna sendiri tidak pernah tau, apakah gadis pujaan sang bos yang bernama Saraswati itu masih hidup atau mungkin sudah damai di surga setelah porak poranda di dalam tanah jadi makanan cacing. Entah lah, Juna bahkan seringkali berpikir kalau atasannya memiliki penyakit langka yaitu mencintai seorang gadis khayalan yang tak pernah nyata.


Pernah juga suatu hari Juna menganggap Surya berhalusinasi dengan menghidupkan masa lalunya dalam harapan bernama masa depan. Hal itu berarti kiamatlah buat Juna, dia tidak akan bisa menikahi Mia jika sang bos belum bisa menikah dengan wanita dalam imajinasinya. 


Jika Juna melanggar hal itu, maka Juna akan di pecat dari perusahaan dan akan di pastikan tidak ada perusahaan yang mau menerima dirinya. Ancaman menjadi pengangguran tak bermartabat menghadang Juna untuk maju ke jenjang pernikahan dengan Mia, walhasil pria itu selalu saja membuat alasan atau janji saat Mia menanyakan kapan pria unik itu akan menikahinya. 


Miris memang jika melihat nasib Juna, tapi hari ini semua akan berubah. Saraswati benar-benar makhluk nyata dan si bos sudah bertemu dengan jasad yang lengkap dengan ruh nya itu barusan. Benar-benar suatu keyakinan yang sangat amazing di dalam pikiran seorang Juna karena bosnya begitu keras kepala untuk mempertahankan prinsipnya belum sang gadis Pujaan Hati dari masa lalunya dengan hanya satu kata bernama ‘JANJI’.


“Siaap delapan enam bos, semua permintaan paduka raja akan segera saya kerjakan. Ingat ya bos, bos nikah, saya juga nikah. Kalau bisa kita nanti sama-sama punya anak kalau anak bos laki-laki maka anak saya harus perempuan tapi kalau anak saya laki-laki maka anak bos mesti perempuan, biar nanti kena mereka tidak akan pernah kita jodohkan hahaha.” 


Juna tertawa memperlihatkan wajah cemerlang berkilau bak bertabur glitter. Dengan jurus langkah seribu, pria unik itu pergi meninggalkan ruangan sang bos 


“Ya lakukan semuanya dengan cepat, besok pagi aku sudah harus mendapatkan semua info tentangnya dengan lengkap. Tengkyu Jun! Lo emang temen terbaik gue!” teriak Surya dengan suara yang langsung memenuhi ruang kerjanya. 


Senyum Surya terkembang dan hatinya berbunga-bunga seiring hilangnya punggung Juna di balik pintu yang tertutup.

__ADS_1


“Saras … kau tak boleh ingkar janji! Apa pun caranya aku pastikan kau harus tetap menepati janji sebelum kita berpisah!” 


__ADS_2