
Pov Raju
"Tapi ingat ya sayang, semua ada syaratnya, dan jika kamu melanggar maka aku tidak akan memberikan serupiah pun untuk mu, aku akan menendangmu sampai kamu hanya pake kolor aja," ancamnya membuatku menelan saliva begitu berat.
Huff! Ternyata wanita ini berhasil membuatku bergidik ngeri, selama ini aku hanya mengetahui dan melihat kemampuannya di atas ranjang panas, tapi kali ini dia berhasil membuatku merinding disko dengan bulu kuduk berdiri semua.
Sepertinya mami benar-benar menjadikanku sebagai tumbalnya dengan menjual tubuh ini sebagai ganti mendapatkan uang dari Sofie dan sekarang aku sudah terjebak semakin dalam pada kehidupan si wanita gi^la akan ranjang ini.
"Oh ya, Sofie. Apa menurutmu aku akan menghianatimu suatu saat nanti?" tanyaku ingin meyakinkannya. Mana tau saja wanita itu sudah bisa mengendus apa yang ada dalam pikiranku selama ini karena memang hanya terpaksa mengikuti semua perintah mami dan tante Poonam agar bisa mendapatkan uang banyak.
"Sanggupi saja syarat dariku maka semua akan baik-baik saja kedepannya. Pertama kau tidak akan bermain api dengan pernikahan kita, kedua kamu tidak akan menggunakan uang perusahaan tanpa sepengetahuanku, dan ketiga yang paling penting dalam rumah tangga kita nanti, kau harus berhenti memikirkan mantan istrimu itu!" tegasnya dengan tatapan nyalang seolah mengerti dengan apa yang ada di dalam hatiku selama ini.
__ADS_1
Apa jangan-jangan wanita ini seorang cenayang? Darimana dia tau kalau aku memang hanya bisa memikirkan Saras selama ini? Memang aku menikmati tubuhnya dan tak munafik ikut merasa puas atas semua yang kami lakukan bersama untuk mencapai kenikmatan duniawi semata. Tapi apa yang dikatakan wanita ini barusan seolah sedang menggigitku.
Syarat model apa yang baru saja diucapkannya? Sungguh tidak aku ragukan lagi, wanita cantik di hadapanku ini benar-benar titisan dewi ular yang sangat licik, licin dan membelit tanpa bisa membuatku bernafas lagi. Mami sudah berhasil membuatku mati di saat masih hidup tapi mulut ini tak bisa menyanggah semua yang dikatakannya, selain hanya bisa berpura-pura menerima semuanya.
"Kamu memang yang terbaik, aku beruntung memilikimu Sofie," gombalku demi membuatnya kembali senang, wanita seperti dia tidak bisa dikasari, jadi seperti inilah diriku saat berada di hadapannya.
Sofie yang masih memakai bathrobe dan handuk yang membungkus rambut basahnya, membuat pikiranku tiba-tiba beralih. Pelan tapi pasti pusakaku ingin bertarung di medan empuk, sepertinya aku juga perlu diperiksakan, apakah aku sudah tertular penyakit hyper *** nya Sofie?
Gerakan tanganku yang tadinya hanya memeluknya dari belakang, sekarang menuntut lebih, tidak bisa ditolak lagi, perang sengit pun akhirnya terjadi. Medan perang nan empuk menjadi kusut masai oleh perbuatan dosa kami, suara erangan memenuhi ruangan president suit itu. Jangankan membayangkannya untuk menceritakan kepada pemirsah, menuliskannya pun author takut kena sawan hehehe.
Selesai sudah adegan ranjang itu sesuai dengan pikiran pembaca sesukanya dengan pasangan halal Anda ya karena uni tak pernah berani menulis adegan rinci kwkwkwk nih malaikat di kiri dan kanan sudah mulai toel toel siaga penuh hahaha.
__ADS_1
“Sayang ayolah cepat sedikit, aku tadi sudah mengirimkan email ke bagian legal company untuk membuatkan perjanjian dan pengangkatan kamu sebagai CEO. Dalam tiga hari kedepan kamu sudah bisa bekerja dan jabatan itu sudah bisa kamu duduki!” perintahnya saat aku baru saja selesai mengenakan pakaian setelah mandi wajib barusan.
Entah terbuat dari apa hati perempuan ini, ternyata dia lumayan gesit juga, aku harus mengakui kecerdasannya. Walaupun dia sering menyebalkan tapi aku tidak bisa menganggap remeh, jika sedikit saja aku salah dalam langkah maka istana satu kali dua bisa segera aku huni. Mengerikan!
“Iya, sabar sebentar dong Sofie, kok bisa jadi secepat ini?” tanyaku heran, dan ini diluar dari prediksiku.
Tentu saja ini merupakan berita gembira buatku dan mami karena sesaat lagi aku sudah punya tinggi di dalam sebuah perusahaan, bukan lagi seorang pengangguran.
“Aku mau sebelum kita menikah nanti, status kamu adalah seorang CEO, nggak mungkin dong aku mengatakan kepada teman-temanku tentang keadaan mu yang hanya seorang pengangguran! Sudah lah kamu jangan kebanyakan tanya. Pokoknya aku akan membuat semuanya rapi tanpa cela.”
Wanita itu sungguh luar biasa, bahkan hanya dengan satu kalimat saja memerintahkan bawahannya maka semua akan langsung terlaksana dengan rapi! Hanya saja hati ini terasa sakit saat dirinya menyebutku sebagai seorang pengangguran.
__ADS_1