Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Kekasih Halal


__ADS_3

Naqi selama lima bulan ini sudah menjabat sebagai sopir pribadi sang nyonyah, artis ternama yang bahkan kini follower di intagram'nya sudah hampir menyamai folower yang sering di sebut Sultah Andara.


Naqi sejak lima belas menit yang lalu sudah menunggu di dalam mobil mewahnya. Dari kejauhan sudah terlihat Cyra dengan senyum manisnya. Berjalan mendekati mobil suaminya.


"Hay sayang..." ucap Naqi sembari memonyongkan bibirnya dan disambut oleh bibir mungil Cyra. Yah, kini ciuman adalah salam hangat dari Cyra untuk sang suami.


"Kemana kita nyonyah?" tanya Naqi belagak bak sopir pribadi.


Cyra pun terkekeh dengan kelakuan konyol Naqi. "Gimana kalo nonton," ucap Cyra dengan bersemangat.


"Apa yang Anda mau adalah tugas hamba tuan putri." Naqi lagi-lagi membuat Cyra tertawa lepas. Yah, selama lima bulan ini Cyra selalu menghabiskan sisa waktu selepas kerja dengan berkencan dengan kekasih halalnya. Cyra tidak menyangka bahwa Naqi bisa memperlakukanya dengan manis, bahkan dalam mimpi pun Cyra tidak pernah terfikirkan bahwa Naqi akan berlaku semanis itu. Cyra pikir perjanjian mereka benar-benar akan terjadi di mana Naqi akan menceraikanya setelah satu tahun menikah. Namun sepertinya surat perjanjian itu segera akan Cyra gunakan sebagai bungkus gorengan.


Malam ini Cyra dan Naqi akan menonton film, di mana film yang romantis adalah kesukaan Cyra dan akhir-akhir ini tengah tayang film romatis, sehingga Cyra sangat ingin menghabiskan malam ini dengan menonton film itu.


"Non, masker jangan lupa!" Naqi selalu mengingatkan Cyra agar menggunakan masker dan wig agar menutupi identitasnya. Kalo mau acara kencan berjalan lancar. Pasalnya fans Cyra yang militan bisa sajah mengenali Cyra, apabila Wig maupun maskernya tidak dipakai.


Trauma dulu pernah gagal berbelanja membuat Naqi semakin berhati-hati apabila hendak berkencan dengan istri bocilnya, yang sekarang sudah mulai nakal, tapi Naqi suka ketika Cyra sudah mulai nakal dengan dirinya, itu tandanya ia berhasil menebarkan pengaruh yang buruk, tetapi baik untuk hubungan suami istri.


Sepanjang film diputar Cyra merasa baper karena keromantisan pemain utamanya. Cyra pun memiliki ide untuk mempraktekan adegan-adegan dalam film tersebut.


Begitupun Naqi ingin mengikuti jurus jitu yang diajarkan dari film tersebut. Naqi laki-laki matang yang normal ketika di hadapkan dengan adegan-adegan romantis otak dan tubuhnya sudah pasti mengikuti nalurinya. Meminta untuk melakukan hal yang sama.


Setelah puas menonton dan makan malam romantis ala anak-anak berpacaran di jaman now, Cyra dan Naqi pun memutuskan untuk pulang. Namun Naqi justru tidak pulang ke rumah dia memutuskan untuk singgah di tempat yang aman untuk praktik adegan yang otaknya tangkap barusan dari film yang mereka tonton.


Rasanya Naqi sudah tidak sabar. Cyra yang sejak tadi tidur karena kekenyangan pun terbangun.

__ADS_1


"Udah sampai yah Mas?" tanya Cyra masih dengan nyawa setengah melayang, belum terkumpul full.


"Udah yuk, mau jalan apa di gendong?" goda Naqi dengan menaik turunkan alisnya.


"Ish... apaan sih, Cyra kan bisa jalan sendiri," dengus Cyra ia langsung membuka pintu mobil. Namun Cyra kembali masuk.


"Loh ko kesini?" tanya Cyra heran ketika Naqi malah membawanya ke hotel bintang lima.


"Masih ingat tragedi jamu Kakek nggak?" tanya Naqi sembari terkekeh.


Cyra menyipitkan kedua matanya dan mengernyitkan dahinya. "Masih," jawab Cyra sembari mengangguk.


"Kalo gitu ayok kita turun!" Naqi meminta Cyra turun, tapi tangan Naqi lebih dulu Cyra tahan.


"Pintu rumah udah di konci kamu mau tidur di luar rumah?" tanya Naqi dengan wajah dibikin masam.


"Ko Mas Naqi tau?" Cyra terus melemparkan pertanyaan bak wartawan akun gosip.


"Ya tau lah, Nona Cyra. Anda dari tadi tidur terus jadi Anda tidak tahu bahwa supirmu ini sudah pulang sampai rumah tapi pintu, pagar, gerbang sudah di kunci oleh pemilik rumah, Tuan Latif yang kaya raya itu, kita hanya menumpang jadi harus tau diri." Naqi berbohong, dalam hatinya berkata, 'Untung otak aku cerdas cari bahan buat ngibulin Cyra.


"Ya ampun jadi tadi Mas udah sampe rumah, tapi ko aneh yah kenapa Kakek kunci pintu padahal ini baru jam sepuluh. Biasanya saja tidak di kunci." Cyra masih belum percaya seratus persen ucapan suaminya itu.


"Jadi kamu nggak percaya, ngira aku ngibul. Ya udah kalo gitu. Kita putar balik lagi ke rumah Kakek biar nanti kita tidur di dalam mobil saja." Naqi nampaknya memang jago jadi artis. Padai berekting


"E... eh, jangan dong Mas ngapain sih balik lagi. Ya udah ayok turu. Lagian kan Cyra juga nggak bila tidak percaya. Hanya aneh saja ko tumben Kakek kunci pintu dan pagar lagi. Aneh," cicit Cyra tapi ia tetap turun mengikuti Naqi yang lebih dulu turun. Dalam hati Naqi berbunga-bunga pasalnya rencananya akan berhasil.

__ADS_1


Setelah check in Naqi dan Cyra pun diantarkan oleh petugas hotel ke kamar yang Naqi pesan. Tanpa sepengetahuan Cyra Naqi ternyata sudah memesan kamar president suite paket bulan madu. Tidak tanggung-tanggung memang Bambang Naqi kasih kejutanya buat Neng Cyra.


Begitu sampai depan pintu Naqi meminta petugas hotel lebih dulu pergi.


Cyra merasa aneh dengan gelagat Naqi. "Mas kamu kenapa sih ko aneh banget, aku kayak lagi dikerjain deh sama kamu," protes Cyra, sembari melihat Naqi. Namun, Naqi cuek saja, dan membuka pintu hotel setelah pintu terbuka....


Happp... Naqi membopong Cyra seperti adegan yang ada di film mereka tonton tadi.


Awwww... Cyra memekik kaget, ketika Naqi tiba-tiba membopongnya, tanpa kode apapun. Sebelumnya Naqi mengunci pintu agar tahanan kamar tidak bisa kabur.


"Surprise... selamat anniv bulan," pekik Naqi ketika Cyra baru ia turunkan. Bahkan ia lupa kapan tanggal ia menikah dengan Cyra, entah lah ia iseng ajah mengucapkan itu.


Cyra terkekeh. "Anniv bulan apaan ngaco," beo Cyra, tapi dia sangat kagum dengan kamar yang Naqi pesan. "Bagus banget Mas kamarnya, tapi ngomong-ngomong ko kaya... (Cyra membekap mulutnya dan membalik badanya ke arah Naqi yang tengah tersenyum jahil).


"Tuh kan, ini cuma akal-akalan Mas saja. Cyra sebenarnya sudah curiga dengan Mas dari tadi," protes Cyra, dan disambut oleh tawa renyah dari Naqi.


"Anda tidak bisa lolos istriku," ucap Naqi dengan nada menggoda.


Cyra jadi ingat kata-kata itu adalah cuplikan yang ada diadegan film tadi. Yah kini Cyra sudah tahu bahwa Naqi memiliki ide ini karena film yang mereka tonton.


"Tapi Cyra lagi dapat Mas," ucap Cyra dengan wajah ditekuk ia akan mengikuti Naqi memerankan ektinya, tapi Cyra adalah seorang aktris yang tidak pandai berekting. Naqi justru tertawa terbahak-bahak. Pasalnya ia tahu minggu laku Cyra baru selesai kedatangan tamu. Nggak mungkin tamu itu datang sebulan dua kali. Naqi pun malah mulai mendekat dengan tatapan yang lapar.


"Mampus aku, kayaknya Mas Naqi tahu kalo aku bohongin," batin Cyra. Ia pun akhirnya akan pasrah saja, mengikuti permaian suaminya. Bukanya jaminanya surga. Cyra pun tersenyum tipis, di balik wajah ketakutanya.


Setop dulu ah, cape ngetik....

__ADS_1


__ADS_2