
Di kediaman Tuan Latif....
Alzam mencoba mengedarkan pandanganya mencoba mencari Qari, ia heran kenapa Qari tidak ada di rumahnya. Apah memang Qari sedang ada masalah dengan keluarganya. Atau gara-gara perbuatanya kemarinya yang membuat Qari kesal.
"Al, gimana kabar kamu sekarang, sakitnya udah sembuh kan? Dan kabar Tantri gimana?" tanya mamih yang tahu bahwa Alzam memang seolah tengah mencari putrinya. Sehingga mamih memilih mencairkan suasana.
"E...Alhamdulillah Tante Alzam sekarang jauh lebih baik kesehatanya. Kalo soal Tantri juga alhamdulillah sehat semua Tan. Ngomong-ngomg Qari kemana yah Tan, kok dari tadi tidak kelihatan?" tanya Alzam, akhirnya memberanikan diri uantuk menanyakan di mana Qari, dia ingin meminta maaf atas kesalah pahaman kemarin tetapi Qari kemarin tidak masuk kerja dan sekarang juga Qari tidak ada di rumahnya.
"Alhamdulillah, semoga kalian di beri kesehatan terus yah (Amin. suara Alzam menyauti), Kalo soal Qari dia sedang tidak di rumah, katanya sedang ingin menenangkan fikiranya. Makanya untuk beberapa hari pengin menyendiri," jawab mamih tetap terlihat tenang.
Alzam pun semakin yakin bahwa Qari seperti ini karena kejadian kemarin dia yang salah paham dengan dirinya dan Mirna. Laki-laki itu ingin meminta maaf pada Qari, tetapi ia juga takut nanti Qari malah semakin berharap dengan dirinya.Yang lagi-lagi tidak bisa memberi kepastian. Tidak bisa memberi balasan dengan cinta tulus yang Qari berikan pada dirinya. Setelah sarapan dan mengobrol ringan dengan mamih dan menyapa ala kadarnya dengan Rania, mantan kekasih bosnya dan sekarang menjadi kakak tirinya. Alzam pun pamit pulang, tentu sebelumnya sudah menitip salam buat kakek yang saat ini sedang mempersiapkan pernikahan cucu kesayanganya. Tuan Latif tidak ingin acara penting dan bahagia ini ada yang kurang. Sehingga kakek rela bangun pagi dan pulang telat untuk mempersiapkan semuanya.
****.
__ADS_1
"Kita mau kemana nih?" tanya Naqi memastikan sekali lagi pada Cyra, kira-kira mereka akan kemana, setelah selesai memasangkan helmnya dan semuanya aman. Mungkin Cyra memiliki tujuan jalan-jalan, maka apabila Cyra sudah memiliki tujuan tempat wisata yang ingin dikunjungi untuk jalan ke dunia fantasi Naqi akan batalkan.
"Terserah Mas Naqi ajah, Cyra mah keliling-keliling komplek juga udah senang," balas Cyra dengan menyengir kuda, memang terlihat sangat senang di wajahnya itu.
"Dunia Fantasi di Ancol gimana?" tanya Naqi, kasihan amat masa cuma diajak muter-muter komplek ya enggak seru lah.
Cyra langsung mengangguk semangat, terlebih ia belum pernah menaiki wahana di permainan itu, baik yang aman maupun yang ekstrim sekalipun. Cyra hanya pernah melihat dari TV saja sepertinya dufan itu tempat yang asik buat menghilangkan penat, dan kembali ke masa anak-anak yang banyak Cyra lalui dengan air mata dan ketakutan.
"Tapi apa Mas Naqi tahu jalan ke ancol?" tanya Cyra dengan polosnya dan hal itu berhasil membuat Naqi tertaw renyah.
Perjalanan yang cukup melelahkan terlebih mereka berdua sempat menyasar hal itu karena map yang ngaco membuat mereka malah terjebak di perkebunan yang tidak mungkin bisa di tembus dengan menggunakan sepeda motor. Akhirnya setelah bertanya pada warga, Cyra dan Naqi pun bisa menemukan jalan yang benar dan sekarang sudah sampai di ancol. Foto-foto ala selebram menjadi pembuka kencan ala mereka. Tidak lupa foto selfi berdua juga harus dilakukan sebagai kenang-kenangan.
Berhubung Naqi dan Cyra datang masih tergolong pagi sehingga pengunjung pelum terlalu banyak. Cyra yang baru pertama kali ketempat permainan seperti ini pun terkejut dan kagum. Wajah bahagianya tidak bisa disembunyikan lagi.
__ADS_1
"Kamu mau naik yang mana dulu?" tanya Naqi sembari memegang tangan Cyra, takut bocilnya hilang ditelan banyaknya kerumunan warga yang mulai berdatangan untuk menikmati hari libur mereka.
Cyra nanpak mengamati wahana yang ada di hadapanya ia tertarik pada permainan yang di putar-putar itu. "Mas, kalo naik itu gimana?" tanya Cyra sembari menunjuk wahana permaiana yang seperti ayunan tetapi di putar dengan cepat, dan juga tinggi, Naqi yang melihatnya saja langsung berdiri bulu kuduknya.
"Aduh Ra, kalo bisa jangan yang ekstrim dulu. Itu namanya ontang-Anting. kalo habis main yang kaya gitu suka pusing dan mual, nanti malah tidak menikmati permainan yang lain. Kita cari dari yang ringan dulu kalo nggak kita main Zig-Zag atau naik Bianglala, atau masuk istana boneka pokoknya jangan yang bikin andrenalin naik dulu, bisa pusing malah. Nanti kalo uda biasa dari yang ringan ningkat lagi ke permaianan yang lainya." ucap Naqi memberi tahukan, karena ia takut nanti malah Cyra pusing dengan permainan yang ektrim itu. Dia saja kalo habis naik yang semajam itu langsung mual dan keleyengan, tubuhnya serasa di putar-putar terus padahal sudah berhenti dari permainan itu.
Cyra pun mengikuti apa kata mantan suaminya itu. Seharian ini Naqi dan Cyra nampak bahagia sekali, semua permainan bisaa Cyra taklukan, ternyata ketakutan Naqi tidak terbukti. Justru ternyata Naqi yang menyerah tidak berani menaiki permaian yang mengeriakn seperti Tornado, dan Halilintar, Naqi lebih baik duduk manis menunggu Cyra menikmati semuanya. Mencobanya bahkan ada yang Cyra sampai dua tiga kali menaiki permaianan yang sama karena bagi Cyra itu seru. Naqi menaiki kora-kora saja dia turun dengan badan sempoyongan karena rasa pusing dan juga perut seolah diaduk-aduk. Tetapi kata Cyra permainan itu seru, dan ingin mengulangnya.
"Masi ada lagi yang penasaran?" tanya Naqi ketika melihat Cyra lari kearahnya dengan wajah penuh ceria, sanang persis seperti Naqi tengah mengasuh anaknya.
"Udah, cape jerit-jerit, tapi seru Mas, beban fikiran hilang setelah jerit-jerit di atas sana." Cyra menujuk satu permaianan yang Naqi tidak berani menaikinya yaitu kincir-kincir. Melihatnya saja bulu kuduknya langsung bangun. Apalagi sampai mencobanya, lebih baik duduk menunggu di bawah.
"Gimana seru nggak jalan-jalan hari ini?" tanya Naqi ingin mendengar pendapat dari teman kencanya itu.
__ADS_1
Cyra mengacungkan dua jempolnya sebagai penilaian kencan hari ini. "Seru banget," ucap Cyra. Dan mungkin ia ingin mengulang lagi kencan seperti ini.