Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Sam dan Naqi


__ADS_3

Pagi hari Cyra lebih dulu bangun, Qari dan Cyra yang awalnya akan menjaga Naqi tetapi sepertinya justru Naqi yang menjaga mereka tidur. Hal itu karena Naqi tidak bisa tidur malam tadi, badanya terasa tidak nyaman sekali sehingga Naqi bolak balik berjalan kesana kemari untuk melemaskan otot-ototnya yang mulai kaku.


Naqi pun penasaran dengan yang di katakan Cyra bahwa Sam terlibat kecelakaan. Sehingga malam hari ketika Cyra dan Qari tetidur pulas Naqi mencoba bertanya pada penjaga rumah sakit di mana kamar rawat Sam. Setelah tahu di mana ruangan Sam, Naqi pun datang mengunjungi Sam. Kebetulan di ruangan itu Sam tengah seorang diri tidak ada yang menjaganya.


Ehem... Naqi berdehem, di mana saat itu Sam belum tidur, entahlah belum tidur atau justru Sam sudah tidur dan sekarang tengah terbangun dan entah memikirkan apa sehingga Sam belum kembali tidur.


"Sorry Sam kalo aku mengganggu kamu, aku baru tahu kamu terlibat kecelakaan dari Cyra, sehingga aku baru bisa menjenguk kamu," ucap Naqi sembari berjalan kearah Sam dan duduk di kursi yang memang ada di samping ranjang Sam.


Sam mencoba menarik bibirnya membentuk senyum yang samar. "Tidak apa-apa Qi, thanks ini juga kamu mau datang menemui aku, padahal aku tidak pantas untuk di jenguk," lirih Sam, sembari menatap kelangit-langit rumah sakit.


"Maksud kamu ngomong apa Sam? Kenapa kamu berbicara seperti itu, kita ini teman bukan kenapa kamu berbicara seperti itu sehingga seolah kamu itu sangat kotor dan tidak pantas untuk mendapatkan pengampunan," tanya Naqi heran. Dirinya juga pernah salah dan berbuat salah tetapi ia tidak menyerah dan mencoba mengucilkan diri. Naqi justru memcoba memperbaiki dirinya.


Sam menunduk tampak menyesali ucapanya tadi. "Aku bingung Qi, hidup aku hancur dan sekarang kamu lihat aku seperti ini dan aku di tinggal oleh orang-orang yang peduli terhadap aku, bahkan aku di ruangan ini seorang diri tanpa ada satu pun yang peduli terhadap aku." Sam nampak sangat kacau di saat ia terkena musibah dia tidak ada siapa-siapa yang merawatnya.

__ADS_1


"Naqi nampak mencari sosok yang Cyra katatakan.Yola yah Yola yang di sebut-sebut Cyra teman satu profesi dengan Sam yang di katakan wanita itu berada dengan Sam di saat terlibat kecelakaan itu.


"Tapi bukanya kamu saat kecelakaan bersama satu teman wanita yah? Lalu di mana dia? Apa dia juga kondisinya sama seperti kamu atau justru lebih parah dari kamu?" tanya Naqi ingin tahu bagai mana kondisi teman wanita Sam.


"Dia sudah di jemput keluarganya untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit tempatnya tinggal sebab kalo di sini dia tidak ada sanak sodara sama seperti aku di sini tidak ada sanak sodara. Kamu tahu kan keluarganku banyakan di negara tetangga dan aku di sini seorang diri." Sam pun menceritaka bahwa dirinya di negri ini seorang dir. Keluarganya yang berada di negara berbeda membuat ia tidak ada yang merawatnya.


"Naqi pun napak paham dengan permasalahan yang Sam hadapi. "Kamu sudah memberi tahu kondisi keluarga kamu?" tanya Naqi, bagai mana pun Sam harus memberitahu kondisinya pada keluarganya agar mereka bisa datang ke negara ini setidaknya untuk memberikan semangat pada Sam agar sam cepat kembali pulih.


Sam menggelengkan kepalanya.


"Entah lah malas saja rasanya, biasa apa-apa sendiri rasanya malas kalo ada keluarga yang ngatur ini dan itu," jawab Sam pasrah. Biarkan dia sendiri saja di negri ini dengan perawat yang Qila pilihkan untuk menjaga dirinya setidaknya masih ada satu orang yang perduli meskipun tidak secara langsung.


"Lalu aku dengar kamu memilih menduakan Qila dengan Yola kenapa Sam? Kenapa kamu melakukan hal bodoh itu, setidaknya kamu bisa belajar dari pengalaman aku yang kehilangan Cyra karena kesalahanku meninggalkanya demi Rania. Kenapa kamu justru mengulang kesalahanku dengan meninggalkan Qila demi Yola, dan siapa juga Yola aku justru baru dengar nama itu kemarin ketika Cyra bercerita.

__ADS_1


"Entah lah Qi, aku pun heran kenapa aku bisa tega melakukan itu pada Qila, padahal Qila itu baik banget, tidak banyak menuntut anaknya. Awalnya aku bosan ketika ingin mengajak Qila jalan dan nongkrong, dia selalu tidak bisa dengan alasan Meta dan mamah angkatnya tidak mengizinkan karena alasan yang tidak pasti. Dari situ lama-lama aku bosan karena untuk bertemu dengan Qila sulit sekali. Dan kebetulan ada Yola, dokter baru pindahan dari kota lain dan Yola itu baik dan lebih berinisiatif untuk kita dekat. Sehingga lama-lama aku lupa dengan Qila dan nyaman dengan Yola, tapi aku tidak tahu justru ketika kita terkena musibah Yola meninggalkan aku dan dia bilang kita tidak ada hubungan di saat aku dan Qila juga sudah berakbir hubunganya. Sedih banget yah nasib gue. Di tinggal pas lagi sayang-sayangnya dan harus menerima takdir tubuh bonyok kaya gini," kekeh Sam menertawakan nasibnya.


"Terus Qila kamu sudah tidak suka lagi?" tanya Naqi dengan penuh hati-hati.


"Entah, kasihan sama Qila, takutnya dia merasa kalo aku mendekatinya karena butuh saja, biarpun kenyataanya memang seperti itu sih. Aku mendekati Qila ketika butuh saja setelah ada yang lain aku tinggalkan dia, dan justru aku juga tidak membalas pesanya walaupun dia berkali-kali mengirim pesan menayakan kabar tetapi tidak aku balas sedikit pun. Wajar sih dia marah dan kesal terhadap aku. Lagian dia masih mau peduli dengan membayar perawat buat aku sudah lebih dari cukup sih." Sam dan Naqi pun malam ini menghabiskan waktu bersama dengan saling bercerita satu sama lain. Sedangkan Cyra dan Qari di ruangan Naqi masih tertidur dengan pulas hanya beralasan kasur lantai tetapi mereka sangat kompak dan tidur saling berpelukan satu sama lain sehingga sepertinya lebih cocok Qari dan Cyra yang menjadi sodara. Bukan Qari dan Naqi yang selalu beradu pendapat setiap saat.


"Ya udah Sam aku kembali ke ruangan dulu yah, semoga kamu cepat sembuh yah, aku sudah lumayan ngantuk pengin istirahat," ucap Naqi berpamitan pada Sam yang juga kondisinya tidak lebih baik dari Naqi.


"Iya terima kasih Qi, sudah datang menemani aku dan, ngomong-ngomong kamu kenapa bisa sakit dan punggung kamu kenapa?" tanya Sam dia baru sadar bahwa Naqi tengah sakit dan punggungnya seperti terkena air keras.


"Ah, ini ada kejadian yang tidak terduga, tetapi ada bahagianya juga berkat luka ini aku sekarang ketemu lagi dengan Cyra. Doakan yah Sam semoga aku dan Cyra bisa kembali menjalin rumah tangga, aku sayang banget sama Cyra," ucap Naqi dengan bersungguh-sungguh agar Sam juga ikut mendoakan dirinya.


Sam pun nampak mengernyitkan dahinya. "Kamu sudah ketemu dengan Cyra, Wah selamat yah, semoga rencana kamu lancar dan aku ikut senang dengarnya," balas Sam ikut bahagia dengan apa yang Naqi sampaikan.

__ADS_1


"Terima kasih, kamu juga semoga segera mendapatkan perempuan yang terbaik, dan kalo sudah ada orangnya jangan melakukan hal yang sama. Aku pun menyesal sudah melakukan hal bodoh, terus kamu malah mengikuti jejak aku, rasanya pengin nenasihatin kamu, tetapi aku juga sama ajah bodoh. Jadi aku cuma bisa berdoa yang terbaik dengan kamu ajah deh." Naqi pun setelah menghabiskan sebagian malam untuk bercerita dengan Sam, kembali kemamarnya dan kini gantian Naqi yang mengantuk. Dan Karena punggungnya yang masih nyeri Naqi pun harus tidur dengan tengkurap. "Huh ngantuk, pengin tidur tetapi rasanya susah banget yah mau tidur," ucap Naqi sembari menatap Cyra dan Qari yang tidur dengan nyaman dan tidak tergoda apapun biarpun Naqi beberapa kali membuat kegaduhan.


__ADS_2