
Haiii... hayo siapa yang udah percaya kalo novel ini udah TAMAT? Enggak ko masih lanjut, (Emot tertawa) tapi kalau Cyra punya Baby atau tidaknya paling numpang ke novel Qari, nitip dikit di episode dia....
Soalnya kalau novel ini masih lanjut novel Qari ga terbit-terbit, jadi Cyra paling othor tamatin sampai Nunu nana ajah ya, setelah itu kehidupan sehari-hari bakal nebeng ke Qari (Itu juga kalau ada yang kanget sama Bambang Naqi ma Neng Cyra)
"Meta...." pekik Cyra dan Naqi bersamaan.
Naqi dan Cyra saling pandang, dan seolah bertanya gimana bisa Mesy ada di kamar mereka? Apa ini ide kejahilan Meta dan Fifah yang udah bersatu. Apa mereka tidak tahu momen ini sudah ditunggu-tunggu dari jaman Alif hingga Ya, tapi giliran udah SAH dan tinggal naik-naik ke puncak bukit malah ada si kecil dengan pulasnya tidur di kamar mereka.
Dengan langkah loyo Cyra dan Naqi berjalan ke arah tempat tidur yang besar dan sudah pasti empuk dan nyaman untuk tidur di kala cape seperti ini. Taburan kelopak mawar membentuk simbol lope sih masih utuh, tapi ada bonus baby imut di atas. Sungguh pemandangan yang menggemaskan.
"Alamat gagal ngadon mochi deh," batin Naqi sembari mengikuti langkah Cyra yang udah lebih dulu berjalan di depan Naqi.
"Mas, coba deh lihat ini ada surat buat kita, kayaknya dari Meta deh buat kita," ujar Cyra sembari mengambil kertas di atas Mesy yang masih pulas tertidur itu.
"Paling juga ucapan dia karena sudah berhasil bikin kita kesal," jawab Naqi dengan jutek, seolah tahu sekali dengan apa isi surat itu.
"Hust... jangan suudzon deh, kasihan siapa tahu memang dia melakukan ini terpaksa," ujar Cyra, ia memang tahu kalau Meta dan Fifah sama-sama punya sifat jahil, tapi kayaknya kalau jahilnya sampai ganggu malam pertama kayaknya Meta juga tidak setega itu, dan juga Meta sendiri pasti udah tahu malam pertama seperti apa pasti kalau dia diganggu juga akan marah. Jadi mikir dua kali kalau mau idengin Cyra dan Naqi, yang udah nunggu cukup lama.
Cyra memilih mengabaikan pendapat Naqi, dan membuka surat yang Meta tulis, Meta tahu kalau nomer ponsel Cyra tidak aktif dan juga Naqi sudah tidak mungkin fokus dengan ponselnya sehingga memilih menulis surat itu.
"Ra maaf yah, nitip Mesy, tadi karena Fifah kecapean jadi kita mutusin nginep di kamar hotel juga, ternyata tadi Fifah keluar flek dari jalan lahir, dan gue harus buru-buru bawa kerumah sakit, sedang mamah dan momy udah pulang semua. Kebetulan acara loe udah selesai jadi Mesy gue pindahin ke kamar loe. Nitip Mesy, dia aman kok, udah terlatih ada gempa malam hari, jadi kalau kalian mau bercocok tanam anak itu tidak akan rewel, malah dia semakin nyenyak karena dikira di gedong." Cyra jadi cemas dengan kondisi Fifah apakah dia baik-baik saja atau malah nanti dia dalam keadaan bahaya.
Cyra memberikan surat yang tadi dia baca ke pada suami barunya agar Naqi tidak salah paham dengan adanya Mesy di kamar dia. Bukan Meta yang mau mengerjai malam panjang mereka, tetapi memang Fifah yang butuh kerumah sakit, dan keputusan Meta menitipkan bayinya di kamar Cyra masih bisa dimaklumin.
Selanjutnya Cyra mengaktifkan ponselnya dan menghubungi Meta guna mencari tahu kondisi Fifah. Cyra bisa bernafas lega, setelah Meta bilang kalau Fifah tidak apa-apa, diaa hanya kecapeaan dan semuanya baik-baik saja, tetapi untuk sementara waktu Fifah akan di opnam sampai badanya tidak lemas.
"Gimana kondisi Fifah?" tanya Naqi setelah membaca surat dari Meta.
__ADS_1
"Sejauh ini semuanya masih aman, bayi dan ibunya sehat semua, hanya kak Fifah di kehamilan sekarang memang gampang lelah, dan dia kecapean kayaknya, soalnya dia ikut sibuk bantu acara pernikahan kita," jawab Cyra sembari menghempaskan bokongnya di pinggir kasur yang empuk.
Naqi duduk di sampingnya, menyendekkan kepala di pundak Cyra. "Kalau gitu kita bisa dong bikin mainan yang kaya Mesy, sekalian ngayun Mesy dengan cara kita," bisik Naqi, sembari memainkan nafasnya yang hangat untuk memancing agar suhu tubuh memanas....
"Nanti dong Mas, masa tidak mandi dulu," balas Cyra sembari hendak beranjak dari duduknya dan akan kamar mandi, tetapi tanganya lebih dulu di cengkram oleh Naqi. Sehinggaa Cyra tidak bisa melanjutkan langkahnya.
"Mandinya nanti dulu, kita olahraga dulu, cari keringat. Nanti kita mandi bareng," bisik Naqi dengan mata yang di kedipkan sebelah, menggoda istri bocilnya. Cyra melotot, rasanya dulu mereka sudah nikah tidak begini perlakuan Naqi kenapa sekarang menjadi ganjen sekali.
Tangan Naqi langsung menarin tangan Cyra dengan sedikit kencang sehingga Cyra yang tidak ada persiapan tertarik, dan jatuh tepat di tubuh Naqi yang ternyata dia sudah siap menangkap Cyra.
Ahhh... Pekik Cyra ketika kaget dengan perlakuan suaminya yang jauh dari dulu, sekarang lebih iseng, tau caranya membuat istrinya tersipu malu.
"Jangan berisik nanti anak yang pertama bangun," kekeh Naqi sembari membekap mulut Cyra, dan mereka pun terkekeh bersama, benar apa yang dikatakan Meta kalau anaknya itu sudah terlatih dengan guncangan sehingga tidak usah was-was akan bangun. Bayi berusia hampir enam bulan itu sunggu pengertian di mana ada sepadang suami istri yang akan saling mencoba membuat mainan yang bisa bicara.
Tatapan Cyra dan Naqi saling beradu dan untuk prmanasan tidak usah di ajarkan lagi karena mereka sudah pernah mencobanya. Tatapan yang penduh damba berubah menjadi pemanasan yang cukup membuat suhu tubuh menghangat. Tangan-tangan mereka pun tidak diam, saling membuka penutup tubuh pasangan halalnya.
Bukan pemandangan yang baru sebenarnya karena sebelumnya mereka pun pernah saling memuja dengan raga yang sama, meskipun tidak sampai tahap yang kata orang adalah surganya dunia.
"Jangan ditutupin, mana asik kalau ditutupin," bisik Naqi di balik telinga Cyra, daerah sensitif, yang selalu membuat tubuhnya mere-mang apabila daerah itu dija-mah.
"Malu," jawab Cyra dengan wajah merah merona. Hal itu membuat ga-irah Naqi semakin memu-cah tidak tahan lagi apabila hanya memuja tubuh mulus istrinya. Kesempatan malam ini pun tidak Naqi sia-siakan. Ia akan terus berusaha hingga berhasil benihnya tumbuh di rahim Cyra.
Nafas yang saling memburu seolah tengah saling bersahutan, dada yang naik turun sudah menggambarkan bahwa permainan mereka memang luar biasa.
"Mas enggak pake jamu dari kakek kan?" tanya Cyra sembari meringis menahan rasa perih di bagian pangal pahanya. Karena ulah suaminya yang membuat pertahananya harus di bobol paksa malam ini. Perih di awal, tetapi selanjutnya tubuhnya merengek meminta lebih dan terus di pu'askan sebelum nikmatnya surga dunia diraihnya.
Naqi mengernyitkan dahinya. "Enggak dong, alami. Kok bisa tanya seperti itu?" tanya Naqi heran.
__ADS_1
"Enggak, tanya ajah kirain pake jamu, takutnya di tanya readers," kekeh Cyra kedua matanya melirik Mesy yang justru sepertinya bocah itu keenakan ketika kasur yang ia tiduri bergoyang. Di mana anak bayi yang lain apabila kasur bergerak sedikit saja akan terbangun dan menangis. Mesy benar-benar terlatih oleh Meta, dia tidak peduli ada gempa atau gempuran rudal tetep pulas di dalam alam mimpinya. Cyra dan Naqi pun saling berpelukan dan terkekeh ketika melihat Mesy.
Kecemasan Naqi tidak terbukti dia tetap bisa menabur benih meski ada bayi di kamar mereka.
"Jangan tidur dulu katanya mau mandi bareng," bisik Naqi. Cyra pun tahu bahwa mandi bareng yang Naqi maksud adalah mandi berbonus satu ronde lagi.
Mereka pun melanjutkan usaha membuat mainan di kamar mandi sekalian mandi. Benar kata orang-orang kalau malam pertama memang malam yang panjang dan tidak tela kalau tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.
...****************...
Terima kasih yang tidak terkira dari othor untuk teman-teman yang sudah ngikutin othor sampai sini. Baik dari yang udah ngikutin Othor di novel BEAUTY CLOUDS (Tamat) sampai sini dan sampai selanjutnya. Othor tidak bisa memberikan apa-apa selain doa yang tulus untuk readers semoga sehat selalu dan rezekinya selalu lancar. 🙏
Sekali lagi othor bukan apa-apa tanpa kalian, kritik dan saran selalu menjadi motifasi othor. Tidak henti-hentinya othor ucapakan Hatur nuhun alias terima kasih banyak. Kalau berkenan mampir juga yah di novel baru othor.
CINTA DI AMBANG DERITA
PELANGI TANPA WARNA tunggu juga novel yang masih di proses, Qari dan Al, serta Deon yang mungkin sebagian readers udah nungguin. Semoga pertengahan bulan ini sudah publis lagi yah.🙏
__ADS_1
Jangan an Fav dulu karena bab bonus bakal othor bagikan buat readers setia othor❤❤❤