Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Dunia yang Berbeda


__ADS_3

Cyra dengan perasaan gugup membuka pintu mobil dengan sangat pelan. Tentu hal yang paling mengganggu di dalam pikiranya, ia bingung mau mengucapkan apa dan harus berbuat apa? Cyra begitu membuka pintu mobil menyodorkan tangan kanannya hendak mengajak bersalaman dan dia hendak mencium laki-laki gemulai itu dengan takzim, sebagai rasa hormat ketika ia bertemu dengan orang baru dan lebih tua darinya.


"Hay...." Laki-laki gemulai itu langsung menyapa Cyra dengan suara khas manjanya dan langsung memeluk, serta melakukan ritual cepika-cepiki.


Cyra hanya mematung kaget, serta tangan kanan yang masih terulur hendak mengajak salaman, tetapi justru tidak ada respon dari laki-laki gemulai tersebut. Cyra akhirnya meremas tangan kananya. Lalu kembali membukanya dan mengusapkan di punggung laki-laki tersebut mengikuti apa yang laki-laki gemulai itu lakukan pada punggungnya.


"Hai, cantik. Ko diam ajah sih? Kenalkan nama I'm Meta. Metalia Kurnia-Wan." Ia mengenalkan namanya dengan suara manjanya, tetapi ketika menyebutkan Wan dengan suara pria yang menggelegar. Bahkan Cyra sampai terlonjak kaget karena suara Meta yang tiba-tiba sajah berusah dari kemayu dan tiba-tiba ke suara kodam cowoknya keluar.


"Hai... Ka Me..Ta," balas Cyra dengan ragu menyebut nama Meta.


"Nggak usah pake sebutan Kaka. Penggil ajah aku Meta M-E-T-A," ujar Meta dengan menekan kan setiap huruf dinamanya.


"Baik lah M.. Me-Ta." Cyra membalas dengan suara aga sedikit ragu, dan tanpa expresi ia masih menyesuaikan dengan seseorang yang berada di depanya saat ini.


"Nah, begitu. Ngomong-ngomong you cantik sekali. Siapa nama you?" tanya Meta dengan nada manjalita dan jari lentik yang selalu dimainkanya.


"Na... nama saya Cyra." Cyra terbata memperkenalkan namanya, terlebih ketika ada yang memujinya cantik tentu ini adalah hal pertama kalinya ada orang lain yang memuji dirinya. Padahal tanpa dia ketahui Naqi dan yang lainya pun sering memujinya. Hanya sajah mereka tidak berani berbicara terus terang. Alias hanya memuji di dalam hatinya.


"Aduh you jangan takut gitu, I'm nggak galak ko, yuk kita langsung cap cus ke dalam. Kita langsung latihan ajah udah siang nanti si bos marah kalo kita kelamaan ngerumpi," ujar Meta sembari menoel pipi putih Cyra.


Cyra pun langsung bergegas turun mengikuti Meta. Tentu sebelumnya Cyra sudah berpamitan dengan Pak Kurso dan meminta beliau tetap menungguinya agar ia tidak merasa seorang diri.

__ADS_1


Meta berjalan lenggak-lenggok bak pragawati dan diikuti Cyra yang berjalan dengan tergesa mengimbangi langkah Meta yang memang berjalan lebih cepat dari pada Cyra.


Cyra mengamati setiap ruangan yang berada dalam gedung tersebut dengan teliti. Meta masuk kesalah satu ruangan yang lebih besar disana ternyata banyak orang-orang yang tengah sibuk dengan kegiatanya masing masing.


"Hai Cin, minta waktunya sebentar. I'm mau kenalin model buat prodak maskara yang di rekomendasiin oleh Bos Naqi. Namanya Cyra." Meta dengan lantang memperkenalkan Cyra. Sementara Cyra yang berdiri di samping Meta pun mengangguk dan tersenyum ramah.


"Mohon, bantuan dan kerja samanya dari kalian semua." Hanya kata-kata itu yang bisa Cyra ucapkan karena memang ia sendiri sedikit gerogi ketika berhadapan dengan orang banyak.


Para team pun menganggukan kepala serentak dan menyapa Cyra dengan ramah. Namun, tentu tidak semuanya ramah dan wellcome dengan kedatangan Cyra. Terutama para atis atau selebgram yang sudah lebih lama terjun di dunia model dan selebriti. Mereka hanya melirik ke arah Cyra dengan tatapan sinis dan kembali fokus dengan layar pintarnya. Andai ada yang baik itu juga kalo berada didepan kamera. Sangat jarang mereka yang benar-benar menerima dengan hati terbuka ketika ada artis baru. Apalagi dari penampilan sangat tidak berkelas seperti Cyra, yang kampungan dan norak. Itu penilaian mereka ketika melihat pertama kali penampilan Cyra.


"Udah yuk, ikut I'm kita latihan dulu konsep iklanya gimana jadi ketika nanti you take sudah nggak binggung lagi," ujar Meta sembari mengajak Cyra masuk ke ruangan yang lebih kecil dari pada ruangan barusan.


Cyra hanya bisa mengikuti kemana Meta mengajaknya. Untung dari dulu hatinya sudah biasa mendapatkan tatapan-tatapan tidak suka dari keluarganya. Sehingga ketika ia sekarang mendapat tatapan itu dari mereka yang tidak menyukainya Cyra bisa mengabaikanya dan bersikap biasa sajah.


Cyra yang notabenya memiliki otak cerdas sehingga dengan cepat bisa menirukan gerakan yang Meta ajarkan. Tidak hanya itu Meta pun mengajarkan serta menunjukan gimana agar auranya memikat dan seolah mengajak para calon pembeli untuk memilih produknya hanya dengan tatapan yang banyak mengandung arti.


Cyra akui Meta ternyata baik, bahkan ia tidak sekali pun marah atau membentak dan berkata-kata kasar ketika Cyra melakukan kesalah. Dia dengan sabar menuntun Cyra menjadi calon model yang profesional. Biarpun ini pertama dari Cyra untuk mengikuti latihan model tetapi ia yang memang dari kecil memimpikan profesi itu. Jelas secara otodidak sudah belajar sehingga ia tidak terlalu sulit menerika materi yang Meta ajarkan.


"Astagah cin, ternyata you hebat bisa cepat menguasai materi buat iklan nanti." pekik Meta girang ketika Cyra cemat berlatih. "Ngomong-ngomong kita istirahat dulu yuk, I'm sudah lapar nih." Meta meminta Cyra istirahat dan mengajaknya makan bersama, sembari mengusap-usap perut ratanya.


Cyra hanya mengangguk, kebetulan ia juga sudah lapar, karena memang ini sudah lewat dari jam makan siang. Serta jatah syuting Cyra adalah yang paling terakhir sehingga masih banyak waktu untuk mereka makan siang.

__ADS_1


"You mau makan apa? Biar nanti OB yang membelikanya." Meta menanyakan makanan apa yang ingin Cyra makan untuk menu makan siang hari ini.


"Samain ajah sama Meta," jawab Cyra dengan lembut.


Akhirnya Meta yang memilih menu untuk makan siang kali ini, yaitu nasi padang. Cyra menyodorkan uang dua lembar dengan warna merah sebagai uang makan siang mereka. Cyra meminta membeli tiga bungkus untuk dirinya sendiri, Meta dan OB. Cyra merasa kasihan dengan OB itu dan ingin memberikan bonus makan siang.


Sembari menunggu makananya datang Cyra dan Meta mengobrol banyak hal terutama dengan ilmu menjadi model. Dengan senang dan suka rela Meta menjelaskan dasar-dasar menjadi model.


Disaat Meta asik berbagi ilmu. Cyra berniat untuk jujur dengan kondisinya dan apabila diperbolehkan ia ingin menjadi model dengan fisik aslinya, tanpa harus menutupi kekuranganya dengan hijab.


"Met, aku ingin jujur sesuatu dengan kamu, dan setelah aku jujur. Aku berharap sutradara dan produser tidak keberatan dengan kekurangan fisik aku dan mereka mau memakai aku sebagai model dengan penampilan asliku." Cyra dengan ragu menyampikan niatanya.


Meta mengernyitkan dahinya tidak begitu mengerti maksud dari perkataan Cyra. " Maksud you apa?" tanya Meta dengan tatapan bertanya heran.


Cyra menatap sekeliling ruangan yang tidak luas itu, tidak ada siapa-siapa selain mereka. Hal itu Cyra gunakan untuk membuka hijabnya dan menunjukan perbedaan yang ada dalam tubuhnya.


Meta melotot kaget dengan penampilan Cyra yang berpenampilan botak, alias tanpa rambut, tetapi tidak mengurangi kecantikanya.


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


# Jangan lupa mampir ke Beauty Cloads yah, Karya Author yang pertama. Ceritanya juga nggak kalah seru loh...


__ADS_2