Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Sumber Kekuatan


__ADS_3

Setelah Cyra mengabarkan kepada penggemarnya bahwa ia dalam kondisi baik-baik saja. Naqi pun menjadi bahagia setelah Cyra kembali ke sosial medianya, memang Naqi tidak tahu Cyra ada di belahan bumi bagian mana, tetapi setelah adanya kabar bahwa Cyra akan aktif kembali di sosial medianya hal itu membuat Naqi jadi bersemangat lagi. Setidaknya ia bisa lihat Cyra yang baik-baik saja.


Tidak jauh berbeda Cyra pun ada perasaan entah apa yang jelas ia bersemangat kembali setelah mendapatkan pesan dari Naqi. Namun Cyra tidak ingin terlalu berharap di hatinya masih ada rasa kecewa yang teramat dengan perlakuan Naqi tepo lalu. Sehingga ia tetap membatasi hatinya untuk mengharap lebih bahwa yang Naqi tuliskan di pesanya menjadi kenyataan.


Hari-hari yang di lalui Naqi pun semakin berwarna dan dengan semangat baru, itu semua karena Cyra mantan istrinya yang selama ini membuat hari-harinya jadi hancur dan gelap seolah tanpa arah, kini setidaknya telah memberikan kabar sehingga Naqi ada semangat baru untuk jalan hidupnya yang tersisa ini.


Cyra memang bukan cinta pertama Naqi tetapi, perasaanya dengan Cyra sungguh sangat berbeda. Bahagianya sangat luar biasa walaupun hanya tahu bahwa Cyra sedang online di intagram'nya Naqi sudah bahagia luar biasa. Dia bahkan rela membuat akun fake untuk tetap bisa menyapa Cyra, tanpa Cyra tahu bahwa pemilik akun itu adalah mantan suaminya yang telah menyesali perbutanya dan kini hanya mengharapkan dirinya kembali. Sampai diujung bahagia, mereka bisa kembali hidup dalam satu atap dengan kebahagiaan yang mereka ciptakan.


****


Dua bulan telah berlalu, sejak postingan terakhir Cyra sampai detik ini belum memberi kabar apa-apa lagi. Namun tidak menyurutkan hati Naqi, ia masih terus semangat menunggu notif dari punjaan hatinya.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu dari penantian yang panjang, di mana hari ini penentuan dari hasil oprasi mommy yang panjang dan cukup melelakan, bahkan adai tidak ada putri tercintanya yang selalu memberikan dorongan semangat. Mommy sudah menyerah dan tidak ingin melanjutkan serangkaian pengobatan yang sangat melelahkan itu. Setelah berjuang sampai titik darah penghabisan akhirnya masa sulit itu pun akan segera terlewati.


"Kamu sudah siap Ra untuk mengetahui hasil oprasi Ezah?" tanya Mr Kim pada Cyra yang bahkan sangat terlihat kecemasan di wajah Cyra. Sejak pagi menyapa, dan dokter mengabarkan bahwa hari ini ada pembukaan perban untuk mengetahui berhasil atau tidak oprasi yang di jalani mommy. Tidak hanya itu mungkin ini adalah sapaan Mr Kim dengan suara yang lembut, biasanya ia akan bersikap dingin dan sangat menyebalkan di mata Cyra. Semua yang dilakukan Cyra akan salah di mata Mr Kim. Yah, dari pertama Cyra datang sampai detik ini Mr Kim masih saja dingin dan tidak menunjukan sisi bersahabatnya. Meskipun Cyra kadang mengalah duluan menyapa dan selalu mencoba mengakrabkan diri, tetapi manusia kulkas itu selalu saja dingin dan beku.


Cyra hanya mengangguk dengan menggigit bibir bawahnya, rasa cemasnya tidak bisa ia hindari. Padahal segala doa sudah ia rapalkan agar hatinya tenang dan tidak cemas, pasti dokter sudah bekerja sangat profesional dan melakukan yang terbaik, tetapi rasa takut dan cemas selalu menemani perasaan Cyra.


"Kamu nggak usah takut, dokter yang mengatasi mommy kamu adalah dokter terbaik, kemungkinan untuk gagal sangat kecil, jadi apa yang kamu takutkan lagi. Kamu jangan takutkan apa-apa lagi, karena semunya akan baik-baik saja." Mr Kim memberikan semangat pada Cyra agar ia kembali masuk kedalam dan mememani mommy'nya.


"Tapi gimana kalo kemungkinan kecil itu justru yang terjadi. Bagai mana kalau sampai gagal dan usaha momy sia-sia. Sakit yang momy rasakan tidak bisa memberikan kesembuhan?" Pikiran Cyra di penuhi dengan kecemasan yang membuat ia tidak bersemangat. Ia ingin pergi kebelaham bumi yang berbeda, dan menghilang sejenak sampai ia tahu hasil dari oprasi yang di jalani mommy Ezah berhasil.


Cyra pun meneteskan air matanya, ia bahkan tidak mengetahui bagaimana wajah papahnya dan beliau di makamkan di mana? Setiap mengingat hal itu Cyra kembali bersedih. Membayangkan betapa mengerikanya dulu orang-orang kepercayaan papah'nya yang tega menghabisi papah'nya demi sebuah harta yang papah'nya miliki.

__ADS_1


Cyra pun menyeka air matanya dan mengembangkan senyumnya. "Cyra harus kuat, Cyra harus bisa sekuat momy. Pasti momy lebih deg-degan dari Cyra, tetapi momy tidak menyerah, ayo semangat Cyra kamu pasti bisa." Cyra menyemangati dirinya sendiri di dalam batinnya.


Setelah ia mengatur nafanya dan kini tidak lagi terlihat kegundahan di tubuh Cyra, gadis yang kini sudah hampir menginjak umur dua puluh tahun itu pun membuka pintu kamar momy'nya dengan perlahan. Sebab takut mengganggu momy yang entah sedang tidur atau justru tengah berdoa dan harap-harap cemas, seperti yang Cyra rasakan. Sementara Mr Kim pun mengekor di belakang Cyra.


Setidaknya Cyra tidak sekacau tadi. Cyra duduk di tempat favoritnya di samping momi'nya di mana ia biasa memandang wajah momy yang masih sangat cantik.


"Ra, apakah itu kamu sayang?" tanya mamih dengan menggerak-gerakan tanganya mencari keberadaan putrinya. Ternyata momy tidak sedang tidur melainkan sedang berdoa sesuai dengan dugaan Cyra yang nomor dua.


"Iya Mom, ini Cyra, putri mommy apa mommy butuh bantuan dari Cyra?" tanya Cyra berusaha tidak terlihat sedih.


Momy menggeleng pelah. "Kamu jangan kemana-mana yah sayang. Temanin momy terus yah, jangan tinggaling mommy," ujar momy Ezah dengan suara bergetar dan jemari mereka saling bergenggaman.

__ADS_1


"Mom, Cyra tidak akan meninggalkan mommy, apapun hasilnya Cyra akan terus menemani momy. Momy adalah sumber kekuatan untuk Cyra, jadi Cyra tidak akan meninggalkan momy, kita akan selalu bersama-sama untuk selamanya," balas Cyra dengan suara tegas menunjukan bahwa ia sangat yakin tidak akan meninggalkan momy'nya dalam kondisi apa pun.


Mommy Ezah pun tersenyum dengan bangga ketika putri'nya selalu ada di sampingnya, dan selalu memberika dorongan untuk sumber kekuatanya.


__ADS_2