
Cyra yang melihat bahwa sahabatnya itu tengah bersedih pun meminjampak bahunya untuk bersandar. Cyra tidak tahu bagaimana perasaan Qila kepada Sam tetapi kalo dilihat dari kesedihan Qila sih sepertinya Qila sudah benar-benar menyayangi Sam. Itu yang bisa Cyra lihat.
Sedangkan di rumah sakit tempatnya Sam bekerja, terjadi kepanikan sebab dua tenaga medis dari rumah sakit itu kini terkulai berlumuran darah diatas bed pasien di IGD.
Yola, terluka parah di Kaki, tangan dan badanya banyak terdapat luka, di pelipis pun terdapat luka benturan yang mengakibatkan luka di pelipisnya cukup parah dan mengeluarkan banyak darah, sehingga perlu di jahit untuk menutup lukanya.
Sam, terjadi luka di kaki dan cidera di leher yang cukup parah dua pasien itu belum sadarkan diri. Selain Sam dan Yola tentu ada korban luka-luka lainnya, bahkan ada satu korban meninggal dunia yang mengendarai motor tepat posisinya dibelakang Sam.
Team medis di rumah sakit yang bertaraf internasional itu pun mulai sibuk dan panik ketika satu per satu korban kecelakaan berdatangan. Sam dan Yola setelah mendapatkan penanganan dan sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap, Yola dan Sam di tempatkan di satu kamar dan kini keduanya pun sudah nampak sadar. Tidak terjadi obrolan diantara keduanya. Hal itu karena mereka sendiri tengah merasakan sakit akibat kecelakaan tersebut.
Sementara Qila yang cemas masih menunggu kabar dari polisi. "La, makan dulu yuk, nanti kalau memang Sam adalah salah satu korban kecelakaan itu pasti kamu dihubungi kok sama polisi jadi kamu nggak usah cemas semua akan baik-baik ajah." Fifah mencoba menenangkan Qila.
Qila pun walaupun malas, tetapi tak ayal ia ikuti juga saran Fifah dan Cyra mereka makan bersama dan benar saja di tengah-tengah makan dan tiba-tiba ponsel Qila berbunyi dan itu dari kepolisian mengabarkan bawa benar atas nama Samuel menjadi salah satu korban tabrakan beruntun tadi sore.
Qila pun terlihat tampak syok, tetapi Qila mencoba mengatur nafasnya dan menenangkan perasaanya.
"Kenapa sayang?" tanya mommy yang melihat Qila tidak baik-baik saja.
Qila melihat kearah mommy dan mamah Mia. "Benar dugaan Qila mam, mom, Sam menjadi korban kecelakaan di tempat tadi Qila lewat," lirih Qila ketika tahu bahwa Sam menjadi korban kecelakaan beruntun tadi.
Cyra sontak langsung menghentikan makan malam dan mencoba menghampiri Qila dan mengelus punggungnya untuk menenagkan agar Cyra tidak cemas. "Kamu yang sabar yah, dan kamu jangan sampai cemas kamu harus terus ingat dan sadar jangan terbawa perasaan sehingga kamu kehilangan arah," bisik Cyra, menguatkan Qila yang bahkan makan saja baru beberapa suap. Dan kini Qila sudah menghentikan makananya.
__ADS_1
"Rencana kamu apa La?" tanya Fifah bergantian dengan Cyra.
"Aku ingin menengok Sam, kira-kira dizinkan tidak oleh kalian?" tanya Qila, tetapi tentu semunya tahu bahwa Qila sangat berharap semuanya mengizinkan Qila untuk menemui Sam.
"Aku temenin yah La?" tanya Cyra karena tidak tega apabila Qila pergi seorang diri menemui Sam. Bahkan fikiran Qila tengah kalut, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kalo Qila memaksakan pergi seorang diri.
"Apa nanti tidak merepotkan kamu Ra?" tanya balik Qila pada Cyra.
"Tidak La, tidak sama sekali malah aku suka apabila bisa membantu kamu apabila dibutuhkan nanti," jawab Cyra sembari beranjak dari duduknya, meninggalkan makanan yang baru dia makan beberapa suap itu, tetapi sudah terpaksa dihentikan karena Qila yang harus segera kerumah sakit.
"Baiklah kalo gitu kita berangkat bersama." Qila pada akhirnya menerima tawaran Cyra. Mereka pergi dengan sopir pribadi milik Cyra, sebab Meta belum pulang untuk mengurus pernikahanya sehingga Cyra tidak mengajak serta Meta. Padahal apabila ada Meta mereka akan lebih aman.
Namun tidak masalah kan ada supir yang siap antar jemput kemana saja. Setelah berpamitan kini Cyra dan Qila pun menuju rumah sakit di mana Sam di rawat, setelah meminta izin untuk menjenguk Sam, dan kini Cyra dan Qila pun masuk ke kamar rawat di mana di sana hanya ada dua bad pasien yaitu hanya ada Sam dan Yola.
Qila melirik ke arah Yola yang sejak Qila dan Cyra masuk seolah melihatnya dari ujung kaki hingga ujung rambut, entah apa maksudnya tetapi cukup membuat Qila dan Cyra risih diperhatikan seperti itu.
Sam begitu tahu yang datang Qila seolah wajahnya berubah menjadi pucat pasi, hal itu disebabkan karena merasa bersalah mungkin sehingga pucat wajahnya.
"Maaf kalo kedatangan saya mengganggu. Saya hanya ingin memastikan kalo kondisi dokter baik-baik saja, dan tadi waktu pulang kerja saya tidak sengaja melihat kejadiaan tabrakan beruntun yang dokter alami dan setelah saya perhatikan bahwa korban benar dokter, orang yang saya kenal. Sehingga saya memutuskan untuk menjenguk Anda, dokter." Qila memecah kesunyian.
"La, maaf. Aku minta maaf karena sudah membuat kamu sedih. Aku bersalah, dan mungkin ini hukuman dari yang diatas untuk aku, tapi tolong kamu jangan pernah berubah La." Sam justru membahas topik lain.
__ADS_1
"Maaf dokter, Anda berbicara apa? Saya di sini hanya ingin menjenguk Anda, dan memastikan bahwa Anda baik-baik saja, dan tentunya mendoakan Anda dokter, jadi lekaslah sembuh. Banyak pasien Anda yang membutuhkan jasa Anda dokter." Qila tidak ingin membahas hal lain, karena niatnya datang kesini hanya untuk menjenguk Sam yang habis kecelakaan.
"Semoga cepat sembuh Sam, dan mohon maaf baru datang menjenguk, cepatlah sembuh dan semoga bahagia dengan pasangan barunya. Tapi kalo boleh saran sebelum kamu mencari pengganti Qila, selesaikan dulu hubungan kamu dengan Qila. Jangan kamu gantung sahabat aku bagaimana pun Qila punya perasaan di mana beberapa kali memergoki kamu bersama dengan wanita lain itu sudah sakit, kamu tambah dengan fakta seperti ini rasanya kalo aku jadi Qila akan mengacak-acak ruangan ini." Cyra menatap Sam yang wajahnya semakin pucat itu.
Sementara Qila duduk di kursi dengan Cyra berdiri di sampingnya dengan tangan saling berpegangan. Cyra tahu gimana sakitnya perasaan Qila terlebih wanita itu masih ada di ruangan yang sama dengan mereka saat ini.
"Iya aku tahu, aku salah Ra, aku terlalu berharap lebih dengan hubungan kita. Sehingga aku mudah kecewa, seharusnya aku tidak berharap lebih, dan bisa menerima hubungan kita, dan saling menutupi kekurangan satu sama lain. Bukan malah mencoba mencari kekurangan pasangan dari yang lain. Sungguh kejadian ini menyadarkan aku betapa banyaknya pembelajatan ini, memberikan aku banyak sekali bekal pelajaran yang aku lalui selama ini." Sam berkata sembari menahan suara bergetar, entah karena menyesal dan menangis atau karena merasa bersalah dan bertaubat.
"Aku hanya ingin kita kenal tanpa ada setatus, rasanya akan lebih nyaman Dok, hati saya juga akan tetap terjaga tanpa ada yang bisa menyakiti. Biarkan satu tahun dengan kepahitan cukup membuat Qila sadar bahwa yang menerima Qila apa adanya terlebih Qila miskin itu sangat sulit Dok. Biarkan Qila fokus mencari nafkan untuk keluarga Qila yang kurang beruntung." Qila bingung mau meninggalkan Sam, tetapi dia tidak memiliki keluarga yang datang untuk menjaganya.
Setelah berunding dan karena kasihan dengan Sam yang masih belum bisa ngapa-ngapain akhirnya Cyra dan Qila memutuskan menyewa suster pribadi untuk merawat Sam.
Namun Cyra dan Qila tidak terlibat mengurus Sam, melainkan Qila dan Cyra akan pulang, dan nanti kalo ada hal apapun itu suster baru akan memberitahukan dengan Qila. Semua pembiayaan suster Qila yang bayar. Biarkan hubungan mereka berakhir kurang baik tetapi Qila tidak mau saling bermusuhan dengan Sam. Biarkan Sam dengan kisah cintanya yang baru dan Qila pun akan kembali fokus untuk mencari uang untuk keluarganya toh yang terpenting keluarganya untuk saat ini. Qila fikir dulu ketika berpacaran akan berakhir dengan bahagia dan seperti orang-orang ternyata berpacaran tidak enak.
"Dok Kami sudah memutuskan untuk mengurus dokter kami sudah sewakan suster, nanti kalo ada perlu apa-apa dokter boleh hubungi Qila. Tapi mohon maaf karena kita sudah tidak ada hubungan lagi Qila dan Cyra akan pamit pulang. Semoga dokter cepat sembuh yah dan juga jangan terlalu banyak berfikir. Segera lah istirahat yah dok dan semoga cepat sembuh.
Qila dan Cyra pun pada akhirnya pulang kembali kerumah mereka. Padahal niat Qila dari awal itu ingin menemani Sam di rumah sakit, tetapi hatinya tidak kuat manakala ada wanita lain di kamar itu. Meskipun ada Cyra yang menemani tetapi Qila malah jadi hilang simpati pada Sam.
"Kamu yang sabar yah La, pasti semua akan berlalu dan kamu akan mendapatkan kebahagiaan." Cyra mencoba memberikan dukungan pada Qila agar tidak bersedih terus.
"Iya Ra, aku belajar dari kamu yang tetap kuat dan berjalan mewujudkan cita-cita kamu sampai kamu sekarang sudah bahagia bersama mommy. Aku ingin seperti kamu yang enggak mikirin cowok terus, aku pengin tetap fokus biar bisa fokus bekerja dan bisa membantu orang tua di kampung," ucap Qila, di mana dia juga masih punya seorang adik yang masih sekolah. Dan Qila lah yang bekerja untuk biaya mereka dari sekolah hingga makan. Karena Ayah dan Ibunya hanya buruh tani. Di mana uang hasil kerjanya kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
__ADS_1
"Amin, kamu pasti bisa La. Aku pun pertamanya dulu ragu apa aku bisa menjalani ini semua. Tetapi setelah di jalani dengan ikhlas akhirnya satu tahun telah berlalu dan aku sekarang cukup bahagia walaupun hanya dengan mommy dan aku. Yah, tentu karena ada kalian semua yang selalu mensuport kami. Terutama kamu La, kamu pasti bisa karena kamu wanita hebat. Hati kamu itu lembut, jangan pernah berubah yah. Biarkan yang pernah menganggap kamu lemah ataupun gampang untuk di bohongi kamu jangan balas. Biarkan mereka yang kembali ke kamu dengan nilai yang baru. Kita diam bukan berati kita kalah kita diam karena memberikan waktu untuk orang lain menunjukan kemampuanya, tetapi sayang mereka tidak akan bisa melebihi kamu. Karena kamu tetap yang terbaik." Cyra akui Qila memang pendiam dan tidak banyak berbicara, tetapi bukan berati bisa di permainkan atau di abaikan begitu saja.
Qila tetap memiliki hati dan perasaan ketika di hianati hatinya pun sama sakit, dia tidak membalas bukan berati dia lemah, tetapi karena Qila tahu membalas hanya akan membuang-buang konsentrasi dan energi. Lebih baik energinya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.