
Rania yang sekarang bukan Rania yang dulu lagi di mana dulu Rania akan marah dan merasa kehidupanya diikut campuri ketika ada orang yang menasihatinya. Bahkan tidak segan-segan ia akan menyerang balik orang yang berusaha menasihatinya dengan kata-kata yang menyakitkan.
Namun, sekarang wanita itu sudah bisa menerima bahwa orang yang menasihatinya adalah orang-orang yang perduli terhadapnya. Sehingga ia kini bersyukur di saat ia terpuruk masih ada orang-orang yang peduli dan mau menuntunya ke jalan yang lebih baik lagi.
Contohnya Adam, walaupun dia kalo berbicara terkesan galak dan seolah membenci Rania. Tetapi laki-laki berumur di atas kepala tiga itu, tetap datang dan setidaknya mengecek bagai mana kondisi dirinya. Tidak hanya itu buku-buku yang ia bawa sangat membantu, di saat Rania merasa semua orang menghujatnya dan menunjuk dirinya sebagi biang dari persoalan Naqi dan Cyra. Namun Adam dengan buku-bukunya menuntun Rania agar tetap berpegang pada Tuhan dan jangan menyalahkan diri sendiri apalagi menghukum tubuhnya atas takdir yang telah Allah gariskan. Semunya tidak akan terjadi tanpa Allah yang menggariskanya dan mengizinkanya. Namun juga bukan berti Rania tetap merasa paling benar. Intropeksi diri untuk menjadi yang lebih baik, dan menjadikan pelajara yang telah ia lewati sebagai bahan bakar agar Rania bisa kembali menata kehidupan untuk yang lebih baik lagi.
"Ngomong-ngomong kamu sudah makan Nia? Mamih bawa makan untuk kamu boleh makan ini, yah biarpun bukan mamih yang masak tapi rasanya enak ko. Justru kalo mamih yang masak kamu bisa langsung sakit perut," ujar Mamih sedikit ingin menghibur tetapi entah lucu atau malah garing.
"Maaf Mih, untuk saat ini Rania belum diizinkan makan dengan nasih utuh, hanya diizinkan makan bubur dan makanan lain yang lembek," jawab Rania merasa tidak enak dengan Mamih yang membawa buah dan bok makanan tetapi Rania oleh dokter Adam tidak diizinkan makan-makanan seperti itu. Hanya boleh bubur dan makanan yang lembut lainya. Itu karena lambung Rania sedikit bermasalah karena ia yang menyiksa tubuhnya dengan tidak mau makan. Dan kini dia harus menerima akibatnya, makan dengan rasa yang tidak enak.
"Loh, kenapa kamu nggak boleh makan-makanan ini? Lalu makanan ini siapa yang makan dong. Masa ia mamih bawa pulang lagi," ujar mamih, yah itu kesalahanya juga sih dia tidak bertanya Rania diperbolehkan makan apa.
"Maaf Mih, lambung Rania sedang bermasalah, kata dokter biar tidak terjadi sakit yang lebih parah, jadi Rania tidak boleh makan makanan keras dulu. Sebenarnya Nia juga ingin makan yang mamih bawa, tapi takut di marahin sama dokter, jadi maaf yah Mih, Nia nggak makan, apa yang mamih bawa," ucap Rania dengan sedikit merasa bersalah.
"Ah tida masalah makanan masih bisa di makan oleh yang lain." Mamih mencoba tidak membuat Rania merasa bersalah. Bertepatan dengan itu Adam masuk keruangan Rania.
Adam kaget ketika tiba-tiba diruangan pasien istimewanya ada wanita setengah baya yang masih tergolong sangat cantik dengan usia yang sudah tidak mudah lagi.
__ADS_1
"Loh, kok semua pada natap aku sebegitunya, ada apa dengan aku?" tanya Adam yang merasa Rania dan wanita paruh baya itu menatap dirinya dengan tajam.
"Dok, Anda sudah makan belum?" tanya Rania mau mencoba menawarkan makanan yang mamih bawa, sungguh Rania merasa bersalah dengan mamih karena menolak makananya.
"Makan? Sarapan, pasti udah dong, tapi kalo makan siang belum pastinya lagian belum jam makan siang," jawab Adam sedikit bingung dengan pertanyaan Rania.
"Anda sudah lapar?" tanya Rania lagi.
"Lapar dong, kan sudah kerja dari pagi," balas Adam, berkata jujur toh memang ia beneran lapar kok.
"Oh tentu dong, mana bisa nolak kalo ada makanan geratis," jawab Adam sembari tersenyum ke arah mamih sebagai ucapan terima kasih karena memberikan makanan geratis.
Yah, akhirnya makanan yang mamih bawa dimakan oleh Adam.
****
Di tempat lain Naqi yang tengah bekerja sibuk dengan laporanya tiba-tiba mendapatkan notifikasi dengan instagram Cyra yang tiba-tiba memposting sesuatu.
__ADS_1
Selama sekian lama Cyra menghilang dari dunia maya maupun dunia real, kini Cyra memposting sebuah tangkapan kamera yang menggambarkan dua tangan saling bertaut, yang membuat Naqi sakit hatinya, salah satu tangan itu terpasang selang infus. Tidak ada caption yang ditulis di foto itu.
Namun dari unggahan Cyra itu Naqi kembali dibuat sesak dadanya. "Apa yang Meta selama ini katakan benar yah, bahwa Cyra sedang sakit? Kalo sedang sakit, kira-kira sakit apa, dan tangan ini tangan siapa? Sepertinya ini bukan tangan laki-laki," batin Naqi ia menjadi tidak konsentrasi bekerja.
Naqi yang teramat kangen dengan Cyra pun memberikan pesan pribadi lewat insagram Cyra.
[Ra, kamu ada di mana? Tolong pulang Ra, aku kangen sama kamu dan pengin ketemu kamu Ra. Aku minta maaf dengan semua yang sudah aku lakukan sama kamu Ra, aku khilaf, dan aku janji tidak akan bikin kamu sedih lagi Ra. Pulang Ra, aku sayang kamu.]
Naqi bahkan sudah tidak peduli dengan harga dirinya yang terpenting Cyra tahu bahwa dirinya sudah menyesal dengan apa yang terjadi selama ini. Kepergian Cyra sudah sangat memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk Naqi. Ia tidak akan melakukan hal yang bodoh untuk kedua kalinya.
Naqi berjanji apabila diberikan kesempatan sekali lagi untuk bertemu Cyra ia tidak akan menyerah untuk memperjuangkan cintanya lagi. Meskipun persainganya sangat sulit, Naqi akan menunjukan bahwa dia memang laki-laki yang setia. Naqi akan menunggu sampai kapan pun untuk kembali mengejar cinta mantan istrinya itu.
Cyra di tempat yang berbeda sebenarnya tahu bahwa mantan suaminya mengirimkan pesan untuk dirinya, tetapi ia sudah bertekad tidak akan meresponya. Cyra akan fokus dengan kesembuhan mommy'nya dan kebahagiaanya saat ini. Ia tidak ingin terjebak di masa lalu.
Apa yang dikatakan Tuan Latif ia masih sangat ingat. Beliau berkata. "Kejarlah bahagiamu, jangan terjebak dengan masa lalu. Masalah jodoh dan rezekin biarkan Tuhan yang mengaturnya. Kamu cukup mencari bahagia dengan masa mudamu. Karena jodoh dengan sendirinya akan datang padamu." Nasihat Kakek masih sangat Cyra ingat sehingga Cyra tidak ingin terjebak dengan kenangan di masa lalu. Semuanya Cyra serahkan pada Tuhan, tentang jodohnya biar Tuhan yang bekerja memilihkan jodoh terbaik untuk dirinya. Sehingga ia tidak ingin merespon pesan dari siapa pun yang menyapanya.
Ia menggunakan sosial media lagi hanya untuk mengabarkan kepada penggemarnya bahwa ia dalam kondisi baik-baik sajah dan tentunya Cyra menandakan bahwa ia tidak melupakan fens'nya yang sudah mendukung dirinya sampai sekarang ini. Mereka semua masih menyayanginya.
__ADS_1