
"Ini diminum Mih?" tanya Cyra, dengan menunjukan minuman yang mamih sebut sebagai jamu menyubur kandungan.
"Iya dong sayang, biar kamu cepat hamil. Mamih udah pengin nimang cucu, biar rumah ini rame. Anak Mamih cuma dua, sementara Qari adik suamimu masih kuliah di luar negri. Jadi Mamih kesepian. Kalo ada cucu pasti ada mainan baru," oceh mamih dengan antusias dan mengusap perut rata Cyra. Yang membuat Cyra merinding.
Membayangkan ia hamil membuat bulu kuduknya merinding. Terlebih umurnya masih sangat muda delapan belas tahun, biarpun badan Cyra bongsor, alis tinggi bahkan kalo yang melihatnya seperti orang sudah kepala dua, tetapi ia masih sangat muda.
"Tapi ini rasanya gimana Mih, dari aromanya sangat menyengat dan sepertinya pait," ujar Cyra, sembari menunjukan expresi wajah ketika merasakan rasa yang tidak suka.
"Yah sedikit pahit, tapi yang penting kan manfaatnya. Nanti kamu bakal tau manfaatnya kalo udah sering minum jamu ini," ucap mamih sembari menyodorkan jamu yang berada dalam gelas.
"Hah... berati aku harus minum jamu ini tiap hari dong," batin Cyra kaget mendengar ucapan mamih. "Ya ampun gara-gara kebohongan Mas Naqi, aku jadi korbanya."
Cyra pun mengambil gelas itu dan menjapit hidungnya dengan jari jempol dan telunjuknya, ia langsung meminum jamu dengan warna hitam itu dengan sekali tarikan nafas.
"Huek... Huek... Mamih ini pait sekali," ringis Cyra dengan air mata yang mulai keluar gara-gara menahan rasa pait.
"Ini, minum ini." Mamih menyodorkan air putih, dan langsung disambar oleh Cyra seperti orang yang kehausan. Satu gelas penuh habis oleh Cyra, tapi rasa pait itu masih tertinggal diujung lidahnya.
"Mih, ini pait sekali, udah minum juga rasanya masih pait," ucap Cyra sembari menjulurkan lidahnya yang berasa pait.
"Enggak apa-apa sayang, nanti juga paitnya ilang, Mamih juga dulu gitu ko. Nanti kalo udah biasa juga nggak kerasa pait lagi. Ini karena awal sajah jadi pahitnya masih menempel," ucap mamih sembari mengelus pundak Cyra.
"Oh iya ngomong-ngomong 'itu' kamu sakit nggak?" Mamih menununjuk ******** Cyra.
"Aduh apaan lagi sih ini, Mas Naqi bener-bener deh ngasih tugasnya aneh-aneh ajah," gerutu Cyra dalam hati."
__ADS_1
E.... (Cyra baru mau menjawab, tetapi sudah disela oleh mamih)
"Enggak usah dijawab Mamih tau ko, nanti mamih balik lagi. Mamih mau cari salep dulu biar nggak sakit lagi dan nggak bengkak. Kalo nggak diobatin nanti malam malah nggak bisa di pake lagi. Biar sekarang diobati jadi nanti malam bisa dipake buat bikin cucu." Mamih terlalu semangat menginginkan cucu sehingga membuat Cyra ngilu dibagian perutnya.
Mamih bergegas merapihkan sisa sarapan Cyra yang kesiangan. Ia hendak mencari salep buat Cyra.
Sementara Cyra bingung dengan maksud omongan mamih. Begitu mamih keluar Cyra langsung menelepon suaminya hendak protes. Gara-gara ulahnya yang berbohong ia yang dibikin sengsara, segala disuruh minum jamu segala yang pahitnya nggak ada obat.
***
Di kantor, Naqi yang sedari tadi tengah bekerja dan cemas memikirkan nasib Cyra, bolak-balik melirik ponselnya. Ia takut Cyra salah ucap sehingga mamih dan kakek nggak mengizinkan lagi mereka keluar rumah. Andai kakek dan mamih percaya, pasti Naqi semakin mudah mencari alasan untuk keluar. Tinggal beralasan ingin mencari tempat baru buat mencetak mochi pasti semuanya mendukung dengan penuh semangat. Disaat itu, akan Naqi manfaatkan untuk menemani Rania yang tengah dirawat di rumah sakit.
Ditengah kecemasanaya tiba-tiba ponselnya bergetar, dan Naqi dengan sigap mengangkatnya, terlebih telfon itu dari orang ia tunggu-tunggu dari tadi.
"Ada. Banyak! Mas Naqi bener-bener ngerjain Cyra kan. Sengaja'kan melakukan ini semua buata bikin Cyra teraniyaya sama Mamih." oceh Cyra langsung memberondong tuduhan pada Naqi.
"Loh... loh... kenapa emang? Emang Mamih ngapain kamu?" tanya Naqi dengan bingung kenapa Cyra malah marah-marah.
"Gara-gara Mas Naqi bohong-bohong, segala ngaku kita udah melewati malam pertama bersama. Tadi Cyra dikasih makan banyak banget, katanya biar nanti malam kuat lemburnya. Apaan coba itu," dengus Cyra kesal, dengan kelakuan suaminya yang semena-mena.
"Oh bagus dong, bukanya kamu itu kalo makan memang suka banyak," kekeh Naqi, sebari tertawa.
"Yah, makan Cyra memang banyak, tapi ini dua kali lipat dengan porsi makan Cyra yang biasanya Mas. Bisa bayangin kan perut Cyra berasa mau meledak."
Hahahaha....
__ADS_1
Naki dari sebrang telepon, nampak tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Cyra. Naqi membayangkan istri bocilnya makan dengan satu piring penuh.
"Tuh kan, Mas Naqi memang sengaja ngerjain Cyra, dan bukan makanan sajah yang membuat Cyra kesal. Mamih juga ngasih Cyra jamu penyubur kandungan yang rasanya sangat pahit. Mas Naqi mah enak cuma ngomong doang nggak rasain pait dan perut begah kekenyangan," sungut Cyra asik mengoceh dibalik telepon.
Sementara Naqi dari tadi tertawa tak henti-hentinya membayangkan kekonyolan Cyra. Sudah Naqi tebak pasti mamih akan menyiksa Cyra dengan cara-cara konyol begini.
Cyra diam sajah kesal, ngambek membiarkan Naqi tertawa terus sampe cape...
"Terus terus sekarang gimana? Mamih tapi percaya kan kalo kamu udah Mas obrak abrik?" tanya Naqi, sesekali masih terdengar suara tertawanya.
"Tau ah, males Cyra ngelanjutin sandiwara ini, enakkan jadi Mas Naqi nggak dapet hukuman apa-apa. Cyra yang menderita udah dikasih minuman pahit, makan dikasih banyak banget, terus sekarang mamih lagi nyari salep katanya buat ngobati "Ituan Cyra" makin aneh-aneh ajah," dengus Cyra kesal.
Sementara Naqi yang tadi sudah berhenti tertawa kini kembali tertawa dengan lepas bahkan suaranya memenuhi ruangan kerjanya. Alzam pun sampai dibuat heran dengan bosnya. Baru kali ini tertawa sebahagia itu. Biasanya Naqi memang ceria dan sering tertawa tapi tidak sampai lepas seperti sekarang ini.
"Berati kerja kamu bagus Ra, buktinya Mamih sampai percaya kalo kamu benar-benar udah bercocok tanam dengan aku," puji Naqi dari balik telepon, dengan senyum masih mengembang lebar diwajahnya.
"Yah tapi Cyra mau ngundurin diri ajah. Cyra nggak mau kebagian dosa sama Mas Naqi. Lagian kata Readers itu bayaranya juga terlalu murah. Masa baso, tuh Riders protes katanya Cyra suruh minta mobil mewah kalo nggak rumah mewah." Cyra menyampaikan kemauan Riders.
"Enggak bisa! Masa udah setengah jalan mundur, nggak-nggak. Masalah bayaran bilangin tuh sama Riders tadi pagi aku udah gendong kamu dari halaman sampe kamar, pinggang sampe encok. Itu udah lebih dari cukup buat DP pembayaran.
"Jadi yang gedong Cyra, Mas Naqi. Kalo gitu makasih yah," balas Cyra dengan terharu.
"Ya iya lah, kamu pikir bisa terbang atau menghilang sekali pake tongkat ajaib sudah pindah ke kamar. Butuh tenaga sama pinggang yang kuat buat gendong kamu. Mana berat banget badanya." Naqi pura-pura merajuk agar Cyra tidak membatalkan kerja samanya.
Bersambung...
__ADS_1