
Setelah Qari kini gantian mamah Mia yang sudah tidak sabar ingin cipika cipiki sama seperti yang lainya. "Mah, alhamdulillah kita bisa ketemu lagi, Cyra udah kangen banget sama Mamah, terlebih masakan mamah yang paling enak sedunia. Di sana tidak ada masakan seenak masakan mamah, semua yang Cyra makan rasanya aneh dan andai mamah Mia boleh di bawa ke sana kemarin pasti Cyra akan tambah gendut deh." Cyra pun tak henti-hentinya memuji masakan mamah Mia yang memang terkenal lezat.
"Ya udah nanti habis acara ini selesai kita makan-makan yah, mamah sudah masak khusus buat anak bontot mamah. Pokoknya kamu harus makan yang banyak biar nggak kurus lagi. Kaya Meta tuh sekarang perutnya udah kayak wanita hamil," ujar mamah Mia sembari melirik ke arah anaknya.
"Ini semua karena calon istri Mah yang sudah semakin pandai untuk masak jadi bawaanya makan terus udah gitu makanya nggak cukup satu piring dan jarang olahraga jadi ya hasilnya kaya gini, buncit tapi s*ksi," kelakar Meta sembari menunjukan perut yang menggoda iman.
"Kak Fifah, aku kebayang terus sama Mesy yang sangat gembil, ngomong-ngomong Niko sudah tau belum kalo dia punya anak dari kakak?" tanya Cyra, penasaran juga nasib laki-laki itu seperti apa sekarang.
"Enggak Ra, lagian sama Meta tidak diizinin memberi tahu pada Niko, takut Mesy nantinya diambil sama mantan suami. Biarlah Niko tahunya dia tidak punya anak dari kakak, biar semuanya aman lagian kan tanpa Niko juga kakak masih bisa membesarkan Mesy dengan baik dan tanpa kekurangan satu apapun juga. Kalau dulu kakak takut nggak bisa memberi nafkah sama anak kakak makanya kakak ingin memberi tahu Niko agar Niko tanggung jawab dari nafkah untuk anaknya."
__ADS_1
"Cin you tau nggak laki-laki ben-cong itu yang I'm dengar dia sampai berobat keluar negri karena sakit yang tidak juga di ketahui penyebabnya, jadi Mesy ini pandai dia bikin ayahnya yang merasakan ngidam tanpa di ketahui oleh dokter kalo sakit laki-laki ben-cong itu adalah mengidam dan membuat dia harus bolak balik kontrol sampai ke negri tetangga." Meta terkekeh setiap menceritakan hal itu di mana karma menghampiri Niko.
"Dasar kamu Met, orang lagi sakit malah kamu ketawain." Cyra yang tengah belajar menggendong Mesy ikut terkekeh dengan cerita Meta.
"Padahal sejujurnya kalo aku ada rasa ingin memberi tahu pada Niko tentang anak ini, kira-kira dia ada penyesalan tidak sudah membuat aku hampir meninggal karena ia cekik dan berkali-kali nuduh aku mandul. Rasanya sakit itu masih ada Ra meskipun kejadian itu sudah lama. Tetapi bekasnya sulit untuk dihilangkan." Fifah kali ini yang di buat mengingat kejadian di mana Niko mencekiknya dan menganiyaya dirinya hingga nyawa hampir lepas dari jasadnya. Andai tidak ada Meta mungkin Fifah sudah tidak ada di dunia ini, dan pelaku pembunuhanya adalah suaminya sendiri. Namun entah Niko akan terkena hukuman atau justru Niko dan Zoya akan melakukan berbagai cara untuk menutupi kasus itu. Terlebih mereka adalah orang berduit, yang bisa melakukan apapun hanya dengan setumpuk uang.
"Entah lah, yang jelas terakhir I'm dengar dia harus bolak balik ke Singapura untuk kontrol kondisinya. Kalo sekarang aku belum denger lagi, udah sehat atau justru semakin memburuk kondisinya. Nanti mungkin I'm akan mencoba mencari tahu gimana keadaan dia, jujur I'm juga penasaran seperti apa keadaan dia sekarang." Meta malah yang lebih antusias untuk tahu bagai mana kondisi Niko. Tidak ada maksud lain dari tujuanya mengetahui kondisi Niko tidak lain untuk mengetahui bagai mana keadaanya sehingga bisa menertawakannya. Yah, Meta memang aga sedikit menyebalkan dan itu semua karena Niko yang memulainya.
Terakhir di barisan terakhir, Qila. "Ra, kangen banget sama kamu." Qila langsung memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
"La, gimana hubungan kamu sama dokter Sam?" tanya Cyra dengan kepo.
"Ya gitu Ra, masih tahap perkenalan, tapi kayaknya sekarang dokter Sam sudah ada yang baru. Sekarang mah jarang kasih kabar dan juga jarang ketemu, jadi ya udah lah jalanin ajah Ra. Sampai di mana hubungan ini nanti berakhirnya. Aku cuma nggak mau berharap lebih, takut ujung-ujungnya nanti kecewa lagi. Bawa santai ajah dan siapkan diri kalo sampai dokter Sam sudah bosan berati itu tandanya aku harus tahu diri dan mundur biar hati ini tetap sehat." Qila sudah tidak bisa menyimpan semuanya seorang diri dan hanya dengan Cyra dia baru bisa bercerita dengan bebas. Selama ini ia menutupinya seorang diri karena Qila tidak mau ada yang merasa iba dengan dirinya terlebih kalo sampai langsung menegor Sam. Di takutkan nanti malah Sam tersinggung dan mengira Qila yang mengadu domba.
Bahkan Qila sebenarnya sudah beberapa kali memergoki Sam tengah jalan dengan wanita lain yang sepertinya mereka sama-sama seorang dokter. Namun Qila tidak mau mempertanyakan hal itu. Qila memilih untuk pura-pura tidak tahu. Qila tidak bisa berbuat banyak terlebih dia sangat sadar bahwa dirinya itu tidak ada tandinganya dengan Sam dan wanitanya itu. Qila hanya anak seorang petani yang tengah mengadu nasib di ibukota. Sementara Sam dan wanita yang Qila temua beberapa kali tengah makan bersama sudah jelas mereka orang-orang kaya raya. Tidak akan ada bandinganya apabila disandingkan dengan Qila. Itu alasan Qila selalu diam biarpun Sam mungkin menduakan dirinya. Qila hanya bisa berdoa untuk yang terbaik dengan hubunganya bersama Sam.
"Ya Tuhan kamu yang sabar yah sayang, aku pikir Sam itu tipe laki-laki yang setia dan tidak suka mempermainkan wanita, tetapi ternyata dia sama saja dengan cowok-cowok yang lainya. Apa memang seperti itu watak laki-laki kebanyakan di atas muka bumi ini, tapi Meta tidak dia sangat tanggung jawab dan tidak suka main mata dengan perempuan lain. Meskipun tidak memungkinkan bahwa di luaran sana banyak yang lebih cantik dari kak Fifah, tetapi pendirianya tidak goyah. Cintanya hanya untuk kak Fifah seorang." Cyra bahkan sampai iri dengan perlakuan Meta terhadap kakanya itu. Sungguh beruntung memang Kak Fifah dengan dicintai oleh Meta yang sangat penyayang, bahkan bukan sayang sama Fifah saja tetapi dengan Mesy pun sangat sayang dan anak usia empat bulan itu pun seolah tahu dan bisa merasakan kasih sayang itu sehingga apabila bayi itu tengah menangis begitu digendong sama Daddynya ia akan diam dan sangat terlihat nyaman sekali dalam gendongan Meta.
Setelah saling melepas kangen kini tiba saatnya untuk makan-makan. "Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga, makan masakan mamah Mia," pekik Cyra dengan antusias. Yah, masakan mamah Mia adalah salah satu yang paling Cyra kangenin.
__ADS_1