Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Keluarga Bahagia


__ADS_3

Eaaa...Eaaa... Suara tangisan Mesy membengkakan telinga. Naqi dan Cyra yang baru saja terlelap dan alam mimpi akan memeluknya, harus kembali di tarik paksa bangun karena bayi yang ada diantara mereka menangis dengan kencang.


"Astagah Mesy, ini baru jam berapa kamu tidur lagi yah," gumam Naqi yang bahkan kedua matanya seolah masih dilem dan seperti tidak bisa di buka, saking ngantuknya.


Namun sang bocah bukanya diam dan kembali tertidur seperti yang Naqi perintahkan malah Mesy kembali menjerit ketika ia mungkin sadar bahwa bukan Dady dan Mamihnya yang tidur dengan dia. Cyra yang matanya sama masih berat juga, itu semua karena mereka seolah tidak ada rasa lelahnya terus berusaha membuat adonan mainan yang seperti Mesy. Cyra melilitkan handuk yang berada di samping tempat tidur dan langsung mencoba menggendong Mesy agat tidak nangis.


"Cup... Cup... Mesy jangan nangis yah, ini sekarang Mesy sama Buca, Dady sama Mamih kamu sedang berada di rumah sakit, kamu jangan sedih yah, pasti mereka ikut sedih kalau putrinya yang cantik ini nangis." Cyra terus merancau, agar Mesy tidak merasa sepi dan tidak ketakutan.


Sementara Naqi yang merasa berisik pun akhirnya membukakan matanya dan duduk menggaruk-garuk kepalanya dan tubuh telanjangnya di sembunyikan di balik selimut sebatas pinggung ke bawah.


"Mas minta tolong seduhin susu yang di botol dong, kasihan mungkin Mesy lapar dan kehausan, airnya jangan panas semua yah, hangat-hangaat kuku," ucap Cyra sementara dirinya masih terus berusaha menimang Mesy tetapi usahanya sia-sia Mesy juga tidak mau berhenti menangis. Sementara Naqi masih dengan sisa kantuknya beranjak dari kasur sama seperti Cyra menggunakan handuk sebatas pingganh kebawah. Yah saking capenya berpetualang mereka sampai tidak sempat mengenakan pakaian langsung menggapai mimpi masing-masing, tetapi justru ketika kasur yang berhenti bergoyang Mesy bangun.


Susu sudah berhasil Naqi seduh dan airnya pun sudah pas tidak panas dan juga tidak dingin, akan tetapi Mesy masih belum mau minum susu, bahkan belum juga berhenti untuk menangis. Mesy masih menangis dan mencari-cari Dadynya atau bahkan mamihny.

__ADS_1


"Sayang ini gimana?" tanya Naqi yang mulai panik dan kasihan dengan Mesy yang nangis terus-teusan serta tubuh membelit-belit. Naqi takut badan bocah bayi itu nanti sakit ketika tubuhnya membelit-belit seperti itu.


"Coba Mas telpon Meta atau Kak Fifah, tanyakan bagaimana cara biar Mesy tidak nangis terus," ujar Cyra yang dia sendiri semakin terasa sakit badanya ketika menggendong Mesy, belum sakit di sekujur tubuhnya karena ulah Naqi yang menghukumnya dengan tidak ada henti dan sekarang Mesy bahkan di gendong sama Naqi pun tidak mau, selalu ingin bersama Bucanya terus.


Naqi pun mengikuti apa kata Cyra dia mengambil ponsel yang berada di atas nakas dan menghubungi Meta untuk menanyakan cara mrmbuat Mesy tenang.


"Hallo, kenapa Ra?" tanya Meta dari sebrang telepon, dengan suara seraknya dan sepertinya bahwa ia baru bangun tidur.


"Ini gue Naqi, cara bikin Mesy tidak nangis terus gimana? Anak loe bangun ganggu gue sama Cyra dan sekarang nangis terus enggak mau minum susu dan enggak mau diam, caranya gimana biar Mesy diam. Kasihan nanti badanya pada sakit kalau dianya muter-muter terus," tanya Naqi dengan ketus, yah sekarang dia sudah nikah sama Cyra tidak perlu baik-baik lagi pada Meta.


"Enggak ada cari lain apa Met? Gila amat gue harus pake baju bekas loe, nanti gue kena pernyakit kulit lagi," dengus Naqi yang malas harus memakai baju Meta, dan juga pasti bau, seperti itu bayangan Naqi.


"Ya terserah loe sih kalau loe mau tidak tidur dan membiarkan anak gue nangis sampai pagi," balas Meta malas.

__ADS_1


"Ya udah gue ambil kekamar loe, tapi awas ajah kalau sampai badan gue kena kurap dan lain sebagainya nanti loe yang gue peng-gal kepalanya dan awas juga kalau baju loe bau siap-siap gue buang baju loe saat ini juga," sungut Naqi lalu mematikan telpon dan membuangnya ke tempat tidur.


"Gimana Mas, apa kata Meta caranya agar Mesy tidak nangis terus dan mau minum susu?" tanya Cyra dengan wajah lelahnya.


"Aku di minta ke kamar dia ambil baju bekas dia, dan Mas pake biar Mesy ngira kalau aku adalah Meta," ucap Naqi dengan malas.


Sementara Cyra mengembangkan senyumnya, dia baru ingat kalau n


anaknya Meta itu memang paling demen nyiumin keteknya Meta, itu sebabnya Mesy kalau ada Meta sudah tidak bisa di ganggu gugat, bahkan Meta baru pulang kerja saja Mesy sudah langsung pengin digendong. bahkan anak bayi itu sudaah hafal suara Dadynya. "Ya udah Mas buruan ambil baju Meta, kasihan Mesy nangis terus. Cyra juga baru ingat kalau Mesy itu kan kesukaanya nyium keteknya Meta," ujar Cyra dengan senyum lega mengembang di wajahnya.


Naqi pun sudah tidak bisa menolak apabila istrinya yang menyuruhnya. Naqi buru-buru meninggalkan Cyra dan Mesy yang masih menangis buru-buru pergi ke kamar Meta dan mengambil baju yang Meta katakan, setelah mendapatkan Naqi, memakainya dengan menahan nafas, mungkin dia takut apabila baju yang Meta pakai itu bau asem keringet. Untung enggak bau asem nih baju, kalau bau bisa-bisa gue pingsan," batin Naqi, heran kenapa Mesy bisa-bisanya demen sama ketek bapaknya. Setelah memakain baju Meta yang bau badannya adalah kesukaan Mesy. Naqi pun mendekat ke Cyra dan mengambil alih Mesy untuk di gendong.


Seperti biasa dan seperti anak-anak pada umumnya Mesy menolak ketika Naqi akan menggendongnya, tetapi setelah bocah itu mencium tubuh Naqi yang seperti tubuh Dadynya yang dia cari, akhirnya Mesy mau digendong oleh Naqi, meskipun awalnya matanya menatap wajah Naqi yang tersenyum kecut, Mesy terus memperhatikan wajah Naqi, mungkin kenapa beda dengan wajah Dadynya yang nyebelin. Namun karena sudah sangat kepingin ngetek, Mesy pun akhirnya diam dan bersembunyi di balik ketek Naqi, dan Naqi yang tidak biasapun menahan rasa gelinya ketika merasakan sesuatu mendusel-dusel di keteknya, dan lagi bocah itu anteng banget.

__ADS_1


Setelah anteng Naqi merebahkan Mesy ketempat tidur dan di memiringkan badanya memeluk Mesy, agar anak itu bisa leluasa ngetek, sementara Cyra memegangi dot yang mana anak bayi itu sambil minum susu. Kerja sama yang kompak. Naqi dan Cyra pun saling tatap dan terkekeh. Mereka membayangkan bahwa Mesy memang anak mereka, dan dua-duanya sudah tidak sabar untuk merasakan momen seperti sekarang. Menjadi keluarga bahagia.


Meta memang keren memberikan kesempatan untuk Cyra dan Naqi berlatih menjadi orang tua.


__ADS_2