Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Drama Minum Obat


__ADS_3

"Ish... nggak lucu banget bercandanya," dengus Cyra, tetapi ia kembali cuek dan makan dengan lahap.


"Berapa hari emang kamu belum makan Ra?" tanya Naqi, yang mana selalu melihat Cyra makan selalu lahap dan sangat berselera, sampe tidak sadar Naqi juga ikut menelan salivanya manakala Cyra menelan makananya.


"Kalo aku jujur Mas Naqi bakal ngeledek aku nggak?" tanya Cyra, tetapi mulut tetap mengunyah.


"E... tergantung yah, kalo masuk akal mungkin sajah percaya tapi kalo tidak masuk akal ya nggak percaya," jawab Naqi dengan santai.


"Kalo gitu, nggak usah dijawab lah!" Cyra kembali fokus sama makananya.


"Ra, coba itu, enak kayaknya Ra." Naqi membuka mulutnya ingin disuapi makanan yang ia tunjuk barusan.


"Yeh, tadi ajah ngak nafsu makan, sekarang malah pengin nambah," dengus Cyra. "Tapi dikit ajah yah mintanya. Nanti aku nggak kenyang lagi," protes Cyra, yang langsung di sambut dengan tawa lepas oleh Naqi.


"Ya Allah Ra, aku minta paling juga sesuap, ini udah ketakutan nggak kenyang. Aku heran perut kamu itu isinya apa," ledek Naqi, tetapi tidak diidahkan oleh Cyra. Ia justru semakin fokus menghabiskan makananya biar nggak diledek Naqi terus.


Tidak sampe lama makanan pun habis.


"Udah? Kenyang?" tanya Naqi dengan senyum mengejeknya.


"Sekarang sih kenyang, tapi nggak tau dua atau tiga jam lagi. Palingan juga laper lagi. Barusan juga gitu. Sebelum pulang udah makan sama Meta, tapi sampe rumah makan lagi, tuh sepiring penuh," jawab Cyra polos sambil mengusapu-usap perutnya yang rata. Walaupun udah diisi sebanyak mungkin tetapi tetap sajah perutnya rata.


Naqi menggeleng-gelengkan kepalanya. Istri bocilnya memang ajaib, beda dari yang lain. "Kayaknya kalo orang mau nyulik kamu juga mikir-mikir Ra, mereka pasti rugi ngasih makan kamu," kekeh Naqi tak henti-hentinya dibikin heran dengan kelakuan konyol Cyra.


"Hahah lagian orang bodoh yang mau nyulik Cyra. Dia nyulik minta tebusan, sementara buat makan Cyra uang tebusanya udah abis lah," ucap Cyra sembari ikut terkekeh.


Mereka tertawa bersama...


Tok...


Tok...


Tok...


Pintu kamar diketuk.


"Itu pasti Pak Kusno," balas Cyra sembari berjalan kearah pintu, memastikan siapa yang datang.


"Neng maaf ganggu, ini obatnya dan ini kembalianya." Pak Kusno menyosorkan kantong pelastik berwarna putih yang berisi obat-obatan untuk Naqi, dan sisa kembalian membeli obat.


"Makasih yah Pak." Cyra mengambil kantung obat. "Kalo kembalianya buat Pak Kusno ajah buat beli kopi!"

__ADS_1


"Makasih yah Neng," ucap Pak Kusno.


"Iya sama-sama Pak." Cyra hendak masuk ke dalam kamar lagi, tapi...


"Eh...Pak... Pak..." panggil Cyra sebelum Pak Kusno pergi.


"Iya Neng." Pak Kusno tidak jadi pergi dan kembali kedepan pintu kamar.


"Maaf Pak, Cyra minta tolong yah. Ini tolong letakan ke dapur! Sampaikan maaf Cyra nggak bisa nyuci, minta tolong Bibi untuk mencucinya." Cyra membawa Nampan berisi piring dan gelas bekas makan mereka.


"Iya Neng, nanti Pak Kusno sampaikan sama Bibi. Lagian Neng mah gitu, kan juga udah jadi tugas Bibi mencuci piring," ujar Pak Kusno.


"Hehe.. iya sih Pak tapi nggak enak sajah kalo merepotkan beliau," balas Cyra.


"Ya udah Neng, Pak Kusno pamit dulu,"


Dibalas anggukan oleh Cyra, lalu ia kembali menutup pintu kamarnya. Cyra dengan telaten menyiapkan obat untuk Naqi. Sementara Naqi memperhatikan Cyra dengan jeli.


"Minum obatnya Mas." Cyra menyodorkan segelas air putih serta tiga butir obat.


"Ih... Ra ini obat semua diminum?" tanya Naqi dengan geli, sebab ia tidak suka minum obat.


Naqi mengangguk lemah..


"Astagah Masss.... Umur udah dua puluh tujuh tahun tapi minum obat takut, gimana kamu itu," omel Cyra, kembali kekodratnya wanita demen ngomel...


"Nggak takut juga Ra, cuma suka nyangkut di tenggorokan, obatnya nyangkut airnya abis," jawab jujur Naqi.


"Terus obat ini diapain?" tanya Cyra ketus.


"Kalo kamu yang minum nggak bisa yah," jawab Naqi, entahlah polos atau lolos...


"Mass!!! Kita ribut ajah kalo cara kamu gitu!! Dari mana rumusnya Mas yang sakit Cyra yang minum obat. Di mana-mana orang yang sakit yang minun obat !! Kenapa ini bisa kebalik." Cyra tersulut emosinya ngadapin Naqi.


"Ya kalo aturan yang sakit yang minum obat udah biasa Ra. Sekarang biar beda dan nggak biasa alias bertantangan ya gitu ajah. Aku yang sakit kamu yang minum obat, biar adil," kekeh Naqi sembari terkembang senyum di wajahnya.


"Mas!" bentak Cyra, kali ini harus bertindak kasar. Mangap!!" ucap Cyra.


Entah kenapa Naqi ikut ajah mangap kaya ikan Mas yang lagi ngap-ngapan.


"Minum airnya satu tiguk ajah, tapi jangan diteguk semua. sisain buat nelen obat!"

__ADS_1


Lagi, Clovis nurut ajah, selanjutnya Cyra cepit hidung Naqi dengan keras menggunakan tangan kanannya dan tangan kiri meletakan satu butir obat diujung lidahnya.


"Telan abis itu minum banyak-banyak biar nggak kerasa pait!"


Benar sajah ketika Naqi menelan obatnya ia langsung meminum air banyak, dan tanpa Naqi duga ia berhasil meminum sebutir obatnya.


"Ra... obatnya ketelen," pekik Naqi dengan girang dan tanpa sadar ia memeluk Cyra yang tengah berdiri di sampingnya.


"Mas!!! Jangan cari-cari kesempatan yah!" ancam Cyra dengan mata melotot yang hampir copot lepas dari kelopak matanya.


"Iya maaf Ra, (Naqi melepaskan pelukanya) tapi bukanya nggak apa-apa yah Ra kan udah sah kalo udah sah katanya boleh peluk-peluk." Naqi kembali memeluk Cyra dengan gemas.


"Mas ah, aku ngambek lagi loh," ancam Cyra. "Ini masih ada dua obat lagi, jangan kesenengan. "Buruan minum lagi!" Cyra menunjukan dua butir obat yang masih ada digenggamanya.


"Astagah Ra, satu obat ajah usah perjuangan banget, kenapa ini ada dua obat lagi sih," protes Naqi dengan bersungut, tidak suka.


"Lagian aku mah aneh, katanya Bos besar, tapi minum obat takut. Lemah banget!" cicit Cyra dengan berani.


"Uluh-uluh sekarang udah berani ngejek yah. Nanti giliran dihukum ajah ketakutan," balas Naqi.


"Buru, buka mulut!" ucap Cyra dengan kembali melotot.


"Ish... Si Nyoyah satu ini galak kali," gumam Naqi tapi masih bisa di dengar Cyra.


"Aku denger yah Mas," dengus Cyra dengan kesal.


Naqi nurut sajah mangap kembali, dan Cyra melakukan hal yang sama.


Ok... dua butir obat sudah tertelan oleh Naqi.


"Satu butur lagi yah Mas," ucap Cyra dengan senyum geli pasalnya obat yang terakhir lebih besar dari obat sebelumnya.


Naqi pun dengan malas melakukan hal serupa. Namun...


Uhuk...uhuk.... "Ra air Ra, obatnya nyangkut," rengek Naqi, dengan terkekeh Cyra menyodorkan satu gelas air putih yang baru ia ambil.


Naqi terus meminum air putih itu sampai tandas. Ia mengusap butir air mata yang keluar dari ujung matanya.


Cyra menundukan wajahnya, dan menyembunyikan tawanya agar Naqi tidak mengetahuinya bahwa ia tengah menertawakanya...


Ayang Naqi kamu diketawain tuh sama istri bocilmu...

__ADS_1


__ADS_2