Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Sapaan Selamat Pagi Dari Mamah Mia


__ADS_3

"Kalian ngomongin apa sih, kok kayaknya seru sekali?" tanya mamih begitu kembali dan akan bergabung dengan Rania dan Cyra yang tengah asik bercurhat ria.


Cyra dan Rania langsung menoleh ke arah mamih secara bersamaan, seolah mereka di beri aba-aba untuk menoleh ke arah di mana mamih datang.


"Ini Mih, Mba Rania sedang cur...(Cyra tidak melanjutkan ucapanya, karena Rania sudah memberi kode agar Cyra menyetop ucapanya)


"Biasa Mih, lagi curhat tipis-tipis," sambung Rania yang langsung mengambil alih jawaban, agar Cyra, agar Cyra jangan membocorkan curhatan Rania yang barusan.


"Kenapa enggak jujur ajah?" tanya Cyra dengan berbisik di balik daun telinga Rania.


"Tidak sekarang, nanti saja kalo semuanya sudah pasti, sekarang hubungan aku sama Adam masih menggantung belum terlalu pasti akan berlabuh di dermaga pernikahan. Takutnya nanti gagal lagi, aku malu," balas Rania tidak kalah berbisik, bahkan Cyra harus menajamkan pendengaranya dengan extra agar bisa mendengar apa yang Rania katakan.


Sah-sah saja apabila Rania masih ingin merahasiakan hubungan dengan Adam. Mengingat orang tua Adam yang pernah tidak merestui hubungan Rania dan putranya. Rania juga tidak yakin bahwa orang tua Adam akan menerima dirinya apa lagi kalo tahu kelakuan menjijihkanya Luson.


Cyra pun menggerakan kepalanya naik turun dengan halus, menandakan ia paham dengan kecemasan Rania.


"Mas Naqi udah tidur Mih?" tanya Cyra begitu Mamih mendaratkan bokongnya di sova.


"Udah, anak nakal itu sudah mamih beri pelajaran," balas Mamih, disertai buangan nafas kasar dari mulutnya. Menandakan sangat lelah mengatur anaknya itu.


Cyra terkekeh, ia tahu betul bagaimana kesalnya mantan mertuanya, karena tidak jarang Cyra juga merasakan hal yang sama. Kesal dengan kelakuan Naqi yang kadang kekanakan. Tetapi tidak jarang juga Cyra dibikin bangga dengan sisi sifat lainya. Kebaikan Naqi juga tidak bisa diremehkan, dan hal itu memberi nilai positif tersendiri buat Cyra.


"Mih, Cyra bilang dia belum sarapan dari pagi, karena sibuk mengurus kepulangan Naqi. Lebih baik kita makan yuk, takutnya nanti malah Cyra sakit," adu Rania pada mamih tirinya itu.

__ADS_1


Mamih langsung melotot ke arah Cyra, kaget. "Ya ampun sayang, kamu jangan terlalu cemasin Naqi, anak itu tidak akan mati sia-sia, karena punggungnya kena air panas doang. Paling juga cacat luar saja, itu pun resiko paling parah. Jangan siksa tubuh kamu, karena terlalu memperhatikan anak mamih. Jaga kesehatan, jangan sampai kamu malah jatuh sakit. Mamih akan merasa paling bersalah kalo kamu jatuh sakit. Kalo gitu ayo kita makan!" ajak mamih dengan heboh, menyeret lengan Cyra agar segera berajak dari Sova.


Cyra pun mengikuti arahan mamih, berdiri tidak lupa Cyra menarik serta Rania agar ikut makan bersama, kalau pun tidak mau makan setidaknya menemani untuk mengobrol atau pun sekedar duduk bersama dalam satu meja makan.


"Lain kali kamu harus mementingkan kesehatanmu juga sayang, mamih tidak mau kalo kamu sakit. Kamu itu bukan sekedar menantu bagi mamih, tetapi juga anak kesayangan mamih. Kamu sudah mamih anggap anak bahkan sayangnya mamih lebih besar sama kamu dari pada sama anak nakal itu," terang mamih sembari setengah beebisik, takutnya anakny dengar dan nanti iri, tidak lupa tangan mamih cekatan untuk menyiapkan makan untuk dirinya dan Cyra.


Cyra terkekeh kecil, karena mamih yang terlalu berlebihan mengungkapkan perasaan sayangnya, sampai-sampai rasa sayang itu melebihi romantisnya dari pasanganya dulu.


****


"Ya ampun sudah jam berapa ini?" pekik Meta ketika tubuhnya sudah merasakan hangatnya sinar matahari pagi. Ini adalah kali ke sekian ia bangun kesiangan lagi.


"Aduh pasti Mpok Mia bakal ngomel lagi ini," desis Meta, ia menggerakan tubuhnya dengan sigap beranjak dari kasur empuknya ketika dia sadar bahwa jam sudah menunjukan pukul sembilan lewat. Bahkan untuk bekerja ia sudah telambat dari satu jam yang lalu.


Di hari kedua dirinya bekerja sudah menjadi bahan olok-olokan karyawanya. "Cie... Pengantin baru, lembur terus kesiangan deh."


Tangisan Mesy juga pasti sudah menjadi alarm alami yang turut membangunkan Meta, tetapi namanya pengantin baru, yang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Belum jadwal tidur Meyra yang juga menjadi sensitif ketika Meta berdekatan dengan Fifah. Seolah bayi usia empat bulan itu tahu bahwa Dadynya pasti akan menghukum mamihnya sampai tidak berdaya.


Seolah memiliki permainan baru, Meta benar-benar tidak ada kata puas ketika bercin-ta dengan istri barunya. Andai tidak ada Mesy yang mengganggu mungkin Meta akan terus menerus meminta haknya. Mencangkul ladangnya dan menaburkan bibit-bibit unggulnya.


Jas sudah melekat di tubuhnya dan juga rambut sudah tersisir dengan rapih. Minyak wangi mahal menjadi pelengkap terakhirnya sebelum ia pergi ke kantor. Meta begegas menuruni anak tangga dengan berlari kecil. Bahkan di meja makan sudah rapi, di mana biasanya ketika pagi menyapa meja makan adalah tempat paling ramai untuk berkumpul.


Matanya melempar pandangan kesegala penjuru tetapi Meta tidak menemukan siapapun selain asisten rumah tangga yang tengah beres-beres. "Bi... Ini orang-orang rumah pada kemana yah kok sepi?" tanya Meta, apa sebegitu nyenyaknya ia tidur, kenapa dia tidak merasakan ada satu orang pun yang membangunkan dirinya. Atau memang tidak ada yang membangunkanya?

__ADS_1


"Oh Ibu Fifah sama Neng Mesy pergi kesalon Pak. Dan Ibu Ezah sam Mr Kim ada urusan katanya dengan Tuan Latif. Sementara Ibu Mia....(Bibi tidak melanjutkan ucapanya tetapi memberikan kode bahwa mamah Mia ada di belakang dirinya yang tengah bertolak pinggang dengan tatapan membunuhnya.


Meta sedikit tahu kode yang diberikan bibi Meta pun membalikan badanya....


"Dasar anak nakal. Apa kalo malam kamu nggak kasih waktu istirahat sama sekali, sampai-sampai puluhan kali orang membangunkamu sampai tidak ada yang didengar Hah...?" Sebuah jeweran berhasil mendarat di kuping Meta. Panas, itu yang Meta rasakan ketika telinganya di tarik paksa oleh wanita yang sudah melahirkanya itu.


Meta menggosok-gosok kupung sebelah kirinya yang pas itu, bahkan Meta yakin kupingnya sudah memerah gara-gara sapaan selamat pagi dari Mpok Mia.


"Hehehe mamah, abisan enak mah, enggak ada yang lepih enak dari begituan. Semalam cuma tiga ron'de kok Mah, dan cuma sampai jam Empat pagi. Udah gitu Mesy nangis jadi deh semalaman tidak bisa tidur," bela Meta.


"Mesy... Mesy dan Mesy setiap hari anak bayi itu yang kamu jadiin alasan. Mungki kalo cucu mamah udah bisa protes kamu akan digantung karena selalu menjadikan alasan karena kesalahan sendiri. Jangan jadi orang egois Wawan, kasihan juga Fifah dia siang hari juga harus menjaga Mesy, malam hari kamu hukum tanpa henti, takutnya nanti dia malah sakit," ucap mamah Mia. Yang kasihan melihat Fifah akhir-akhir ini nampak lesu. Itu semua karena ulah anaknya yang nakal.


"Amit-amit Mah, jangan didoain sakit dong bini Meta, nanti kalo sakit malah mamah juga yang repot," balas Meta dengan wajah cemasnya. Padahal yang paling repot sudah jelas dirinya, jatah penambah setaminanya akan hilang karena Fifah yang sakit.


"Makanya kalo tidak mau istri kamu sakit, kamu jangan bikin dia nggak tidur karena harus melayani kamu terus. Boleh berhubungan tapi cukup sekali dalam satu malam atau tiga kali tapi dalam tenggang waktu satu minggu!" ucap Mamih Mia, nada bicaranya penuh penekanan dengan arti bahwa ucapanya tidak bisa di bantah. Berani membantah maka tidur di pos security di gerbang masuk kompelek.


Meta pun mau tidak mau harus mengikuti perintah baginda ratu. Kalau tidak mau tidur bertemankan nyamuk di pos security dengan berselimut dinginya malam.


Satu lagi yang harus meta hadapi adalah para karyawanya, yang jahil-jahil. "Huh... padahal lagi seri-serunya bikin adonan harus di rem lagi," gerundel Meta, dengan kedua mata fokus ke jalanan menuju kantor tempatnya mengais rezeki dari bos besarnya Cyra.


...****************...


Sembari menunggu kisah kelanjutan Cyra dan teman-teman'nya, mampir yuk sama novel bestie othor. Wajib mampir yah, karena novelnya bagus jadi sayang kalo dilewati. Sebelum baca jangan lupa tekan fav biar enggak ketinggalan ceritanya. Kasih dukungan juga yah sama othornya, like, komen dan kasih hadiah biar othor semangat up...

__ADS_1


Yuk baca yuk.....



__ADS_2