Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Berpamitan 01


__ADS_3

Pagi ini baik Cyra dan keluarganya sarapan bersama setelah itu ia akan berangkat ke bandara.


Di rumah Tuan Latif, mamih pagi ini tidak ikut sarapan, karena ia dari semalam sedih memikirkan mantan menantu yang paling ia sayangi, akan pergi dari negara ini. Mamih sebenarnya ingin ikut mengantarkan Cyra ke bandara, terlebih kemarin waktu Cyra menginap pun sudah mengajak mamih agar ikut mengantarkan Cyra ke bandara untuk perpisahan. Namun mamih tidak bisa karena pasti nanti akan sangat menyesakan dada melihat Cyra pergi, tetapi ia di rumah seperti ini juga ingin melihat momen itu. Mamih ingin memeluk dan mencium mantan menantunya itu. Mamih benar-benar dilema di dalam kamarnya.


"Ngomong-ngomong Mamih kemana Kek? Ko tumben sih nggak kelihatan di meja makan?" tanya Qari baru turun dari tangga.


"Sepertinya masih di kamarnya, mungkin lagi sedih hari ini kan kepergian Cyra," jawab kakek dengan santai.


Qari pun hanya mangangguk-anggukan kepalanya, sebagai tanda mengerti dengan yang di rasakan mamihnya. Ia saja yang baru kenal dengan Cyra merasa kehilangan. Apalagi mamih yang memang lebih dulu kenal dengan mantan kakak iparnya, dan mereka terlihat seperti anak dan mamih sungguhan, bukan seperti mertua dan menantu.


Qari pun buru-buru menyelesaikan sarapaanya dan langsung akan berangkat ketempat kerja.


***

__ADS_1


Di ruamah Cyra sudah mulai ramai dengan semua kehebohanya, memindahkan koper berisi barang-barang Cyra.


"Ini sudah di pastikan semua kan cin. Enggak ada yang tertinggal. Semua sudah masuk ke dalam mobil," ucap Meta memastikan tidak ada yang tertinggal lagi.


Setelah semua aman dan barang juga aman tidak ada yang tertinggal, Meta pun menginjak pedal gas dengan sangat halus sehingga laju mobil sangat sedang tidak kencang dan juga tidak pelan.


Sepanjang perjalanan Cyra mengotak atik ponselnya ia mengetik pesan untuk mamih, mertua yang sudah ia anggap sebagai ibu kandung sendiri.


[Mamih, hari ini Cyra akan pergi dari Indonesia untuk merawat mommy Cyra. Terima kasih untuk semua kasih sayang yang pernah mamih berikan untuk Cyra. Sampai kapan pun Cyra tidak akan pernah lupa dengan kasih sayang yang pernah mamih berikan. Cyra akan menganggap mamih orang tua Cyra sendiri. Maafkan Cyra, mungkin selama Cyra menjadi menantu mamih, Cyra banyak salah kata, maupun sikap. Entah itu Cyra sengaja atau tidak. Mih, maafkan Cyra yang berpamitan dengan mamih hanya lewat pesan, itu semua karena Cyra tidak kuat kalo harus ngomong secara langsung dengan mamih. Tolong rahasiakan keberadaan Cyra dari Mas Naqi yah Min. Maaf kalo Cyra terkesan menghindar, Cyra hanya ingin menjaga hati Cyra agar tidak merasakan sakit yang sama. Terima kasih buat kasih sayang, dan waktu yang pernah mamih berikan untuk Cyra. Cyra sangat sayang mamih (Emot love banyak) ] Seperti itu kira kira-pesan yang Cyra ketik untuk mamih mertuanya, Sampe tidak terasa air mata Cyra menetes manakala ia mengetik pesan untuk mamih.


Cyra mencoba mengatur nafasnya dan emosinya. Ia kembali mengetik pesan kali ini untuk Kakek, sang pahlawan untuk keluarga Cyra. Entah apa jadinya Cyra tanpa campur tangan Kakek.


[Assalamualaikum kakek, hari ini adalah hari terakhir Cyra ada di negri ini dan sekarang Cyra tengah melakukan perjalanan ke bandara akan menuju ke tempat mamih. Cyra hanya mau mengucapkan banyak terima kasih untuk kakek, sang pahlawan untuk keluarga Cyra. Entah jadi apa keluarga Cyra tanpa andil dari kakek. Cyra juga ingin meminta maaf yang teramat dalam, atas kesalah pahaman Cyra dulu. Yang marah-marah sama kakek tanpa mau mendengarkan nasihat dari kakek dulu. Namun kali ini Cyra sangat bersyukur dan berterima kasih yang tiada terkira untuk semua usaha yang telah kakek berikan untuk keluarga Cyra. Cyra sangat paham perjuangan kakek yang panjang dan cukup melelahkan, tetapi semua kakek lakukan demi bisa melihat Cyra bisa berkumpul dengan keluarga Cyra. Entah harus dengan apa Cyra membalas kebaikan kakek. Maaf Cyra belum bisa membalas kebaikan kakek, mungkin suatu saat nanti Cyra akan membalasnya. Mohon maaf Cyra juga ingin kakek merahasiakan keberadaan Cyra dari Mas Naqi. Biarkan Cyra menjalani hidup ini di negara orang dengan hati dan fikiran yang tenang. Terima kasih buat kebaikan kakek. Cyra dan Mommy sangat sanyang dengan kakek (Emot love)] Lagi, ketika Cyra mengetik pesan untuk kakek hatinya sedih dan sesak. "Huh... ternyata mau meninggalkan semuanya perjuangan banget, hati serasa berat mau meninggalkan kenangan di negri ini," batin Cyra.

__ADS_1


Setelah perasananya lumayan baik, Cyra kembali mengambil ponselnya kali ini berpamitan dengan Qari. yah, adik ipar yang sudah bisa dekat dengan dia, tetapi malah sekarang harus ditinggalkanya.


Cyra bingung mau menulis pesan apa untuk Qari karena dia bahkan tipe cewek yang cuek dan jarang melow-melow, nanti kalo dia chat yang mellow malah yang ada anak itu langsung telepon dan meledeknya.


[Qari, hari ini aku pergi mau nemenin mommy untuk penyembuhanya, aku pamit yah. Nitip mamih dan kakek. Dan terima kasih buat kebaikan kamu selama ini sama aku. Maaf kalo aku sering buat kamu marah. Dan tetap rahasiakan keberadaan aku dari Abang kamu Yah] Akhirnya Cyra bisa mengtik pesan untuk Qari meskipun entah apa yang ia tulis.


Cyra menyenderkan kepalanya ke kursi dan memejamkaan mataanya. "Semoga ini adalah keputusan terbaik aku," batin Cyra sembari matanya masih terpejam.


Dreddd... terdengar ada getaran dari ponsel Cyra yang menandakan ada pesan masuk. Cyra melihat nama Qari yang ternyata mengirim pesan itu. "Huhhh... anak itu pasti mau meledek aku," gerutu Cyra tetapi ia tetap membuka pesan dari mantan adik iparnya yang sama-sama jahil. Dulu padahal Cyra tidak terlalu jahil, tetapi sejak ia sering bermain dengan Qari kejahilanya bertambah.


[Ini kirim pesan nggak ada romantis-romantisnya. coba yang sedikit romantis biar bacanya enak] Ya, Qari memang mengirim pesan sengaja untuk menghibur karena ia tahu Cyra pasti lagi mellow.


[Pasti lagi mellow yah] pesan kedua dari Qari sengaja meledek, dan saat itu juga Cyra tersenyum dengan keisengan adik iparnya, eh adik ipar tapi umurnya jauh lebih tuaan Qari.

__ADS_1


Cyra tidak membalas pesan Qari, tetapi ia sudah berterima kasih sudah dianugrahi orang-orang yang sayang denganya.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak telalu lama kini Cyra sudah sampai di bandara. Ia tinggal menunggu jadwal penerbanganya. Belum berpamitan saja suasananya sudah mengharu biru. Sudah saling diam sibuk dengan fikiranya sendiri. Cyra berusaha agar tidak menangis nanti, tetapi apakah ia bisa. Sebab Cyra juga tidak tahu sampai kapan ia akan tinggal di negara K. Apakah hanya satu dua tahun, atau lima tahun sepuluh tahun atau bahkan selamanya ia tinggal di.sana dan memulai kehidupan yang baru dan memiliki sebuah keluarga kecil di negara tersebut. Cyra menyeka butir air mata yang mencoba mengintip di sudut matanya. Ia tidak mau yang lain ikut sedih ketika ia sedih. Terutama Meta bisa-bisa ia nangis histeris kalo Cyra nangis. Laki-laki dengan hati paling sensitif. Tetapi baiknya tidak ada lawan, yang selalu siap melindungi Cyra.


__ADS_2