Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Emak Tiri


__ADS_3

Meta membuka pintu mobilnya, sementara Naqi, perasaanya mulai tidak enak. "Kenapa liat gue kayak gitu, naksir. Udah nggak mau lagi sama Cyra, sekarang ganti mau sama gue?" cecar Meta, hal itu membuat Naqi bergidik ngeri. Gimana bisa dia suka sama Meta kelakuanya ajah kayak emak tiri.


Meta tahu pasti Naqi di dalam hatinya lagi mengumpat ria karena aksinya yang menggagalkan mereka pergi berdua. Enak ajah mau pergi berdua sementara setatus belum halal. No, lebih baik Meta cosplay jadi setan. Asal Cyra aman dari predator yang bisa sajah mengancam Cyra yang polos.


"Bukan suka, pengin muntah iya," batin Naqi. Rasanya tenggorokanya benar-benar dongkol, gara-gara kelakuanya si ben-cong.


"Ayo Mas, katanya tadi mau cari Qari," ucap Cyra mengagetkan Naqi yang masih bengong, antara mimpi dan kenyataan bahwa ia duduk bersebelahan dengan Meta.


"Ah iya Ra, lagi mikir, hubungin Qari kemana yah. Bingung juga mau mulai cari dari mana," ucap Naqi. Yah memang ada benarnya, ia mau mulai mencari dari mana keberadaan Qari sementara Jakarta kan luas. Muter-muter tanpa arah juga malah semakin dibikin pusing.


"Ini bukan akal-akalan loe dong kan, karena loe pengin deket-deket sama Cyra?" tanya Meta sarkas.


"Astaga Met, ini gue lagi cemas sama adik gue yah. Biasa-bisanya loe nuduh gue pengin dekat-dekatakan sama Cyra. Tapi kalo loe mau ngalah, biar Cyra duduk di depan dan loe pindah belakang," jawab Naqi usaha lah yah, soal hasil serahkan sama othor...


Meta langsung menyetel kedua matanya dengan volume paling lebar. "Loe masih pengin dapat restu dari gue enggak? Kalo pengin jangan macem-macem," ucap Meta, dengan gaya paling sombong sesuai yang dia punya. Dan jangan dibayangkan wajah tengilnya karena sangat menjijihkan, itu yang Naqi lihat. Meta benar-benar sedang menguji Naqi.


"Ya udah Mas, Cyra coba telpon Qari," ucap Cyra sembari melerai Naqi dan Mpok Meta yang tidak pernah akur. Ah... Jangan-jangan mereka jodoh, kaya Ipek dan Clovis bermusukan terus tapi malah ujung-ujungnya mereka duduk bersama di pelaminan (Kisah salah satu tokoh novel othor 'Beauty Clouds') Jalan satu-satunya cara biar tahu di mana Qari berada ya hanya melalui telepon.

__ADS_1


Cyra yang tengah duduk di bangku penumpang belakang pun menelepon Qari.


Truuuutt... Truuttt... Truuut... Suara telepon terhubung. Naqi sangat kaget pasalnya barusan saja dia mencoba menelepon adiknya lagi masih belum aktif. "Kenapa sekarang Cyra telpon malah aktif. Nanti kalo aku di kira bohong gimana? Meta pasti ini udah siap ngocem," batin Naqi perasaanya mulai tidak tenang, adiknya juga selalu cari gara-gara.


"Ini aktif nomernya Mas?" ucap Cyra sembari tangan yang memegang Ponsel di arahkan ke depan karena ponsel dalam mode loudspeaker sehingga sangat jelas terdengar sambunag telepon itu. Meskipun belum Qari angkat.


"Ta... Tapai tadi enggak aktif kok, beneran deh," bela Naqi, perasaanya bener-bener tidak enak, dan mungkin saja ini adalah malam terakhir dia lihat Cyra. Pasalnya tatapan Meta bener-benar seolah tengah membawa pedang yang siap menusuk dia kapan saja. Yah Meta sudah menduga ini trik Naqi agar bisa mendekati Cyra dan berjalan bersama.


Naqi yang tersudut oleh tatapan Meta pun tanganya langsung merogoh saku celana santai diatas lututnya, sehingga kaki mulus berbulu terlihat menggoda mata. Laki-laki itu menekan nomor ponsel Qari untuk memastikan apakah benar Qari sudah aktif.


"Coba Ra pinjam ponsel kamu, kok nomer Qari di ponsel aku enggak aktif di kamu aktif," ucap Naqi sembari menjulurkan tanganya agar Cyra meminjamkan ponselnya. Ada rasa tersisih, gondok, campur kesal. Masa ia Qari memblock nomornya. Salah apa coba dia? Ya biarpun memang Naqi akui dia sering jahil dan ngeselin, tapi enggak harus memblock nomornya kalo ada apa-apa kan dia yang repot.


"Di block berati loe! Wah kayaknya patut dipertanyakan deh, masa ia Abang tidak tahu nomer adiknya. Abang macam apa kamu, jangan-jangan nanti kalo udah nikahin adek bungsu gue loe enggak tanggung jawab," ucap Meta terus memprovokasi Naqi agar mundur untuk mengejar Cyra.


"Beda lah, lagian kan yang block juga Qari bukan gue. Gue malah baik cari dia tandanya gue peduli. Meskipun berantemnya sama bokap gue," bela Naqi, enak ajah dia ngomong sarkas terus-terusan buat nyerang Naqi dihadapan Cyra. Sementara Naqi ajah santai sama dia. Naqi bersumpah apabila sudah menjadi suami Cyra lagi, maka Meta akan dia buat menderita jangan kasih ampun. Sekarang demi sebuah restu Naqi akan bersikap manis dan baik, tetapi nanti jangan ditanya loe jual gue borong. Seperti itu kira-kira pepatahnya.


Naqi mengabaikan balasan Meta yang tidak bermutu itu dan mengecek nomor Qari. "Yeh ini mah bukan aku di block sama tuh bocah tengil. Tapi memang nomernya beda," ucap Naqi menunjukan pada Cyra dan Meta tentu kepo langsung mengangkat tubuhnya setengah melenting punggungnya agar bisa melihat ke belakang dan meraih layar ponsel untuk memastikan omongan Naqi benar.

__ADS_1


"Iya sih Mas, berati dia ada dua ponsel kayaknya, dan ponsel yang nomernya di save sama Mas, mati kali. Dan nomor yang di save sama Cyra tidak," jawab Cyra mencoba memberikan pendapat yang tidak memprovokasi, berbeda dengan pendapat-pendapat Meta yang sangat memojokan Naqi.


"Nah kan... Apa gue bilang, loe itu enggak diakui sama Qari sebagai Abang, buktinyan dia ada nomer ponsel lain ajah engak di kasih tau. Kalo loe bener-bener abangnya pasti di beritahu dia ada nomer berapa," celetuk Meta, gatel bibirnya kalo nggak mancing Naqi keluar tanduknya.


"Met... Udah napa jangan manas-manasin terus. Kalo enggak niat bantu cari, dan nyelesein masalah, udah lebih baik loe balik lagi ke kamar sana! Kasian Fifah nggak ada yang jagain nanti di ambil lagi sama Niko," ujar Cyra, dia tahu bahwa Meta memang usil dan senang mengerjai Naqi, tapi kalo keseringan kasihan juga Naqi sedang pusing dengan keberadaan adiknya malah dia provokasi terus. Gimana kalo Naqi kepancing dan marah pada Qari karena hal sepele nomer hape.


"Sukurin, bertingah terus sih," umpat Naqi, tentunya dalam hati. Akhirnya yang ditunggu datang juga calon istri membela dia, setelah beberapa kali ia terpojok dengan ucapan Meta.


"Enak ajah bantu lah, bantu cari Qari, bantu mengamankan kalian juga dari dosa, ingat-ingat neraka itu panas," balas Meta sembari bergidik dengan tubuh gemulai memperagakan tubuh kepanasan. Yang menurut Naqi sangat menjijihkan gayanya.


"Demi restu Naqi, demi restu. Tahan-tahan sampai lampu hujau nyala baru pedal gas loe injak kuat-kuat. Lalu singkirkan tuh mak tiri," batin Naqi, sembari mencuri tatapaan sinis kearah Meta.


Cyra pun kembali melakukan panggilan mungkin saja Qari di panggilan ini mau mengangkatnya.


Truuut... Truuut... Suara panggilan tersambung, segala doa Naqi dan Cyra rapalkan agal Qari mau mengangkat.


Halloh....

__ADS_1


__ADS_2