Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Manusia Kulkas


__ADS_3

Naqi masih menelusuri setiap kamar mereka, di mana di kamar itu sangat banyak kenangan bersama Cyra. Di mana ia akan saling jahil dan berebut terutama kalo tengah mandi.


Di mana apabila Cyra yang lebih dulu mandi makan Naqi akan usil menggedor-gedor pintu kamar mandi agar istri bocilnya segera keluar, dan nanti apabila Cyra keluar dengan muka bebeknya itu sangat lucu dan sangat membuat mood Naqi semakin bagus. Sehingga biar pun Cyra marah apabila ia ganggu kalau lagi mandi, tetapi Naqi tetap akan melakukanya.


"Kenapa Engkau pertemukan aku dengan Cyra, tetapi Engkau pisahkan aku Tuhan. Aku ikhlas Engkau hukum aku dengan cara apa pun tetapi jangan dengan pisahkan aku dengan Cyra," lirih Naqi sembari melirik meja rias yang tidak terlalu banyak koleksi make up milik Cyra, itu karena istrinya tidak suka bedandan.


Namun biar pun Cyra tidak suka ber'dandan tetapi ia tetap cantik dan wajahnya tidak bosan untuk di pandang.


Jujur untuk pertama Naqi tinggal berdua dengan Cyra, di tambah dengan ia harus tidur satu ranjang dengan istri bocilnya. Naqi merasa jijih dan selalu tidur memunggungi Cyra, karena penampilan fisik Cyra yang seperti laki-laki. Kepala BOTAK, aset kembar yang tidak menonjol berbeda dengan wanita lain yang asetnya saling berlomba paling besar yang paling menonjolkan adalah yang paling banyak dilirik laki-laki. Termasuk dirinya dulu.


Sedangkan Cyra rata seperti tidak memiliki daging yang menggunduk itu. Namun justru seiring berjalanya waktu Naqi sendiri lebih suka dengan bentuk yang tidak terlalu berisi dan perempuan berpenampilan seperti Cyra adalah perempuan idaman.


Apabila awal-awal Naqi untuk melihat Cyra di rumah dengan penampilan botak saja tidak suka dan masih sering meminta Cyra berhijab atau paling tidak menggunkan wig, tidur yang saling berpunggung-punggungan, tetapi seiring berjalanya waktu Naqi justru tidak akan bisa tidur kalo tidak menatap wajah Cyra.


Namun ketika perasaan aneh itu hadir justru kakek ikut campur dengan semua urusan rumah tangganya. Naqi yang merasa tidak pernah dan tidak akan mencerikan Cyra menganggap bahwa diantara dirinya dan Cyra masih sah pasangan suami istri. Dia tidak akan mudah percaya dengan apa yang di katakan kakeknya.


Dan lagi Naqi masih percaya bahwa Cyra juga masih mencintainya, mereka sudah berjanji bahwa akan saling mencintai. Tidak hanya itu Naqi juga yakin Cyra pergi hanya untuk sembunyi sebentar dari dirinya, dan bisa jadi kepergian Cyra pasti kakek dan keluarganya yang atur. Sehingga Naqi berjanji pasti akan menemukan Cyra dan akan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Aku janji Cyra, aku pasti akan menemukan kamu, dan kita pasti akan kembali menjalani pernikahan yang indah dan harmonis. Aku pasti akan menemukan kamu," ucap Naqi sembari melihat foto pernikahan mereka di mana dulu Cyra terlihat sangat cantik dengan hijab dan cadar yang menutupi wajahnya.


Naqi mencium foto Cyra dan meletakanya di tempat biasa Cyra tidur, agar ia merasa bahwa Cyra masih benar-benar ada bersama dirinya dan ia tidur bersama dengan istrinya.


****


Di negara yang berbeda, Cyra yang sudah seharian beristirahat dan kini ia bersiap akan menemui Mommynya bersama Mr Kim.


Yah, begitu Cyra turun dari pesawat kepalanya langsung berat, dan serasa semuanya muter, sungguh pengalaman ia naik pesawat sangat buruk.


Mr Kim setelah mendengar pertanyaan Cyra langsung membesarkan biji bola matanya. "Bagai mana bisa dia bertanya seperti itu?" batin Mr Kim. Ia bingung sendiri dengan pertanyaan Cyra yang sangat tidak masuk akal. "Kenapa cari yang ribet dan lama kalo ada yang gampang dan cepat."


"Mr... kenapa diam?" tanya Cyra lagi yang makin penasaran.


"Ah, itu Indonesia ke korea selatan terutama pulau jeju tidak ada perjalanan darat," jawab Mr Kim dengan singkat hal itu karena memang ia tidak mau menjelaskan terlalu rinci yang Mr Kim yakini kalo dijelaskan pun Cyra tidak akan ngerti. Seberapa lama perjalanan laut. Di bandingkan dengan perjalanan udara.


"Memang kenapa kamu, bertanya demikian, bukanya kamu sekrang sudah ada di sini, kenapa kamu mesti repot-repot memikirkan itu?" tanya Mr Kim yang menganggap Cyra membuang-buang eneginya untuk memikirkan hal yang tidak perlu.

__ADS_1


"Hehe iseng ajah, takutnya nanti mau pulang kembali ke Indonesia aku tinggal memilih jalan darat, abisan aku tidak pernah memikirkan ternyata naik pesawat sangat-sangat menyiksa dan membuat aku hampir mati. Aku heran kenapa orang-orang mau kemana-mana naik pesawat, kalo Cyra jujur mending naik odong-odong dah dari pada pesawat," gerutu Cyra. Ia seolah mengalami trauma naik pesawat yang menurut Cyra cukup membuat dia kehilangan energi yang banyak.


Mr Kim hanya melirik ke arah Cyra serta tersenyum heran dengan anak yang ada di sampingnya. Yah, Mr Kim tau dari Tuan Latif bahwa ini adalah perjalanan Cyra untuk pertama kali naik pesawat dan maka dari itu Miss Hanna mendamping Cyra tanpa melepaskan pengawasanya sedetik pun.


Tanpa Mr Kim sadari dari tadi Cyra mengoceh ria tidak jelas bahkan mungkin membuat dirinya panas telinganya, percaya lah hal itu Cyra lakukan karena ia gerogi akan bertemu Mommynya. Ia penasaran sekali dengan sosok momonya yang mana kata Tuan Latif mommynya sangat mirip dengan dirinya. Dan saking miripnya. Cyra pun mewarisin gen yang sama dari mommynya.


Cyra dari tadi mencoba menghidupkan suasana yang sangat sepi dan membuat dirinya berfikiran yang tidak-tidak sehingga ia mencoba mencari hiburan dari Mr Kim. Yang mana Mr Kim itu Cyra lihat dan perhatikan sangat pendiam dan sangat dingin kaya kulkas empat pintu.


Dulu ia pertama liat dan bertemu Naqi pun begitu, tetapi semkin dekat Naqi bisa ia luluhan.


"Hemz... ini perjalanan masih lama Mr....?" tanya Cyra kembali mencoba membuat kulkas itu berbicara.


Mr Kim lagi-lagi menoleh dulu mearah Cyra, lalu melihat jam di pergelangan tanganya. Yah, Cyra tahu Tuan Kim itu tidak suka ditany-tanya terus, tapi sedangkan Cyra kebalikanya. Ia tidak bisa kalo hanya saling diam-diaman seolah mereka tidak kenal. Cyra yang mau saling berbagi cerita walaupun tidak kenal, ya minimal sedikit ada obrolan mungkin dari makanan kesukaan atau apa gitu. Mr Kim beda sudah beberpa kali bertemu dengan Cyra tetap ajah ngomongnya seperlunya, dan apabila Cyra pancing untuk ngobrol dia menoleh dan melirik dulu seolah sangat enggan menjawabnya.


"Sekitar lima belas menit lagi," jawab Mr Kim, lagi-lagi dengan dingin.


Cyra lagi-lagi hanya menelan ludahnya, "Susah kalo mainya kebanyakan di salju bawaanya dingin terus," batin Cyra sembari membuang pandanganya keluar jendela mobil, menikmati jalanan kota Jeju.

__ADS_1


__ADS_2