Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Donor Mata


__ADS_3

"Lalu di mana Mommy'ku bagaimana kondisinya?" tanya Cyra kali ini tidak menangis tetapi matanya yang penuh dengan dendam menatap lurus kedepan, bak anak panah yang beracun mematikan, siap digunakan untuk membekap lawan.


"Ibu kamu ada di rumah sakit di negara K, tapi kondisinya masih lemah dan juga untuk kedua matanya harus ada pendonor yang mau mendonorkan matanya agar ibu kamu bisa melihat lagi." Kakek menyodorkan ponsel yang berisi rekaman Ezah tengah di dalam ruangan yang penuh dengan alat medis.


Cyra dengan tangan bergetar meraih ponsel kakek dan memutar vidio Mommy'nya. Air matanya benar-benar tidak bisa di bendung lagi. Cyra sangat sedih melihat orang yang melahirkanya terbaring lemah dengan banyaknya alat medis.


"Sayarat untuk donor mata apa Kek?" lirih Cyra bahkan sangat lirih, hampir kakek juga tidak mendengar pertanyaan Cyra.


"Sepertinya tidak ada syarat yang sulit yang penting orang itu ikhlas, dan kotnea mata jernih tidak rabun. Tidak mengindap sakit bawaan." Kakek menjawab dengan heran. "Tunggu kamu nggak memikirkan yang aneh-aneh kan Cyra?" tanya Kakek mulai curiga dengan isi pikiran diotak Cyra.


"Kakek tenang saja, Cyra masih bisa berfikir jernih. Meskipun ada niatan untuk memberikan kehidupan yang layak untuk Mommy, tapi Cyra juga ingin menghukum Tuan Kifayat." Cyra sejak saat itu di hatinya timbul dengan balas dendam. Entahlah di mana sisi baik Cyra kenapa ia seolah ingin membuat orang-orang yang menjahati keluarganya mati dengan sia-sia.


Meta di dalam mobil sudah semakin panik, pasalnya sudah hampir tiga jam Cyra berada di dalam rumah Tuan Latif tetapi belum ada tanda-tanda anak angkatnya akan keluar.


"Aduh jangan-jangan dia lupa kalo I'm nungguin dia di sini," gerutu Meta.


"Cyra setelah menemukan pendonor itu ingin mengunjungi dan menjaga Mommy boleh kak Kek? Cyra juga tidak ingin tinggal di negara ini Cyra ingin mencari kehidupan yang baru. Meninggalkan segala kenangan di negri ini.

__ADS_1


Kakek tidak langsung menjawab. Sebab itu keputusan yang sulit. Di hati kakek beliau tetap menginginkan bahwa Cyra menjadi cucu menantunya.


"Kek... Cyra tahu Kakek itu berat melepaskan Cyra tinggal di negara orang sendiriana, hanya berdua dengan Mommy, tapi Cyra berjanji Cyra akan rawat Mommy dengan baik dan bahkan sangat baik. Cyra akan menjadi anak yang berbakti dan Cyra akan memulai kehidupan yang baru di sana. Cyra tidak sanggup lagi untuk tetap tinggal di negeri ini. Begitu banyak kenangan buruk." Cyra benar-benar berharap bahwa Kakek mengabulkan doanya.


"Nanti Kakek fikirkan lagi perlu kamu ketahui kamu juga masih punya beberapa perusahaan yang harus kamu urus jadi kamu nggak bisa pergi begitu saja. Kamu harus urus bisnis itu agar tidak merugi." Kakek berfikir ini saatnya ia mengembalikan harta milik Cyra karena bagaimana pun itu bukan haknya.


Cyra tidak langsung menjawab, tetapi ia berfikir bagaimana mencari cara agar perusahaanya tetap jalan dan dia sendiri tetap tinggal di negara lain. Yah, tepatnya menghidar dari Naqi. Bukan tidak mungkin Naqi akan balik lagi ke kota ini dan mereka akan bertemu kembali. Hati Cyra benar-benar sudah hancur sehingga andai dipaksakan untuk berpura-pura utuh yang ada akan melukai hati Cyra.


Cyra hanya ingin menyelamatkan mental dan perasaanya karena berpisah dengan Naqi sudah sangat membuatnya lelah, ia ingin menghilang untuk sementara waktu. Namun bukan tidak mungkin juga suatu saat Cyra akan kembali lagi ke negri ini. Karena bagaimanapun di negri ini ia dilahirkan dan di negri ini juga Cyra banyak mendapatkan pelajaran baik manis maupun pahit.


"Satu bulan. Kakek minta satu bulan kamu selesaikan urusan kamu dari perusahaan, perceraian, donor mata dan lain sebagainya. Silahkan kamu kerjakan. Apabila kamu sudah yakin semua selesai Kakek yang akan mengantarkan kamu menemui Mommy'mu. Kakek akan serahkan seluruhnya hidupmu pada kamu. Kakek tidak akan mengikut campuri lagi urusan kalian." Kakek menatap kedua netra Cyra yang hitam dan bening.


Cyra kembali berfikir. Sebenarnya Cyra sangat yakin bisa menjalaninya, tetapi ia hanya berfikit siapa saja orang yang bisa ia percaya untuk mengurus perusahaan yang kakek bilang. Bahkan Cyra tidak tahu prtusahaan keluarganya bergerak dibidang apa.


"Kek, Cyra tidak memiliki tenaga yang profesional di bidang bisnis. Yang lebih berpengalama Kakek apa tidak lebih baik Kakek saja yang mengurusnya. Cyra untuk sekolah saja hanya tamat SD mana mungkin tahu bagai mana mengurus perusahaan." Cyra otaknya sudah benar-benar buntu tidak mungkin ia bisa memegang perusahaan itu permasalahan paling berat. Mana waktu yang Kakek berikan hanya satu bulan, salah masukam orang kepercayaan yang ada prusahaan akan berpindah tangan lagi. Bisa-bisa akan ada kisah Tuan Kifayat episode dua.


"Nanti hal itu akan Kakek bantu dengan orang-orang yang sudah bisa diandalkan. Kamu tinggal mengontrol. Tentu Kakek juga nggak tega liat kamu harus tertatih-tatih untuk menjalankan ini semua." Ternyata Kakek masih punya hati tidak melepaskan Cyra begitu saja. Ada rasa kasihan untuk Cyra. Ia berfikir bahwa kakek tidak akan membantunya.

__ADS_1


Cyra merasa pembahasanya dengan Kakek sudah ada kesepakaan bersama. Kini Cyra hanya memiliki waktu satu bulan untuk mengurus semua urusanya.


"Ah, ada satu lagi Kek di mana Qila?" tanya Cyra yang sejak berangkat ia sudah memikirkan akan menanyakan keberadaan temanya. Sekaligus penolong dirinya dulu di saat sering terdapat luka karena siksaan dari Papahnya.


"Qila? Siapa?" tanya Kakek heran. Kakek mendengar namanya saja asing.


"Qila, maid yang bekerja di rumah Tua Kifayat. Cyra akan mengajak Qila sahabatnya untuk tinggal bersama. Di mana dulu ia pernah berjanji bahwa akan menemuinya apa bila sudah merasakan kebebasan.


"Oh... kalo Maid semua masih di rumah itu Kakek masih memperkerjakan mereka untuk tetap merawat rumah itu agar tidak terbengkalai."


"Baik lah Kek, nanti Cyra akan kerumah itu untuk menjemput Qila, dia orang yang baik sama Cyra. Hanya dia dulu yang peduli dengan Cyra." Cyra pun berniat setelah ini ia akan mengajak Meta untuk mengunjungi rumah megah Tuan Kifayat dan akan membebaskan Qila setidaknya nanti Qila bisa membantu untuk pekerjaanya.


"Terserah kamu saja itu hak kamu." Kakek tidak mempermasalahkanya, dan percaya bahwa Cyra akan benar-benar memilih orang-orang yang terbaik. Berada di sampingnya di saat ia terpuruk.


Setelah semua unek-unek Cyra dan semua pertanyaan di otak Cyra sudah terjawab kini Cyra pun akan berpamitan pulang. Setidaknya fikiranya lebih tenang dan beban dipundaknya sedikit berkurang begitu pun kegundahan hatinya sudah tidak ada lagi.


Kini yang membuat ia gundah hanya waktu satu bulan untuk mngatur semuanya sehingga ia akan bertemu dengan mommynya dengan fikiran dan batin yang tenang.

__ADS_1


__ADS_2