
Setelah Meta memberikan pelukan pada dua wanita yang memiliki nasib yang sama, kini keduanya pun sudah sedikit tenang, Cyra sudah bisa mengatur emosinya dan juga Fifah, tidak lagi semurung tadi.
"Sekarang you-you pada istirahat deh, udah mau jam tiga! Besok baru dilanjut dengan urusan masing-masing." Meta meminta agar Cyra dan Fifah istiraht dalam satu tempat tidur.
"Kamu tidur di mana?" lirih Cyra, pasalnya kan tempat tidurnya mereka yang tempati.
"You nggak usah kawatir cin. I'm nempel di dinding juga udah bisa tidur ko. Santai ajah you tidur ajah yang nyenyak, jangan pikirin I'm." Meta selalu mengalah buat para wanita dan dia tidak mau Cyra dan Fifah merasa tidak enak tinggal di rumahnya.
Akhirnya Cyra dan Fifah pun tidur di atas kasur yang sama. Sedangkan sang pemilik rumah tidur di bawah dengan kasur lantai.
*****
Di tempat lain...
Naqi dan Rania pagi ini tengah bersiap, mereka akan melakukan perjalanan ke desa tempat tinggal Rania dulu. Meskipun semuanya terasa berat untuk meninggalkan semua kenangan di kota ini, tetapi Naqi sudah mengambil keputusan bahwa ia akan mengikuti kemauan Rania. Jadi dia sudah tidak bisa mundur lagi.
"Kamu berat yah sayang, mau meninggalkan tempat ini?" tanya Rania yang sejak semalam Naqi banyak diam, meskipun sudah beberapa kali Rania pancing untuk berbicara.
"Kalo berat pasti lah, tapi mau bagai mana lagi, ini semua udah keputusanku aku harus tanggung jawab dengan pilihan ini." Naqi pun tidak mau Rania selalu merasa bersalah.
"Yuk nanti keburu kesiangan malah. Ini tidak ada tambahan barang yang mau dibawa? Kamu yakin mau bawa pakaian segini saja?" tanya Naqi memastika tidak ada lagi yang tertinggal.
Rania pun mengangguk sebagai jawaban. Naqi pun tanpa menunggu lama langsung membawa tas dan barang penting lainya dari apartemen Rania ke dalam mobil menggunakan troli barang.
Setelah semuanya yakin tidak ada yang tertinggal. Naqi dan kekasihnya pergi meninggalkan kota Jakarta, menuju desa yang tidak terlalu padat penduduknya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Naqi dan Rania tidak banyak terlibat obrolan. Bahkan obrolan yang mereka lakukan bisa dihitung perkatanya. Obrolan yang terjadi hanya yang bersifat penting dan mendesak saja.
Rania tahu Naqi memang sudah mencintai Cyra, begitupun Cyra yang mencintai Naqi. Rania tahu bahwa pasangan suami istri itu sudah saling suka.
Egois, mungkin itu yang tepat buat Rania, perasaanya pada Naqi yang begitu besar membuat ia tidak mau tahu dengan perasaan orang lain yang terpenting disisa hidupnya ia ingin bersama dengan orang yang ia cintai.
Rania yakin, Naqi hanya belum terbiasa saja, nanti juga apabila sudah terbiasa ia akan lupa dengan semua kesedihanya. Maka dari itu Rania memberikan Naqi waktu untuk meratapi kegalauanya.
****
Kembali ke rumah Meta...
Cyra dan Fifah pagi ini masih pulas tertidur padahal matahari sudah menunjujan cahaya hangatnya. Namun nampaknya kedua adik kakak itu pun masih sangat nyaman tertidur pulas di bawah selimut tebalnya.
Mungkin ini adalah tidur pertama Cyra dan Fifah dalam satu tempat tidur. srhingga mereka sangat menikmati momen itu.
Hari ini Meta ingin memberikan libur untuk Cyra selama ia kerja jadi model dan selebgram Cyra sangat jarang mengambil jatah libur.
Namun khusus hari ini justru Meta yang mengambil hari libur. Agar Cyra bisa menyelesaikan masalahnya dengan keluarga Naqi baik masalah orang tuanya maupun perceraianya.
Meta begitu melihat Cyra dan Fifah masih pulas ia pun sama menarik kembali selimutnya dan menggulung tubuhnya dengan selimut tebal bak sebuah kepompong.
Pukul sepuluh Fifah bangun lebih dulu, kini badanya sudah lebih baikan, dan ia akan meminta untuk lepas infus pasalnya ia sudah merasa segar. Fifah melihat Cyra dan Meta masih saling mendekur dengan halus.
Fifah tidak beranjak dari tidurnya karena takut Meta dan Cyra malah terbangun, akhirnya ia bermain ponsel yang Meta belikan kemarin.
__ADS_1
Fifah sebenarnya ingin menghubungi suaminya, tetapi ia takut kalo nanti Meta marah. Akhirnya Fifah pun hanya melihat-lihat sosial media instagram. Fifah pun kepo dengan Zoya. Apakah dia juga cewek atau istri yang suka bermain dunia maya.
Fifah mencoba mengetik nama Zoya di lamam percarian. Fifah menemukan ada beberapa nama Zoya, tetapi setelah Fifah amati satu persatu profilnya. Akhirnya Fifah tertarik dengan satu akun dengan nama Zoya Azahra. Fifah pun mencoba melihat pemilik akun tersebut pasalnya di foto profilnya Fifah seperti kenal laki-laki yang ada disebelah foto wanita itu.
Bak gayung bersambut intagram Zoya pun tidak terkunci. Betapa sakitnya hati Fifah bahwa pemilik akun tersebut memang milik Zoya, istri pertama Niko. Terlebih di feed Zoya hampir semua foto-foto yang di unggah adalah foto bersama suaminya dengan pose yang mesra.
Disetiap foto sepertinya Niko dan Zoya sangat happy, "Apa seperti itu kehidupan asli mereka. Sebahagia itu? Tapi kenapa Mas Niko setiap aku minta foto bersama dia tidak pernah mau, dengan berbagai alasan. Apa ini alasanya Mas Niko tidak mau berfoto dengan aku. Karena aku bukan istri yang dia sukai," gumam Fifah, tanpa terasa air matanya berjatuhan setiap melihat foto-foto Niko dan Zoya.
Tunggu!!! Ini ada juga akun Niko. Walaupun tidak siap tetapi Fifah dengan tangan bergetar akhirnya menekan profil yang bergambarkan Niko dan Zoya tengah berpose di tanah suci. Sungguh pasangan yang bahagia, dilihat dari profil keduanya sangat menggambarkan kebahagiaan.
Tidak berbeda jauh dengan Zoya isi unggahan Niko pun dominan dipenuhi dengan foto antara dirinya dan Zoya.
Sungguh hati Fifah lagi-lagi teriris ketika ia tidak menemukan foto dirinya dan Niko, foto dirinya tidak ada di dalam sosial media milik suaminya.
"Ya Tuhan sebegitu tidak dianggapnya aku, sampai-sampai satu foto diriku saja tidak ditemukan. Padahal hampir setiap minggu ada postingan baru di beranda Niko, bahkan selama menikah entah sudah berapa puluh foto Niko unggah, tetapi tidak satu pun diriku nampang di feed Niko," batin Fifah, ia makin sadar bahwa pernikahanya dengan Niko memang hanya sebuah proses jual beli rahim.
Fifah sungguh tidak bisa lagi berpura-pura kuat, tubuhnya yang awalnya sudah lebih fresh kini kembali lemah.
Fifah tifak berhenti sampai disitu ia mengecek kedua akun suami istri tersebut sampai ke insta story keduanya yang mana keduanya saling repost setatus.
Dimana Fifah baru tahu ternyata semalam Niko dan Zoya telah merayakan Aniversarry pernikahan. Fifah heran sepertinya Niko dan Zoya justru bahagia apabila Fifah pergi dari kehidupan mereka. Pasalnya selama dua hari kemarin mereka saling unggah setatus dengan caption sungguh romantis. Tidak sampai di situ keduanya pun saling balas komentar mesra seolah sangat puas bahwa Fifah memilih mundur.
Fifah pun akhirnya memutuskan membuat akun instragram dan akan mengfollow keduanya dan akan mengusili keduanya juga setidaknya Fifah akan bagaia apabila orang-orang tahu bahwa Niko mrmiliki istri dua dan yang satu istrinya ditelantarkan.
Fifah membuat akun dengan ID 'Suami Zholim' , lalu ia menggunakan foto profil Bayi laki-laki yang menggemaskan.
__ADS_1
Fifah tersenyum jahat dalam sisa air matanya yang kini tidak lagi sederas tadi aliranya.
Fifah juga wanita normal yang memiliki rasa cemburu, terlebih pelakuan Niko yang sangat pilih kasih..