Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
harus sempurna


__ADS_3

Ndoro Shaka pun mendapatkan apa yang dia inginkan, semua kulit sempurna untuk wayangnya.


ia menunggu kulit-kulit itu kering sebelum membawanya pulang, sedang Geno dan Wira mengubur semua bukti seperti biasanya yang merasa lakukan dari dulu.


keduanya kembali dan melihat Ndoro Shaka sedang merapikan kulit yang sudah mulai sedikit kering dari lemak dan sisa daging yang menempel.


setelah selesai, Ndoro Shaka mengajak mereka semua untuk pulang agar dia bisa mulai bekerja membuat wayang.


sedang di istana Bangura, Ndaru sedang menata beberapa barang sesuai dengan keinginannya.


dia dan Hasto menata sendiri karena dia harus nyaman dengan tempat tinggalnya.


dia memang selalu sempurna dalam berbagai hal, berbeda dengan kedua adiknya yang lebih bisa menerima.


itulah kenapa Ndaru sering di sebut fotokopian dari Ndoro Shaka yang juga begitu perfeksionis.


setelah selesai, Ndaru keluar saat mendengar suara mobil dari Ndoro Shaka.


dan benar saja mobil itu baru datang membawa kulit yang pria itu janjikan, karena mereka butuh untuk membuat wayang baru.


Ndaru sangat bersemangat karena dia akan membantu, dan menunjukkan beberapa kulit yang dia dapatkan.


meski nantinya akan di buang oleh Ndoro Shaka karena kurang sempurna itu tak jadi masalah untuknya. dan dia masih bisa mencari lagi yang lebih sempurna.


"Romo aku boleh ikut?"


"tentu, karena hanya kamu yang bisa membantuku, jadi kenapa kamu masih bertanya," kata Ndoro Shaka kesal sendiri melihat tingkah Putranya itu.


mereka berdua masuk kedalam ruang kerja dan langsung mulai membuat wayang.


tapi saat Ndaru menunjukkan kulit yang dia bawa, kali ini Ndoro Shaka menepuk bahu putranya itu senang.


"pria pintar, bagaimana kamu tau jika Romo mu ini membutuhkan warna ini, dan ini sangat sulit, dan kulit yang kamu bawa sangat baik, jadi kita bisa gunakan," kata pria itu


"terima kasih Romo, perlahan tapi pasti aku mulai mengerti bagaimana harus memilih kulit yang bagus, jadi kita mulai," kata Ndaru.

__ADS_1


saat kedua orang itu sibuk di ruang kerja, Dika baru bangun saat jam menunjukkan pukul dua siang, dia dengan santai ngopi sambil mengacak rambut basah miliknya.


"gila dari jam delapan pagi kamu baru bangun jam segini?" tanya Angga melihat adiknya itu.


"gak kok, sebenarnya dari jam satu, setelah melihat beberapa pesan dan email baru mandi terus keluar kesini, toh hari ini jadwal ku kosong," jawab Dika


"aku tak peduli juga," kata pria itu dengan nada menyebalkan.


"kamu tau mas, kamu itu lebih menyebalkan di banding mas Ndaru tau gak, semoga istrimu nanti tahan banting ya," kesal Dika.


"ayolah aku hanya bercanda, dan bagaimana bisa kamu begitu sensitif seperti ini," ledek Angga.


"terserah deh, mbok Jum minta makan ayam krispi dong, Dewo tolong bawakan iPad milikku, apa ada telpon dari kantor?" tanya pria itu.


"kebetulan tidak ada Ndoro Dika, dan sepertinya semuanya aman terkendali, terlebih sekarang giliran Polres tetangga kota," jawab pria itu.


"baiklah kalau begitu, aku bisa bernafas dengan lega," jawab pria itu yang sedang makan dengan ayam geprek kesukaannya.


"semoga calon istrimu itu tak menyusahkan mu ya, ku ingat terakhir dia cuma membuat omelette yang membuat ibu hampir marah, karena dia bilang tak sanggup melihat dan tak sanggup membunuh ayam," kata Angga tertawa.


Angga mengangguk mengiyakan, pasalnya yang dibicarakan oleh saudaranya itu memang benar.


sedang di ruang kerja, kedua pria itu sangat fokus, bahkan mereka saja tak boleh salah langkah jika tidak maka wayang itu akan cacat.


kebetulan tanpa di sangka keluarga dari Nyai Laila datang untuk mengunjungi sebelum pernikahan sambil membawa hadiah.


terlihat pakde kedua pemuda itu ikut datang dengan gagah, ya pria itu masih setia melajang karena baginya tak ada wanita yang pantas untuk menjadi istrinya dan hamil anak-anaknya.


"selamat siang para calon pengantin, kalian kenapa masih santai, tak ada yang kerja?" tanya Ki Aji.


"kebetulan kami malas pakde, lagi pula kami sudah kaya dari lahir, ha-ha-ha," tawa Angga menggema.


"kamu gila ya, meski begitu kamu harus tetap bekerja, bahkan dulu ayah kalian tak kenal lelah, tapi apa ini dia pemuda ini," kata Ki Aji geleng-geleng


"bercanda pakde," kata Dika.

__ADS_1


Nyai Ageng masuk untuk menemui putrinya dan memberikan semua hadiah, Ndoro Prapto dan Ki Aji duduk bersama kedua pria muda itu.


Hasto mengetuk ruang kerja dan memberitahu jika keluarga Nyai Laila datang.


"baiklah, besok kita lanjutkan, karena tak baik meninggalkan tamu yang datang," kata Ndoro Shaka


"baik Romo," jawab Ndaru yang langsung menyisihkan semua peralatan itu.


dia juga langsung memilih mandi untuk membersihkan diri, dan keduanya datang dan duduk bersama mereka.


"satu lagi yang aneh, kamu itu normal kenapa kamu pura-pura lumpuh sih Ndaru, kamu ingin membuktikan apa?" tanya Ki Aji


"aku ingin melihat bagaimana istriku bisa menerima ku, dan ternyata pilihan ibu sangat tepat, bahkan dia tak keberatan sedikitpun dengan kondisiku," puji Ndaru yang sebenarnya memiliki niat yang lain.


sedang Hasto yang mengerti hanya mengangguk dan memberikan iPad milik Ndaru.


ternyata ada beberapa laporan masuk dari pertambangan dan juga usaha kelapa sawit yang sedang sangat baik saat ini.


dia mendapatkan keuntungan yang sangat banyak sari usaha miliknya, tangan dinginnya bahkan bisa mengembangkan usaha itu sampai bisa ekspor ke luar negri untuk beberapa produk turunan.


mereka berbincang dengan sangat hangat, mereka ingin tau adat Jawa klasik atau Jawa Yogya yang akan di gunakan nantinya.


di rumah Hasna, gadis itu sedang di kurung sudah dua hari dan tak bisa keluar karena adiknya ingin mengantikan wanita itu menikah dengan Dika.


bahkan ayah wanita itu tak bisa melakukan apapun, tapi mereka lupa jika hari ini ketiga gadis itu harus membeli dan melakukan fitting baju pengantin untuk acara.


saat mobil yang menjemput Hasna datang, yang keluar malah adik dari wanita itu, Ariana tak mau pergi begitupun Rinjani.


"kemana Hasna, seharusnya dia yang pergi untuk melakukan fitting," kata Ariana dingin.


pasalnya mereka sudah mulai dekat setelah acara pemilihan waktu itu, Lidin dan Sukun yang kebetulan yang menjadi supir dan pengawal pun menyadari ada yang aneh.


"minta neng Hasna keluar, atau kami perlu mengadukan semuanya pada Ndoro shaka, tentu kalian tau apa yang bisa terjadi bukan," ancam mereka berdua.


akhirnya mau tidak mau wanita itu memanggilku Hasna, dan kondisi gadis itu sangat buruk.

__ADS_1


akhirnya mereka pergi dan Lidin akan memastikan jika keluarga itu mendapatkan pelajaran yang pantas, karena Hasna adalah pilihan dari Dika.


__ADS_2