Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
hukumnya adalah


__ADS_3

hari ini Ndaru dan Angga memimpin sendiri semua orang untuk mencari gadis yang tiba-tiba hilang itu.


bagaimana pun caranya mereka harus menemukan Hasna karena Dika bisa kembali menggila jika calon istrinya itu tak di temukan.


tapi mereka bingung mau mulai mencari dari mana, karena tak ada sedikitpun petunjuk yang tersedia.


tapi mereka tak menyerah, Ndaru mengajak Seto dan Hasto, memilih mendatangi rumah wanita itu.


"semuanya geledah rumah ini, aku tak mau tau,cari dimana Hasna!!" teriaknya.


"hei apa-apaan ini, kalian tak boleh seperti ini, ini melanggar hukum," kata Sapri ayah Hasna.


"diamlah pria tua, atau aku akan membuatmu bungkam selamanya," ancam Ndaru tak takut sedikitpun.


dia pun duduk dengan mencengkram dagu pria itu, Ndaru menatap wanita yang berdiri di pojokan itu mulai ketakutan.


"kenapa anda begitu takut, apa kamu menyembunyikan sesuatu?" kata Ndaru dengan santai.


"ti- tidak Ndoro..." jawabnya dengan gelagapan.


"Ndoro kami tak menemukannya," kata semua orang suruhan Ndaru.


"kalian yakin, periksalah semua ruangan, termasuk kotak dan koper yang ada di rumah ini jika ada, dan jangan lupa lemari juga, karena aku tak mau membuat adikku sedih," kata Ndaru tegas.


"baik Ndoro,"


"sekarang aku tanya, dimana putrimu, atau aku akan membunuh putrimu yang lainnya jika tak mau bicara," ancam Ndaru mendorong pria itu dan langsung mendekati adik tiri Hasna.


"tunggu mas Ndaru, saya disini!" teriak Hasna.


wanita itu nampak begitu berani berdiri dan melihat Ndaru, tanpa di duga pria itu mendekat dan langsung menampar Hasna dengan sangat kuat, hingga tersungkur ke lantai.


"seret dia ke istana Bangura, jika perlu satu keluarganya bawa juga, satu membuat masalah, maka semuanya pantas mati," perintah Ndaru yang mengejutkan Hasna.


"tidak, itu kesalahannya... kenapa kami ikut di bawa,"teriak Bu Lastri tak terima.


tapi Ndaru tak peduli, dan di tempat lain, Angga berhasil menemukan persembunyian dari seseorang.


tak lupa dia juga membawa pria yang sudah hancur babak belur di tangannya.

__ADS_1


"sialan, kamu membuatku hampir menghianati janji yang aku ucapkan, bawa dia ke istana Bangura," perintah pria itu yang membersihkan darah dari tangannya dengan tisu basah.


"baik Ndoro muda," jawab banyu dan yang lainnya.


mereka pun menuju ke istana Bangura, Ndoro Shaka dan Dika sudah berada di rumah belakang yang biasa di gunakan untuk hukuman.


bahkan Nyai Laila dan Rinjani juga ada di sana, bahkan Ariana baru datang karena Wira menjemputnya atas perintah Angga tadi.


"ada apa ini mbak, apa dia sudah di temukan?" tanya gadis itu yang nampak khawatir.


"sepertinya sudah, jika belum tak mungkin kita berada di sini, dan apapun yang akan kalian lihat dan dengar nanti, kalian tak akan bisa mundur karena kalian akan tau keluarga ini yang sesungguhnya, dan Ariana kamu tidak bisa mundur dari calon istri Angga," kata Nyai Laila dingin.


"kebetulan saya tak ada niatan untuk mundur ibu, terlebih jika ini sesuai dengan apa yang di lakukan oleh Hasna," kata Ariana.


"bagus kamu mengerti..."


Rinjani bingung, sebenarnya apa yang terjadi terlebih yang dia tau adalah sudah di pastikan ada yang di hukum.


tapi hukuman apa, terlebih rumah ini yang biasanya tertutup kini di buka dan dia bisa melihat begitu banyak bekas darah.


mobil pertama datang, Angga datang membawa dua pria yang sudah sekarat mungkin dengan semua luka di tubuhnya.


Rinjani terkejut melihat itu, tapi tidak dengan Ariana dan Nyai Laila yang nampak tenang.


"kau selalu tak bisa mengendalikan diri, kamu tau mereka melihat mu," kata Ndoro Shaka nampak tenang melirik ke arah tiga wanita yang berada di ruang khusus.


"tenang saja Romo, Ariana sudah tau apa kesukaan ku,bahkan aku pernah berburu bersamanya," kata Angga menyeringai.


Nyai Laila dan Rinjani melihat wanita itu yang melempar senyum kearah Angga.


Sekarang yang sudah di pastikan yang belum pernah punya pengalaman hanya Rinjani.


terdengar suara mobil yang begitu keras, "Rinjani, lihatlah bagaimana suamimu itu yang sesungguhnya," kata Angga santai.


dia pun kaget dan terus menatap pintu masuk ruangan itu, ternyata Hasna datang dengan tangan di ikat dan wajah wanita itu sudah terluka.


bahkan satu keluarga itu di bawa oleh pria itu, "wah ada apa ini, kenapa mereka tak terluka sedikit pun, apa mas Ndaru sudah lemah?"


"tutup mulut mu Angga, "Dika lakukan apa yang akan kamu lakukan, dia bukan di culik, tapi wanita sialan ini lari sendiri,"

__ADS_1


"apa itu benar!!" bentak Dika yang langsung mencekik Hasna.


"itu bukan salahnya, aku yang memaksanya lari karena aku tak ingin dia menjadi istri dari pria kejam seperti mu, karena di pantas yang mendapatkan pria yang lebih baik, dan aku tak ingin dia berakhir seperti tiga wanita di dalam sana," kata pria itu dengan suara yang lemah.


tanpa di duga Ndaru langsung mengambil sebuah kait besi berukuran besar di ruangan itu dan mengaitkannya di ikatan kaki pria itu.


dan dia pun langsung menekan tombol dan pria itu langsung tergantung terbalik.


tanpa di duga Ndaru tersenyum dan langsung membungkam mulut pria itu dengan menyumpalnya dengan kain.


"tutup mulutmu, jika tidak aku akan membuat mu tinggal nama," kata Ndaru dingin.


dia kemudian melihat kearah Rinjani, "inilah kegilaan ku istriku, semoga kamu tak ketakutan melihatnya,"


wanita itu melihat Ndaru dengan tatapan terkejut, tapi Ndaru tak menggubrisnya.


"seharusnya kalian pergi meninggalkan pria-pria gila ini, dan mbak Rinjani kamu itu hanya di jebak karena kamu saksi pembunuhan wanita di gang itu," teriak Hasna.


"apa maksudnya..." kaget Rinjani yang langsung berjalan mundur.


"wah mas, sepertinya kamu harus bilang."


"tutup mulutmu, aku tidak melakukannya, karena saat itu aku bersama Rinjani, jadi jangan mengatakan omong kosong," kata Ndaru santai.


"apa?" kaget Hasna.


"kamu itu memfitnah kami, bahkan kamu bisa dengar bukan, jika malam itu mas Ndaru bersama istrinya, karena itu adalah ulah ku! ha-ha-ha!!!"


Angga langsung menancapkan sebuah pisau ke lengan wanita itu dan kemudian mencabutnya.


Rinjani terduduk lemas melihatnya, berarti pria berbaju hitam yang dia lihat kemarin saat pertama kali menginjakkan kaki di istana Bangura adalah Angga.


tapi sebuah siulan mendistrak Rinjani,"siulan itu...." lirih Rinjani yang melihat ke arah keempat orang itu.


ternyata itu adalah Ndaru, pria itu menatap tajam kearah semua korbannya.


"kalian semua mati malam ini!!"bentak Dika.


Rinjani pun langsung pingsan karena semua pengakuan dari mereka bertiga.

__ADS_1


"Ndaru istrimu pingsan," panggil Nyai Laila.


"aduh istriku sayang yang lemah..." kata Ndaru yang menghampiri wanita terkasihnya itu dan langsung menggendongnya.


__ADS_2