
Wira mengikuti sebuah sepeda motor tanpa plat nomor menuju ke sebuah rumah yang di kenali nya.
itu adalah rumah Rinjani, dan wanita itu masuk kedalam rumah itu, "apa dia benar-benar putri keluarga pak Selo yang lain," gumam Wira.
tanpa di duga, seorang pria menepuk bahu Wira dan mengejutkan pria itu.
"mas Wira ada apa? kenapa disini?" tanya pak Selo tersenyum.
"tidak ada pak, kebetulan tadi dari rumah temen, mau mampir ke rumah panjenengan tapi tak enak," Jawab pria itu.
"owalah... ayo mari mampir, tak apa-apa, kebetulan tadi ibu masak botok udang loh," kata pria itu.
tapi sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, dia kaget karena pesan, "maaf pak, tapi sepertinya di rumah Ndoro Shaka sedang ada masalah, permisi," kata Wira yang langsung menancap gas motornya pergi.
tak butuh waktu lama, Wira sampai di pabrik milik keluarga Kusumo, dan sudah begitu banyak orang.
dia pun masuk dan melihat Dika yang sedang di borgol, "apa-apaan ini, kalian tak boleh menahan seseorang seperti ini," tegurnya.
"om Wira, sudah hentikan dan biarkan saja dia ingin apa, karena mereka tak akan menemukan apapun di tempat itu." kata Andika tersenyum menyeringai.
"kita lihat saja nanti," jawab Juan dengan percaya diri.
dia menerima pesan lewat email dan itu adalah pesan tersembunyi dan juga dari seseorang yang sangat penting.
rombongan dari Ndoro Shaka juga baru datang, bersama semua orang, Juan pun menyambut kedatangan mereka semua dengan senang hati.
"sangat datang dan melihat kehancuran kalian semua, ha-ha-ha,"
Ndoro Shaka ingin sekali rasanya merobek mulut polisi sialan itu, terlebih muka Juan begitu memuakkan.
"lapor pak, kami tak menemukan apapun di pabrik ini," kata salah satu anak buahnya.
"kau lihat, kamu tak akan bisa menemukannya karena memang semua itu tak ada," kata Dika yang berusaha berontak.
"lebih baik kalian pergi, atau kami akan mengadukan ini pada komisaris," kata Ndaru mengancam pria itu.
"tapi maaf, aku tak takut dengan ancaman mu, karena ini demi hak asasi manusia," jawab Juan
"cari di belakang pabrik ini, ada sumur tua yang berada di tengah ilalang, ada tiga sumur dan kalian bisa meminta bantuan untuk melihat kedalamnya, laksanakan!" teriak Juan.
__ADS_1
Angga terperanjat, Ndaru merasa marah karena hal itu, karena dia juga tau semua yang terjadi.
seseorang melihat Semuanya dari jauh, dia memberikan sesuatu pada salah seorang penjual nasi goreng di tempat itu.
"permisi bisa minta tolong berikan kertas ini pada pria yang mengenakan baju kemeja biru dengan ikat kepala berwarna hitam itu, dan ini uang untuk mu," kata orang misterius itu.
penjual nasi goreng itu melakukan apa yang dia inginkan, pria itu berjalan dan sedikit kesulitan saat ingin ke tempat Ndaru berdiri.
tapi beruntung dia berhasil, "maaf ada tutupan penting, dia sudah pergi, tapi hati-hati," bisik pria itu yang memberikan kertas itu pada Ndaru.
dia merasa heran tapi kemudian dia menyimpannya dulu, dan dia harus fokus terlebih dahulu.
tiga sumur di temukan, bahkan mereka langsung memasang lampu sorot agar bisa menerangi seluruh tempat itu.
bahkan beberapa barang dari para orang hilang itu di temukan di sekitar sumur.
mulai dari gelang emas hingga jam tangan, "wah sepertinya pembunuh itu ceroboh ya, karena meninggalkan semua barang bukti di sini," kata Juan dengan bangga.
mereka pun langsung menguras sumur dan menemukan banyak kerangka manusia.
setidaknya satu sumur ada lima kerangka,dan temuan itu membuat gempar karena keluarga Kusumo adalah keluarga terpandang.
Ndaru terlihat tenang, Dika pun kini mulai tenang, tapi Angga yang mulai gugup.
Ndaru menepuk punggung adiknya dan memberi kode Padanya, "aku memecahkan kasus yang tiga tahun kamu tangani tanpa hasil, apa kamu memang benar seorang polisi,atau kamu melakukannya untuk menutupi semua keburukan keluarga mu," kata Juan menghina Dika.
"terserah, karena selama kamu tak punya bukti kamu tak akan bisa menuntut kami," kata Dika santai.
malam itu semua orang melihat bagaimana pengeluaran semua kerangka manusia itu yang akan di bawa ke tim forensik untuk di indentifikasi.
dan seluruh keluarga Ndoro Shaka di bawa ke kantor polisi untuk melakukan interogasi karena pabrik itu adalah milik keluarga Kusumo.
yang membuat heran adalah begitu mudah meminta semua rekaman CCTV sebagai bukti.
Juan tak mengira jika yang menjadi pembunuh di pabrik itu bukan keluarga Kusumo melainkan dua satpam penjaga pabrik itu.
Juan menatap keempat pria itu dengan tajam, sedang keempatnya tersenyum melihat ekspresi dari Juan.
"bagaimana kepala kantor polisi yang baru, kamu sudah tidak buta kan, dan sekarang kamu harus melakukan konferensi pers untuk meminta maaf karena telah mengatakan hal gila kepada keluarga Kusumo," kata Dika dengan sombong.
__ADS_1
"sialan!!" kesal Juan yang kembali gagal menyerang keluarga itu
dia bahkan dapat surat teguran dari atasannya karena telah berani mengusik keluarga Kusumo dan memborgol Dika.
mereka berempat di izinkan pulang, dari kejauhan seseorang memperhatikan Ndaru dan kemudian hilang di kegelapan malam.
mereka semua masuk kedalam mobil, dan Ndaru ingat jika dia punya pesan tadi.
dia pun membukanya dan kaget melihat sebuah foto Rinjani istrinya yang bersama dengan dua gadis lain dengan wajah mirip.
"apa ini?" gumamnya.
"tolong Rinjani, dia sekarang dalam masalah, dan dia satu-satunya yang tak punya tanda lahir," isi pesan itu.
"apa ini, kenapa aku dapat surat seperti ini," gumam Ndaru yang nampak marah.
"ada apa le, kenapa kamu kesal?" tanya Ndoro Shaka.
"lihat Romo, aku dapat pesan seperti ini, dan sepertinya gadis yang ada di rumah ku bukan Rinjani," kata Ndaru.
"apa? mereka kembar tiga, kenapa bisa dan Selo tak pernah bilang sebelumnya, bahkan ibu mu yang menyelidikinya pun tak menemukan hal ini," kata Ndoro Shaka.
"sebenarnya ibu sudah mulai curiga saat Rinjani mulai mengajar tari tadi siang, karena yang ibu dapat dari penyelidikan awal jika Rinjani punya cidera di lengan kanannya, jadi dia akan kesulitan menari, dan juga dia sangat penakut, dia penyayang binatang, membunuh serangga saja menangis, bagaimana bisa dia tersenyum saat membunuh orang," kata Dika jujur.
"sialan!!! kenapa kamu baru bilang, jika di rumah bukan Rinjani,di mana istriku!" bentak Ndaru.
"tenanglah mas, aku dan ibu sedang berusaha mencari keberadaan Rinjani, dan sepertinya kejadian kali ini berhubungan dengan wanita yang mengaku sebagai istrimu, jadi kita ikuti saja permainan ini," gumam Dika.
mobil pun sampai di kediaman keluarga itu, terlihat hanya ada Ariana dan Nyai Laila.
Ndaru dan Dika saling lihat, Ariana dan Nyai Laila langsung memeluk kekasih masing-masing.
"Romo malam ini nikahkan Angga dan Ariana, jangan sampai mereka terus membuat kesalahan," kata Ndaru .
"tentu, Ariana panggil orang tua mu," kata Ndoro Shaka.
sedang dari dalam rumah, Rinjani datang membawa minuman hangat, "kang mas..." katanya yang langsung menaruh nampan dan berlari memeluk Ndaru.
dia ingat jika harus bersikap biasa, jadi dia juga memeluk Rinjani. "ku kira kamu tak akan menyambut ku?"
__ADS_1
"mana mungkin, aku baru selesai membuat kopi dan teh, aku khawatir pada ibu dan Ariana yang mungkin kedinginan itulah kenapa aku membuat minuman panas," kata wanita itu dengan lembut.