Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
pilihan yang tepat


__ADS_3

Ndaru merasa sangat senang dengan apa yang dia nikmati, dia sudah menentukan jika Rinjani akan jadi miliknya.


sekaligus dia bisa mengendalikan wanita itu, saat semua sedang memilih sibuk di area belakang.


Ndoro Shaka datang bersama beberapa pengawalnya, Hasto membisikkan sesuatu pada Ndaru.


"maaf karena Romo sudah datang, saya pamit dulu, dan ibu Rinjani adalah pilihan ku," kata Ndaru yang langsung di bawa oleh Hasto pergi.


"pilihan bagus, dan kalian berdua juga cepat pilih," perintah Nyai Laila.


Ndaru langsung masuk kedalam ruang kerja milik Romonya itu yang sekarang sangat luas.


"ada apa Romo?"


"kenapa kamu menyembunyikannya, jika kamu itu normal dari para wanita itu, bukankah itu Kana menghalangi jodoh mu?" tanya Ndoro Shaka yang merasa kesal pada putra pertamanya itu.


"tidak masalah Romo, setidaknya dia bisa menerima ku, dan nanti setelah dah aku akan membuatnya kaget dengn kebenarannya," kata Ndaru.


"baiklah terserah kamu, tapi mohon jangan membuat kesalahan lagi oke, terlebih kegiatan terakhir kalian cukup membuat masalah, untung Dika bisa menyelesaikannya," kata Ndoro Shaka.


"ya kalau tidak begitu, untuk apa punya adik kepala polisi," kata Ndaru yang membuat Ndoro Shaka geleng-geleng.


Kini tak butuh waktu lama, semua pekerjaan yang di bawa di berikan pada Ndaru yang memang selalu jadi orang yang membantu Ndoro Shaka.


karena sebentar lagi mereka menikah, jadi mereka mempersiapkan pernikahan secara langsung.


tapi sambil menunggu sidang militer untuk izin menikah dari Dika, mereka juga tak buru-buru karena ibu mereka mau pernikahan itu berjalan dengan baik dan mewah.


Rinjani di ajak ke sebuah ruangan yang terlihat begitu maskulin dengan semua barang bertema hitam.


ya itu adalah kamar dari Ndaru, "non, tolong lihat dan apa yang nanti anda butuhkan biar kami siapkan nanti," karambol Ijah.


Rinjani melihat ke sekeliling kamar itu, dan ternyata kamar itu sudah sangat lengkap.


jadi dia tak membutuhkan apapun lagi, "sudah tak ada mbok, semuanya sudah lengkap,"

__ADS_1


"baiklah non, kalau ada sesuatu yang lebih tolong bilang saja ya, dan mohon jangan mengatakan hal bohong, karena di rumah ini di larang keras berbohong,"


"baik mbok," jawab Rinjani.


dia pun di antar keluar, dan melihat Ndaru sedang membaca beberapa dokumen.


Rinjani menghampiri pria itu dan kemudian mengulurkan tangannya, Ndaru melihat gadis itu bingung, tapi kemudian dia langsung mencium tangan pria itu.


"aku pamit pulang, dan semoga kamu tak menyesal memilih aku,"


Ndaru hanya diam melihat wanita itu pergi, Rinjani pamit pada Nyai Laila dan Ndoro Shaka karena dia harus mengejar les.


mereka mengizinkan, sedang di tak terduga Dika juga akan pergi, "mau bareng sekalian, kebetulan aku akan pergi ke alamat dekat dengan mu, ya setidaknya calon kakak ipar tak harus mengeluarkan uang," kata pria itu.


"kalau begitu antar calon kakak ipar mu itu baik-baik,"pesan dari Ndari yang keluar dari istana utama.


Dika mempersilahkan, dan mereka pun pamit,sedang di rumah tinggal empat orang yang belum terpilih tapi Dika sudah memilih tinggal Angga


tapi pemuda itu masih belum yakin karena wanita yang di pilihkan oleh orang tuanya kurang menantang untuk Angga.


mobil yang di kendarai oleh satu keluarga itu masuk kedalam danau begitu saja, tim penyelamat masih berusaha untuk menyelamatkan para korban.


Rinjani turun di rumahnya dan memilih untuk mengajar saja dari pada harus melihat buruk lagi.


sedang Dika yang baru sampai langsung meminta laporan, dan ternyata semua ini terjadi karena ban tiba-tiba pecah dan membuat mobil oleng hingga masuk ke dalam danau.


tapi yang membuat heran adalah bagaimana bisa semua orang di dalam mobil tak ada.


"minta tim penyelamat segera mencari para korban, tak mungkin masuk ke danau dalam satu mobil kok tiba-tiba hilang semua,"


"baik komandan."


mereka pun menerjunkan beberapa Timm sar dsn pihak kepolisian yang mengunakan alat selam, tapi karena air danau yang keruh membuat mereka kesulitan.


setidaknya butuh tiga jam untuk mereka menemukan korban pertama, dan perahu yang menyusuri daerah danau itu menemukan mayat bocah yang mengambang.

__ADS_1


Dika pun tak mengira akan ada pembunuhan lagi seperti ini, tapi dia bukan polisi yang bahkan tinggal diam, dia akan segera menemukan pelaku yang sebenarnya.


di gudang milik keluarga Kusumo, berjajar perhiasan emas, uang ratusan juta dan juga batangan emas serta sertifikat tanah dan beberapa bangunan.


seorang pria tersenyum menyentuh barang-barang itu, seandainya kalian memberikannya dengan ikhlas, kan tak harus berakhir begini," gumam Ndaru.


ya pria itu memang mewarisi semua sifat Ndoro Shaka,mulai dari kekejaman, kelicikan badan kepintaran dalam menyembunyikan semuanya.


dan itulah yang menjadi tolak ukur bagaimana bisa dia yang di pilih sebagai pewaris keluarga Kusumo selanjutnya.


sedang Angga sudah di bengkel miliknya, meski dia do kenal pendiam, dia juga pintar dalam menyembunyikan hobinya yang sangat buruk yaitu menyiksa wanita.


setiap teriakan, dan suara wanita yang memohon dan menggiba, itu sangat menyenangkan baginya.


sedang Dika yang di kenal sangat kompeten juga menyembunyikan hal besar, tapi tak ada yang tau apa itu.


Ayusta sedang mengamuk di rumahnya, pasalnya wanita itu sudah di buang sebelum dia menunjukkan dirinya yang pandai merayu.


"ada apa nduk, kenapa kamu marah seperti ini?" tanya ibu dari Ayusta.


"aku di tolak oleh keluarga itu karena keponakan ibu, dia yang merenggut perhatian dari Nyai Laila dan juga Ndoro Ndaru, sekarang kesempatan ku sudah hilang Bu," tangis wanita itu.


"bagaimana bisa, jangan mengatakan hal yang tak mungkin, karena tak mungkin kamu kalah dari gadis kampung itu nduk, ini pasti Rinjani itu memakai guna-guna,sudah biar ini jadi urusan ibu, kamu tenang saja, ibu pastikan jika hanya kamu yang akan jadi Nyai di rumah itu," Kata ibu dari Ayusta.


entah apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, dia pun meminta putri tercintanya itu untuk istirahat, sedang dia menghubungi seseorang.


"lihat saja kamu Rinjani, aku pastikan kamu akan menyesal karena telah berani bersaing dengan ku," kata Ayusta.


ibu dari gadis itu buru-buru menuju ke rumah keluarga Rinjani, tapi belum juga sampai mereka di gadang oleh para pengawal dari kediaman istana Bangura.


"jika kalian ingin membuat masalah silahkan, tapi kami tak segan untuk membunuh kalian terlebih saat ingin mencelakai calon istri dari Ndoro Ndaru," kata pria yang sudah terlihat tua tapi tatapannya sangat bengis.


"aku tak takut," jawab wanita itu menantang.


tanpa di duga, golok itu menyayat lengan wanita itu dari atas bahu hingga siku, "itu baru peringatan, sekarang pergi!!" bentaknya.

__ADS_1


__ADS_2