
sesampainya di rumah, mereka tak bisa langsung istirahat, pasalnya Rinjani harus membersihkan diri.
setelah itu dia memutuskan untuk istirahat, sedang Ndaru berada di dapur rumah utama.
mbok Yem dan mbok tum bingung melihat pria itu, "tunggu dulu Ndoro, anda ini kenapa? kok tumben ke dapur?"
"ah aku sedang ingin membuat ikan lele jumbo asap, dan di rumah sedang tak ada pria karena banyak yang ikut ke pesta bukan," jawab Ndaru.
pria itu sedang sibuk membuat apa yang dia inginkan, meski dia kesulitan dan sempat terbatuk-batuk.
tapi Ndaru benar-benar tak bisa di larang, mbok Yem memutuskan untuk ke rumah tinggal pria itu.
"Nyai, Nyai Rinjani, Nyai dimana?" panggil mbok Yem sedikit berteriak.
"iya mbok, ada apa kok teriak-teriak begitu?"
"anu Nyai, Ndoro Ndaru sedang masak, sudah saya larang tapi tak mau dengar," jawab wanita itu.
"apa?!"
Rinjani langsung berjalan cepat menuju ke area dapur utama, ternyata benar.
suaminya sedang duduk menunggu di depan alat asap yang terbuat dari drum.
"sayang sedang apa?" tanya Rinjani yang sedikit lelah.
"tidak sedang apa-apa kok,aku sedang membuat ikan lele asap untuk di masak santan,dan mbok Yem, kenapa menganggu istirahat istriku," kata Ndaru sedikit ketus.
"sudah tak masalah, aku kebanyakan tidur malah ngantuk, tapi bukankah kamu tak suka dengan ikan lele?" tanya Rinjani heran.
"eh iya kah, sebenarnya tadi aku iseng ke kolam yang dulu aku pernah hampir tenggelam, aku mau mau tau apa aku masih takut, tapi saat melihat ada beberapa lele yang menunjukkan ukurannya,aku jadi ingin makan itu," jawab Ndaru.
"baiklah jadi butuh berapa lama untuk selesai, biar aku bantu buat kuah santannya ya," kata Rinjani yang meminta bumbu dapur.
mbok Yem menyiapkan apa yang di minta oleh wanita itu,dan tak butuh waktu lama akhirnya bumbu selesai.
setelah empat puluh menit, Ndaru membuka drum itu dan ternyata potongan lele itu sudah matang.
Rinjani tak mengira suaminya akan mau makan ikan yang lama menjadi musuhnya itu.
"jangan di matikan mas, mbok tum tolong taruh semua bebek itu ke dalam drum dengan cara di gantung ya, dan pastikan bebek itu di asal dengan baik ya," pesan Rinjani.
__ADS_1
"baik Nyai muda,"jawab mbok tum.
Ndaru pun tak sabar ingin makan masakan istrinya itu, Rinjani dengan senang hati menyuapi Ndaru.
"emm... ternyata rasanya seenak ini ya sayang, kamu juga makan, dan tolong simpan potongan yang lain ya mbok," pesan Ndaru
"siap Ndoro," jawab mbok Yem.
setelah makan di dapur bersama beberapa mbok mban, Keduanya kembali ke pendopo bale agung untuk bersantai sambil menunggu yang lain pulang.
sedang di pesta, Angga menjadi rebutan para wanita, bahkan mereka seakan tak melihat Ariana.
"minggir deh, dasar wanita miskin," usir seorang wanita
"wah kamu berani menghina keluarga Kusumo miskin," kata Ariana.
"bukan keluarga Kusumo, tapi kamu itu miskin karena datang dari kelas bawah," ejeknya lagi.
"ini apa sih,minggir sialan!! sekarang dia keluarga Kusumo,jadi jika kamu bilang dia miskin berarti keluarga ku juga,dan ingat jangan kebanyakan bacot ya, terlebih kalian itu tak tau malu apa buta, setelah apa yang terjadi barusan, kalian masih tak takut," kesal Angga.
semuanya pun diam, Angga langsung merangkul istrinya itu dan mengajaknya ke tempat prasmanan.
"aku lapar sayang,jadi ayo makan bersama ya, nanti kamu kelaparan loh," kata Angga dengan senyum mengembang.
"sepertinya yang kelaparan nantinya itu bukan aku deh, tapi kang mas," jawab Ariana.
"ya itu tau," jawab Angga tersenyum geli melihat reaksi dari istrinya itu.
Ariana pun mengambilkan nasi untuk Angga, sedang pria itu mengambilkan kue untuk Ariana karena gadis itu beberapa Minggu ini suka makanan manis.
keduanya pun duduk di pojokan ruangan yang cukup sepi, bahkan dari sana mereka berdua bisa melihat bagaimana semua orang sibuk.
bahkan Ndoro Shaka dan juga Nyai Laila yang terus menyapa tamu, tak lama Dika dan Anjani juga datang untuk makan.
"kalian juga makan, terus siapa yang akan membantu orang tua kita," tanya Angga yang makan satu piring dengan istrinya.
"kalian saja sana, aku lelah ya Tuhan mereka begitu berisik, dan aku tak menyukai pesta ini, terlebih seharusnya sekarang mereka sudah pulang," kata Dika.
"ya kamu benar, mereka malah duduk-duduk santai disini dan mengobrol, bukankah ini menyebalkan," kesal kedua orang itu.
tanpa di duga, Nandaka memerintahkan beberapa hiburan untuk mengakhiri pertunjukan.
__ADS_1
pasalnya ini sudah molor setengah jam dari waktu semestinya. dan Ndoro Shaka menyalami semua tamu yang pamit
setelah itu beliau baru bisa duduk dan makan siang. "kalian ini benar-benar ya, di minta bantu malah, sembunyi di sini," kata Ndoro Shaka.
"aku menyerah Romo," jawab Angga.
"oh ya nanti aku pulang tak naik mobil mu mas, karena aku harus ke rumah sakit," kata Dika
Angga dan Ndoro Shaka langsung menoleh, sedang Nyai Laila menyentuh dahi putranya itu.
"kamu sakit nak?" tanya wanita itu khawatir.
"tidak ibu, hanya ingin memeriksa kondisi Anjani, karena tadi pagi saat dia bangun tidur, istriku baru ingat jika dia telat mens sepuluh hari, dia melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif," jawab Dika dengan wajah berbunga-bunga.
"benarkah, wah bagus kalau begitu, ya kalian cepat periksakan ya nak," kata Nyai Laila.
mendengar itu, Ariana nampak sedih, pasalnya dia belum bisa hamil, karena siklus menstruasinya cukup jarang.
dalam tiga bulan dia hanya mengalami dua kali siklus mens, dan pernah di periksakan ke dokter dan dokter bilang tak masalah.
terlebih dengan gaya hidup sehat jadi kemungkinan dia tetap bisa hamil.
"ingat Dika jangan mengatakan apapun dulu, pamali," kata Ndoro Shaka yang tak ingin ada keributan.
"kenapa Romo, bukankah ini bagus jika kita akan memiliki cucu," kata Nyai Laila senang.
"permisi semuanya, tiba-tiba saya ingin ke kamar mandi," kata Ariana yang langsung pamit pergi.
"sudah lihat, karena reaksi mu akan melukai dua dari tiga menantu mu," kata Ndoro Shaka yang membuat nyai Laila diam.
pasalnya dia tak kepikiran sampai kesana karena senang. dia juga ingat jika Rinjani dan Ariana belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
"sudahlah ibu, Romo tak usah khawatir, aku yakin mbak Rinjani dan Ariana akan senang menyambut keponakan baru mereka, mungkin Gusti pangeran belum memberikan kepercayaan kepada kami dan ingin kami pacaran dulu," kata Angga mencoba bijak.
"iya, maafkan ibu yang sedikit terlalu senang hingga tak bisa mengendalikan reaksiku," Jawab Nyai Laila.
Angga hanya mengangguk saja, dia tau jika ucapan itu tak berlaku untuk Ariana.
pasalnya mereka pasti akan jadi bahan olok-olok kalau Dika benar-benar memiliki anak terlebih dahulu.
dan yang akan menerima hinaan terbesar adalah Ndaru dan Rinjani karena keduanya akan jadi penerus Ndoro Shaka.
__ADS_1