Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
bonus chapter


__ADS_3

ketiga bocah itu sudah di jemput oleh anak buah sang Romo, yaitu Hasto.


"selamat siang om Hasto," sapa ketiga orang itu.


"selamat siang para Ndoro kecil, sekarang langsung pulang atau mau beli sesuatu dulu?" tawar pria itu.


"langsung pulang om, karena aku tak mau telat pulang ke rumah," saut Devka


"ya mas Devka benar, aku juga ingin segera mandi, badan ku lengket karena terlalu berkeringat karena main tadi," saut Dipta.


"baiklah, mari kita pulang, nona duduk di depan?"


"baiklah om, aku duduk di depan," jawab Rayyana.


mereka langsung menuju ke rumah, beruntung saat mereka sampai di rumah sudah ada kedua orang tuanya.


"selamat datang," sapa Rinjani.


tapi tanpa di duga, Rayyana langsung di gendong oleh Ndaru, "aduh putri Romo berat ya sekarang,"


"Romo!!" teriak Rayyana dengan senang.

__ADS_1


Devka dan Dipta langsung memeluk bunda mereka, setelah itu mereka bertiga mandi, tapi bukannya keluar untuk makan.


mereka malah ketiduran karena kelelahan, Ndaru melihat ke kamar putrinya ternyata gadis itu kecilnya sudah terlelap.


saat masuk ke kamar kedua bujang tampannya hal yang sama terlihat, terpaksa dia pun menemui istrinya.


"sepertinya kegiatan mereka hari ini full, mereka sudah tidur sayang,"


"kalau begitu mas yang makan karena Romo sepertinya tadi ingin bertemu dengan mas dan yang lain,"


"baiklah, kalau begitu temani aku makan ya," kata Ndaru.


"baiklah," jawab Rinjani tersenyum.


keluarga harmonis, bahkan Rinjani sudah sangat bersyukur dengan semua yang dia miliki.


dia tak ingin muluk-muluk cukup hidup sederhana dan terus bersama suaminya.


sedang Dika baru saja pulang siang itu, ya pria itu sekarang bisa di bilang playboy cap kakap.


karena deretan wanita yang rela mengantri ingin di jadikan istri tak bisa terhitung.

__ADS_1


bahkan keluarga Kusumo harus menolak banyak lamaran dari para gadis cantik dan kaya karena ulah Dika.


Angga tersenyum melihat kakak pertamanya itu, "ya elah mas, burung mu masuk sangkar dulu, kenapa begitu lama orang rumah di samping ini," protes pria itu.


"terserah padaku mau datang kapan, toh Romo juga belum mulai kan, memang kita di kumpulkan untuk apa?"


"aku juga tak tau mas, sepertinya penting, buktinya Romo sendiri yang meminta paklek Wira," jawab Dika.


"mungkin mau memaksa bocah ini nikah, gila saja masak baru dua bulan ini sudah ada sepuluh lamaran, kamu itu kalau gombalin anak orang kira-kira dong," kesal Angga yang ikut merasakan kegilaan adiknya.


"memang apa urusannya dengan situ sih, mereka aja sok kebaperan saat aku gombalin, masak di bantuin beli minum, ngajak nikah, ya kali bisa punya istri seratus aku bisa kok, memang kalian berdua yang gak laku, jika bukan ibu juga tak bakal nikah tuh," ledek Dika.


"wah cari mati nih bocah, pingin aku banting ya," kesal Angga.


"sudah diamlah, Romo dan ibu datang, kenapa kalian begitu ribut," marah Ndaru


keduanya pun diam, Ndoro Shaka dan Nyai Laila menaruh sebuah foto di atas meja


"putuskan kamu pilih yang mana, jangan terus membuat kami menolak para orang penting karena ulah mu,"


"he-he-he aku belum mau menikah, karena belum ada yang bisa membuat ku tertarik," jawab Dika dengan santai.

__ADS_1


"maklum Romo, adik kecilnya sudah tak bisa berfungsi," ledek Angga.


"mulutmu mau di jahit ya mas!!"


__ADS_2