Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
siapa pria ini 2


__ADS_3

Rinjani sedang kesal, karena Ndaru mengurungnya sampai malam hari dan seakan tak ada kata puas, padahal dia banyak pekerjaan.


Ndaru tersenyum tanpa rasa berdosa, mbok Yem hanya tersenyum saja melihat Ndaru dan Rinjani.


"Nyai masih butuh sesuatu?" tanya mbok Yem.


"tidak usah mbok, ini sudah malam juga, oh ya mbok bisa istirahat karena sudah malam," kata Rinjani yang tak ingin asisten rumah tangganya itu sakit.


"baik Nyai, permisi," pamit mbok Yem.


Rinjani dan Ndaru makan bersama, "sayang mau minum dong, tolong..." kata Ndaru.


"air hangat atau dingin kang mas?" tanya Rinjani yang takut jika tidak sesuai keinginan suaminya itu.


"aku minta air biasa saja, jadi tolong ya sayang," kata pria itu.


saat Rinjani bangun, Ndaru menaruh nasi goreng itu menjadi satu piring, karena dia ingin makan satu piring dengan istrinya.


Rinjani kembali ke meja makan dan tersenyum melihat ke arah suaminya, "hei Ndoro muda, anda begitu licik, kenapa piring mu penuh dengan nasi goreng seperti itu?" kata Rinjani tersenyum.


"aku ingin kamu menyuapiku sayang, mau ya," kata Ndaru dengan memohon dengan manja.


"iya kang mas, tak usah seperti ini pun aku akan menyuapi mu dengan senang hati," jawab Rinjani tersenyum tak bisa berkata apa-apa.


sekarang Ndaru sekarang benar-benar sangat manja, entahlah hilang kemana pria kejam yang di nikahi oleh Rinjani itu.


setelah selesai makan, Rinjani dan Ndaru duduk di ruang kerja, Rinjani memastikan undangan tak ada yang terlewat nantinya.


setelah itu dia memastikan jika tak akan ada masalah, "kang mas, apa sudah bilang pada adik-adik mas, untuk membelikan para istrinya tusuk konde, karena itu harus istimewa," kata Rinjani.


"sudah sayang, tenang saja karena aku sendiri yang mengantar mereka untuk membelinya."


"baguslah kalau begitu, ah apa Semuanya sudah beres, aku takut jika undangan ada yang tak tertulis," kata Rinjani.


"tidak sayang, selama kamu mengikuti semua yang telah aku berikan padamu, semuanya ku jamin aman," jawab Ndaru.


"baiklah kalau begitu, kang mas belum selesai, bukankah kang mas harus istirahat?" tanya Rinjani yang duduk di pangkuan Ndaru.


"tidak bisa sayang, karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ini,karena kegiatan panas tadi sore, jadi semuanya terbengkalai seperti ini," jawab Ndaru mencium bibir istrinya itu.


"baiklah, terserah kang mas,lagi pula itu salah mu sendiri," bisik Rinjani dengan suara menggoda suaminya itu.


Ndaru hanya bisa menahannya karena pekerjaannya harus selesai jika tidak itu akan jadi masalah.

__ADS_1


sedang Dika dan Angga juga kini fokus mengerjakan beberapa berkas, karena tiga hari sebelum acara ulang tahun padepokan mereka tak boleh sibuk.


itulah kenapa mereka bertiga memilih segera menyelesaikan pekerjaan.


Angga menghela nafas karena dia bosan, jadi mengirimkan pesan pada kakaknya.


"Ting tong... sudah tidur mas, aku mau memberikan berkas yang kamu minta nih," isi pesan itu.


Ndaru tak membalasnya, karena kesal Angga pun keluar dari rumahnya dan mendatangi rumah tinggal dari kakaknya.


dia melompat lewat jendela, "eh... goblok," kata Angga yang tersungkur karena menginjak sebuah box penyimpanan milik Rinjani.


"kamu buta ya, kenapa lewat jendela, rumah ini punya pintu," ketus Ndaru.


"ya elah, daripada aku ngetuk pintu gak di bukain, lagi pula kenapa kantor mu kayak kapal pecah sih mas," kesal Angga menaruh berkas-berkas itu di meja.


"kamu kan tau jika Rinjani mengurus acara perayaan, lagi pula box itu adalah hasil karya seni dari istri mu, jadi seandainya rusak pun yang marah Ariana," kata Ndaru santai.


"apa? ya Gusti pangeran, maafkan aku sayang... tapi kotaknya utuh kok ya," kata Angga melihat kotak itu dan mengusapnya.


Ndaru ingin sekali tertawa, pasalnya Angga benar-benar tak bisa berkutik di depan Ariana, adik yang biasanya susah di atur, kini menjadi kucing manis didepan istrinya.


"sudah bukan, kalau begitu pulanglah aku mau menyelesaikan semuanya," usir Ndaru.


"oke mas," jawab Angga yang ingin melompat keluar jendela.


"kamu yang picek mas, kenapa menghalangi jalan sih," kata Dika yang nampak santai.


"alah cocot mu ngomong rak jelas, wes aku muleh," kesal Angga yang melompat keluar jendela.


"kalian ini ya, di sana ada pintu, kenapa suka sekali masuk lewat jendela, itu pintu besar loh," omel Ndaru.


"uwe mas, jangan marah nanti cepet tua, aku cuma mau ngasih berkas ini doang,kalau gitu aku pamit pulang, pareng...."


Dika juga pergi lewat jendela juga, Ndaru hanya menghela nafas karena kedua adiknya itu mengesalkan.


sudah di pastikan jika pria itu harus bangun semalaman untuk menyelesaikan Semuanya.


keesokan harinya, Rinjani sudah selesai mandi dan keluar rumah, dia sengaja membiarkan suaminya itu tidur.


karena dia tau jika ini adalah hari libur milik Ndaru, jadi dia memilih menutup tirai agar suaminya nyaman tidur.


dia membawa tiga kotak berukuran besar di bantu Seto dan Hasto ke ruang pendopo.

__ADS_1


disana terlihat Ariana dan Anjani sedang menyelesaikan beberapa souvernir yang akan di bagikan.


"loh nduk, suamimu mana, kok gak kelihatan?" tanya Ndoro Shaka melihat Rinjani.


"masih tidur Romo, karena tadi jam empat baru selesai lembur, jadi saya membiarkan kang mas tidur, kasihan ..."


"begitu rupanya, sepertinya kedua adiknya menyelesaikan pekerjaan sudah malam, jadi Ndaru harus lembur sampai pagi, kalian ini tak berubah ya," tegur Ndoro Shaka.


"ya maaf Romo, kan otak kami tak seencer mas Ndaru," jawab Angga santai.


"aduh bocah ini kalau ngomong suka seenaknya, memang otak mu kenapa kempel?" kata Nyai Laila tersenyum mendengarnya.


"ya bukan begitu ibu, habis aku kalau mengikuti cara kerja mas Ndaru, otakku suka ngebul, terus kasihan dong masak punya istri cantik tidak di kelonin,"


mendengar jawaban suaminya, Ariana melempar sebuah gulungan benang ke arah suaminya itu.


"mulutnya gak punya rem ya," kesal wanita itu.


Rinjani kaget karena Ariana bersikap begitu di depan kedua mertuanya, bahkan ini ada Ndoro Shaka.


"aduh Ariana tenang ya, itu suamimu cuma bercanda kok," kata Rinjani memberikan kode.


Ariana sadar dan menepuk dahinya, "maaf Romo,saya kelepasan karena terlalu sering bercanda dengan mas Angga," kata wanita itu tak enak.


"tak masalah, aku juga sering bercanda seperti ini, iyakan Angga?" kata Ndoro Shaka memukul kepala Putranya itu


"Romo ini kekerasan, ini kepala sudah di doakan loh," kesal Angga.


"tadi katanya kempel,ya biar encer kayak mas mu toh le," kata Ndoro Shaka tertawa lepas.


"wes sak karep lah," jawab Angga mengerucutkan bibirnya.


sedang Nyai Laila tak menyangka jika suaminya bisa sebahagia ini, terlebih ketiga menantunya begitu membawa kebahagiaan sekarang.


Geni datang menghampiri semua orang, "ngapunten Ndoro dan Nyai, ada orang yang mencari Nyai Rinjani,dia bernama Nandaka, katanya mau membahas tentang pesta,"


"ah iya, lek Geni tolong suruh masuk, kebetulan Romo dan ibu sedang di sini,nanti tolong pilih bunga yang di sukai ya, karena kami ingin semuanya sempurna," kata Rinjani.


Nandaka datang dengan kemeja dan celana kain, serta membawa satu keranjang penuh bunga hidup.


"selamat pagi menjelang siang," kata pria itu dengan sopan.


"widih... kenalan kakak ipar boleh juga, seleranya bagus," kata Dika dengan cukup keras.

__ADS_1


"apa maksudmu kenalan kakak ipar mu, siapa pria itu?" suara bariton milik Ndaru mengejutkan Dika dan semua orang.


bahkan ekspresi wajah pria itu sudah sangat geram ingin membunuh orang.


__ADS_2