
Ndaru dan Rinjani menyambut kedatangan semua tamu, bahkan Keduanya sangat mesra.
begitupun dengan yang lain yang juga menyambut semua undangan, setelah semua orang menempati kursinya.
para petinggi di padepokan pun duduk bersama dan mulai melakukan rangkaian acara inti.
terlihat Ndaru duduk berdampingan dengan Ndoro Shaka, dan pria itu nampak begitu berwibawa.
Rinjani hanya tersenyum dari kursinya di samping Nyai Laila, "lihatlah Laila, sekarang tau kenapa Ndaru yang akan menjadi penerus Romonya?"
"iya ibu, meski tidak bisa memiliki aura sebanding dengan Romo, tapi entahlah melihatnya saja aku merasa jika pria itu memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya," kata Rinjani.
"ternyata kamu begitu begitu mencintai suamimu ya, sampai-sampai bisa bilang begitu," kata Nyai Laila tersenyum.
rangkaian sambutan sudah selesai, dan sekarang adalah acara ramah tamah.
tak lupa juga ada acara hiburan, Rinjani, Anjani dan Ariana sedang berbincang dengan beberapa ibu yang lalu membantu.
"loh Bu Edi, kok tidak ajak anaknya?" tanya seorang wanita yang menghampiri kelompok itu.
"memang kenapa harus mengajak Mela? lagi pula dia sedang kuliah," jawab Bu Edi santai
"ibu tidak tau ya, jika hari ini akan di adakan acara pencarian jodoh, karena calon penerus dari padepokan ini istrinya mandul," kata Bu Joko.
deg...
Rinjani kaget, dia tak mengira ada acara seperti itu, itulah kenapa para undangan membawa anak gadis mereka.
"apa maksud anda? memang siapa yang anda maksud?" marah Ariana.
"ya siapa lagi, ya mas Ndaru, lihat saja sudah mau setengah tahun tapi istrinya belum hamil, pasti mandul itu," jawab Bu Anggara
"dasar wanita ini!" marah Anjani tapi Rinjani menahan adiknya itu.
"ibu... jodoh maut dan takdir semua sudah di tentukan Tuhan, termasuk rezeki anak, aku tak mengerti dengan apa yang anda bicarakan, karena pesta ini murni untuk ulang tahun padepokan, jika sekali ada kesalahan, saya tak akan mentolerir itu," kata Rinjani tegas.
"alah anak kemarin sore saja belagu, kamu tak tau, jika aku sudah hampir dua puluh tahun menjadi jajaran petinggi di padepokan ini," kata wanita itu tak kalah menantang.
__ADS_1
"itu ibu yang bilang, seharusnya anda tentu tau apa yang harus di lakukan, jika sekali salah maka tentu keluarga Kusumo tak akan diam," jawab Rinjani berhasil membungkam mulut wanita itu.
para wanita yang mendengar pun tertawa pasalnya, wanita itu sudah malu.
terlihat Ndaru ingin menghampiri Rinjani, beberapa gadis menahannya tapi Ndaru tak menggubrisnya.
dia langsung menghampiri Rinjani, "sayang ikut aku, ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu," ajak Ndaru dengan lembut.
"iya mas," jawab Rinjani yang merangkul lengan suaminya.
ternyata ada beberapa utusan dari perusahaan yang menjadi rekan bisnis suaminya.
"selamat pagi nyonya, saya tak mengira jika istri pak Ndaru begitu muda dan cantik, pasti pak Ndaru begitu beruntung mendapatkan anda," puji salah satu rekan bisnis.
"terima kasih tuan, tapi bukan mas Ndaru yang beruntung, tapi saya yang beruntung karena memiliki suami yang begitu baik sepertinya," jawab Rinjani.
"kalian pasangan yang saling mencintai ternyata, jadi senang melihatnya," jawab semua orang.
Rinjani tersenyum, dari kejauhan,seorang pria naik ke atas panggung dan mengambil mic dari MC.
"selamat datang semua para tamu undangan, sesuai dengan yang kalian tau, jika istri dari Ndoro Ndaru ini mandul dan tak bisa kasih anak, jadi hari ini kita semua akan melakukan pencarian jodoh baru," kata seorang pemuda yang mengejutkan beberapa orang
"tunggu dulu, memang ucapan ku ada yang salah, mas Ndaru jika memang istrimu itu tak mandul, harusnya sudah hamil bukan," ejek pria itu.
tanpa di duga, Hasto menendang pria itu dari atas panggung hingga tersungkur dengan wajah dingin.
saat pria itu bangun, Seto dan Epen menahannya, "kau berani semena-mena ya, hanya karena kamu putra dari keluarga Anggara," kata Ndaru dingin.
"Ndaru lepaskan putraku, kamu tak seharusnya melakukannya pada pria yang ingin membantumu untuk bisa melanjutkan keturunan keluarga kusomo," kata seorang pria yang juga termasuk jajaran petinggi di padepokan.
"aku tak peduli, jika bukan putra anda, maka anda harus mengantikan dia di hukum, dan anda harus sopan padaku," kata Ndaru tersenyum menyeringai.
"tenang nak, ini pesta padepokan, dan pak Anggara tentu anda tau, di larang membuat keributan yang bukan termasuk acara hari ini,jadi jangan kira aku tak akan bertindak ya," kata Ndoro Shaka.
pria itu diam, jika Ndoro Shaka sudah bicara maka itu bukan ancaman kosong.
Anjani menahan tubuh kakaknya yang hampir jatuh. "mbak kenapa?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"ah tidak apa-apa, aku hanya kelelahan sepertinya," jawab Rinjani yang berbohong.
sebenarnya beberapa hari ini dia terus merasakan kepalanya pusing setelah pulang dari vila.
"istirahat dulu," kata Ariana yang juga khawatir.
"terima kasih, tapi mbak gak kenapa-kenapa kok, paling penyakit kurang darah mbak kambuh," jawab Rinjani santai.
Ndaru hampir lepas kontrol saat Dika menahan kakaknya itu, karena mereka bertiga bertiga sudah janji tak akan membunuh orang lagi setelah menikah.
"mas, sepertinya mbak Rinjani syok, dia sepertinya sakit, lebih baik ajak pulang," bisiknya.
"kalian tentu tau apa yang harus di lakukan, aku tak mau tau, bereskan!!" kata Ndaru yang mengejutkan semua orang.
perintah sudah di keluarkan, Ndoro Shaka juga tak mencabut perintah itu, keluarga Anggara di dalam kehancuran.
"tidak Ndoro, jangan melakukan itu, keluarga kami sudah mengabdi kepada padepokan ini selama dua puluh tahun," mohon pak Angga
"seharusnya kamu sudah tau jika mengusik keluarga ku adalah kebodohan terbesar, dan ini akibatnya karena punya keluarga yang tak kamu didik mulut dan prilakunya, jadi kamu rasakan,dan semuanya silahkan kembali melanjutkan pesta," kata Ndoro Shaka.
Ndaru pamit pulang pada ibunya, Nyai Laila pun mengiyakan dan Ndaru membawa istrinya itu pulang.
Rinjani pun di gendong oleh Ndaru di depan semua orang, mereka tak mengira akan mendengar perintah keramat itu dari Ndaru.
benar saja, Hasto, Banyu, dan Dewo langsung melalukan apa yang di perintahkan, mereka langsung menarik semua dana yang ada di usaha milik keluarga Anggara.
bahkan dalam hitungan jam, mereka sudah kehilangan ratusan milyar dana.
sedang di dalam mobil, Rinjani hanya menghela nafas panjang, pasalnya bukan salahnya hingga ada orang yang berani mengatakan itu.
dia dan Ndaru satu bulan sempat tak bertemu, bagaimana bisa bisa jadi.
satu bulan lalu juga mereka baru pulang liburan di vila, jadi sepertinya mereka jadi jarang menghabiskan waktu bersama, kecuali di rumah saat sudah malam.
"sudah tak usah di pikirkan sayang, keluarga itu sepertinya masih tak terima karena Dika menikah dengan Anjani," kata Ndaru.
"tapi kenapa harus menyerang ku?"
__ADS_1
"sepertinya mereka tau jika kamu dan Anjani bersaudara, itukah kenapa mereka mengincar mu, terlebih putranya itu selalu ingin sebanding dengan ku, meski itu mustahil," jawab Ndaru sombong.