Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
wanita ini misterius


__ADS_3

Seto tak bisa bicara, dia memberikan catatannya kepada Hasto saat sudah sampai di rumah tinggal Ndaru.


"ada apa Seto, sepertinya kamu kelihatan bingung seperti itu? apa ada masalah?" tanya Hasto.


"aku hanya bingung cak, bagaimana bisa ada wanita yang sekilas mirip dan juga nama yang mirip juga, apa mereka kembar?" kata pria itu duduk lesehan sambil menikmati rokok miliknya.


"apa maksud mu? nama yang sama?" tanya Hasto yang melihat catatan yang di buat oleh Seto barusan.


Epen datang dengan kepala sapi yang sudah bersih dari bulu, "apa yang akan kamu lakukan dengan kepala sapi itu?" tegur Hasto merasa heran.


"gak tau, tadi di suruh bersihin saja,setelah itu di suruh datang kebelakang rumah," jawab Epen yang langsung menuju ke dapur.


Harto merasa aneh, karena di rumah tinggal itu tak ada yang suka makan kepala sapi.


Hasto menuju ke dapur dan ternyata, Rinjani yang langsung menunggui Epen memecah kepala sapi itu.


"loh cak Hasto ada apa? mau bantuin?" tanya wanita itu dengan santai.


"apa? tidak saya hanya penasaran, karena di sini biasanya tak akan menyukai kepala sapi,"


"sekarang biar aku tunjukkan seenak apa kepala sapi itu, sudah cepat masuk kedalam rumah," perintah Rinjani.


Hasto sampai di ruang kerja milik Ndoro Ndaru, dia memberikan catatan yang tadi dari Seto itu.


Ndaru kaget dan mencoret nama Anjani Ayuningtyas dengan stabilo hijau, "apa ini?"


"ini aku juga belum mengerti Ndoro, tadi Seto bilang, apa normal seorang wanita punya wajah mirip, nama mirip tapi berbeda nasib?" kata Hasto.


"aku bukan memintamu membuat teka-teki Hasto, aku bertanya siapa ini?" kesal Ndaru mendengar ucapan orang kepercayaannya itu.


"saya juga tak tau tuan, tapi Seto bilang jika wanita ini persis seperti Nyai muda, tapi beda warna kulit," Jawab Hasto.


"apa..." lirih Ndaru yang tiba-tiba marah.


tapi dia urungkan, dan kembali duduk di kursi kebesarannya, "cari tau semuanya, apa yang terjadi dan apa hubungan mereka, juga pastikan jika istriku itu tak tau dengan tugas ini," lirih Ndaru memberi perintah pada Hasto.


"baik Ndoro, dan saya tau siapa yang tepat untuk tugas ini," kata Hasto.


Ndaru mengangguk dan melihat asistennya itu pergi. pria itu menuju area ruang kerja untuk mencari kebenaran


aroma masakan yang sedang di masak sangat menggoda. bahkan aromanya sedikit mengusik Ndaru.

__ADS_1


pria itu pun keluar dan menghampiri istrinya, "kamu sedang buat apa?" tanya Ndaru.


"aku sedang masak sapi kang mas, ada gulai dan juga ada empal juga, nanti minta semua kumpul makan di rumah kita ya," kata Rinjani.


"baiklah, aku mengerti," jawab Ndaru santai.


sedang di tempat lain, Hasto bertemu Wira, "ada apa Hasto, kamu datang menemui ku?"


"ini cak, ada tugas dan sepertinya hanya cak Wira yang bisa,"


"tugas apa itu?"


Hasto menjelaskan semuanya, dan Wira tersenyum, "menarik sekali, baiklah biar aku yang melihat, siapa wanita ini hingga dia berani mengusik keluarga Ndoro Shaka," gumamnya.


Wira langsung pergi meninggalkan rumah pribadi miliknya, sedang setelah memasak, Rinjani memilih membersihkan diri.


Ndaru merasa aneh karena istrinya itu membersihkan diri tak mau bersamanya.


"sayang kamu pingsan di kamar mandi? kenapa lama sekali?" tegur pria itu


"tidak kang mas, aku baik-baik saja, hanya mengalami sedikit sakit perut," jawab Rinjani dari kamar mandi.


setelah merasa selesai, dia pun langsung keluar dan tersenyum saja, karena suaminya itu sudah ada di depan kamar mandi


"kamu tak apa-apa, karena takut kamu malah sakit parah," kata Ndaru yang membantu istrinya itu mengeringkan rambut panjangnya.


"ha-ha-ha tenang kang mas, dan berhenti mengatakan hal seperti itu karena itu seperti doa tau," kesalnya.


"maaf deh," jawab Ndaru yang duduk di meja rias.


tanpa sengaja Ndaru melihat ada tanda lahir di leher Rinjani, "sejak kapan kamu punya tanda lahir, sepertinya kemarin tak ada, dan apa yang aku tak memperhatikan?"


dia menyibakkan rambut Rinjani dan benar itu tanda lahir berbentuk bulan sabit.


"ah ini, kamu melihatnya ya, karena dari kemarin aku terus menutupinya karena malu, jika orang-orang tau jika istri Ndoro Ndaru punya tanda lahir di lehernya," kata Rinjani tersenyum dan menunjukkan cara dia menutupinya.


"owh seperti itu, baiklah kalau begitu, sekarang kita keluar, mungkin semua orang sudah datang,"


"baiklah kang mas," jawab wanita itu.


terlihat semua sudah kumpul di rumah Ndaru untuk makan malam, Rinjani datang di bantu dengan mbok Yem untuk menyajikan semuanya.

__ADS_1


"Monggo silahkan, maaf sebenarnya tadi aku kebanyakan masaknya jadi memilih mengundang semuanya," kata Rinjani tersenyum


"tak masalah nduk, oh ya maaf Dika tak bisa datang karena dia sedang menghadiri sidang," jawab Nyai Laila.


"iya ibu," jawab Rinjani.


Dika sedang dalam masalah besar, pengunduran dirinya sudah di setujui, tapi dia kini malah terjebak.


pasalnya di curigai hilangnya para wanita itu akibat pembunuhan, dan ada surat pengeledahan yang akan di lakukan.


"kalian tidak bisa seperti ini,ini namanya tindakan yang tak terpuji, bagaimana bisa kalian mengeledah tempat usaha tanpa bukti!" bentaknya.


"hati-hati dengan suaramu tuan Andika, sekarang kamu tak punya kuasa lagi, dan sebagai pengganti mu aku sudah menemukan semua bukti yang di butuhkan, terlebih kantor pusat sudah mengirimkan surat tugas pada seorang detektif terbaik untuk menyelidikinya, jadi anda harusnya bertindak sebagai warga negara yang baik, jika tidak ingin maka kamu bisa di penjara atas tuduhan menghalang-halangi penyidikan," kata pria itu dingin.


seseorang lewat dari ruang interogasi, dia tak bisa memastikan siapa itu, tapi dari siluet tubuh sepertinya dia adalah seorang wanita.


"jadi sekarang ikut kami untuk menyaksikan dari pihak keluarga, untuk melakukan penggeledahan di pabrik milik kalian bertiga itu," kata Juan yang sekarang menjadi polisi yang menanggani semua kasus hilangnya para wanita di kota itu.


Dika pun tak bisa berkutik, dia tak mengira jika kedatangannya untuk berpamitan pada anak buahnya, malah di jadikan kesempatan untuk meringkusnya.


iring-iringan mobil polisi itu menuju ke sebuah pabrik yang terkenal sebagai satu-satunya pabrik makanan ringan yang memberikan gaji besar.


mereka pun langsung menerobos masuk, para penjaga pabrik pun kebingungan melihat rombongan polisi itu.


"maaf, kalian tak boleh masuk, karena tanpa izin keluarga Kusumo kalian tak boleh bertindak sembarangan," kata penjaga pabrik di sana yang ada lima orang berbadan besar


"keluarkan dia," kata Juan dingin.


Dika pun sudah terborgol dan terlihat dengan tatapan marah besar, "aku akan membunuh mu sialan!" makinya.


"silahkan saja, aku tak takut untuk itu, karena aku disini untuk membongkar semua kejahatan," jawab Juan tersenyum.


"geledah!" teriaknya.


Lima puluh orang polisi pun langsung masuk kedalam pabrik, seorang penjaga menghubungi istana Bangura.


"Ndoro ada telpon?" kata Geno memberikan ponsel itu.


"sialan!! siapa yang berani menangkap putraku!" teriak Ndoro Shaka marah.


semua orang menoleh kaget, "Angga siapkan mobil, kita lihat semuanya," kata Ndaru.

__ADS_1


mereka langsung pergi meninggalkan rumah, Nyai Laila, Rinjani dan Ariana memilih duduk di bersama menunggu apa yang terjadi.


sedang Rinjani terus melihat ponselnya, dan Ariana merasa aneh karena setahunya jika Rinjani tak pernah seperti itu.


__ADS_2