Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
kemarahan Dika


__ADS_3

di kantor polisi ayah dari Hasna tak mengerti apapun, apa yang di katakan oleh calon menantunya itu.


"aku tak mengerti nak, apa maksudmu jika Hasna terluka karena di siksa, saat aku pulang dari bekerja, dia selalu nampak baik," kata pria itu.


"ya Tuhan, ternyata anda terlalu buta oleh istri mu yang cantik itu, iya, bagaimana bisa kamu tak tau jika putrimu terluka, dan atas perbuatannya, mereka akan ku kenali ancaman lima tahun kurungan karena melakukan KDRT," kata Dika dengan tegas.


"tapi tentu kamu perlu bukti," kata pria itu yang tetap tak menyerah.


Dika tau jika itu tak mudah, tapi dia memiliki sesuatu yang berhasil membuat adik tiri calon istrinya itu mengaku.


pasalnya tadi saat melakukan interogasi, Dika memainkan permainan kejujuran


"apa kamu mencintaiku, dan ingin menikah dengan ku?" tanya Dika.


"iya, aku ingin menikahimu, karena gadis bodoh itu sangat menyebalkan," jawab gadis muda itu dengan sedikit isakan


"tapi kenapa kamu tak bisa terpilih,malah wanita bodoh itu, kamu tau aku suka gadis yang arogan dan berani menyiksa orang," kata Dika membisikkan sesuatu.


"kata siapa aku tak berani, aku setiap hari membuat gadis itu jadi pembantu di rumah, tak hanya itu ibu juga sering tak memberikan dia makan, dan kemarin yang parah, ibu mengurungnya dua hari di gudang dan menyuruhku mengantikan posisi Hasna untuk menikah, karena aku lebih pantas, lebih cantik, lebih montok dan lebih pintar," kata gadis itu menyombongkan dirinya


"tapi ada satu hal yang kamu tak bisa gantikan, posisi Hasna di hatiku," jawab Dika yang tersenyum sebelum pergi.


"jebloskan dia ke penjara, kalian tentu pasal apa yang di kenakan, dan hasil visum akan di kirim dari rumah sakit juga," kata Dika.


gadis itu kaget dia tak mengira jika dia benar-benar akan di jebloskan ke penjara seperti ini oleh Dika.

__ADS_1


dia sudah masuk kedalam perangkap pria tampan itu, dan masa depannya akan di jamin suram.


sedang di istana Bangura, kedua calon pengantin itu sedang di minta untuk membuat sulaman.


Nyai Ageng bisa melihat bagaimana keluwesan dan ketelatenan uang di miliki, terlebih mereka berdua sangat pintar.


tapi dari hasilnya tetap Rinjani yang unggul, Ndaru keluar bersama Hasto, membawa sebuah kotak perhiasan.


"Rinjani kemarilah," panggil pria itu.


"ada apa kang mas," jawab gadis itu duduk di depan calon suaminya.


"aku ingin kamu melihat ini, dan bagaimana menurutmu?" tanya Ndaru yang membuka kotak perhiasan berisi tusuk konde dengan hiasan bunga mawar.


"itu bagus kang mas," jawab Rinjani.


pria itu meminta calon istrinya itu mendekat, saat menancapkan tusuk konde itu di kepala Rinjani.


Ndaru sambil membisikkan sesuatu, dan gadis itu menahan sakit di rambutnya.


"kamu harus tahan apapun yang nanti aku lakukan padamu, dan jika kamu berani mengadukan itu pada ibu, ku pastikan jika tusuk konde ini tak menancap di rambut mu, tapi di dada mu, mengerti," bisiknya.


"iya kang mas," jawab Rinjani yang pasrah.


dia pun langsung mundur dan sedikit menahan kesakitan karena rambutnya yang terasa tertarik tapi dia tak berani membenarkan letak benda itu.

__ADS_1


"ya sudah kalian bisa istirahat dulu, sekalian nanti kita makan makan malam ya, dan Ndaru ajak Rinjani melihat rumah kalian nanti," kata Nyai Laila.


"tidak perlu Bu, biarkan dia istirahat karena dia mungkin lelah setelah seharian berpergian bersama dengan Ariana, mbok Jum buatkan es jamu sinom untuk calon istriku, dan bawakan juga kacang-kacangan untuknya," kata Ndaru.


"baik Ndoro," jawab mbok Jum.


akhirnya Rinjani bisa melepas tusuk konde itu, dan segera menggosok rambutnya yang sedikit sakit itu.


"mbak baik-baik saja?"


"ah iya aku baik-baik saja, ada apa?" tanya Rinjani yang tersenyum kearah Ariana


"tidak, kok wajah mbak nampak pucat," kata gadis itu lagi.


"mungkin hanya lelah, sudahlah kita istirahat dulu, oh ya coba bangunkan Hasna dia waktunya minum obat," kata Rinjani


beruntung wanita itu nampak lebih baik, dan saat ada mbok mban yang datang membawa makanan.


Rinjani langsung menyuapi Hasna agar gadis itu bisa segera kuat karena malam ini akan jadi malam panjang untuk mereka semua.


Ndaru tersenyum senang saat ini, dia sedang mengambil hati dan otak yang kemarin mereka dapatkan.


"kamu ingin makan itu Ndaru?" tanya Nyai Laila.


"bukan aku tapi ketiga gadis itu, aku ingin lihat apa mereka bisa makan makanan kesukaan dari calon suami mereka," jawanya sambil tersenyum menyeringai

__ADS_1


P


__ADS_2