Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
pria misterius


__ADS_3

ibu dari Ayusta merasa kesakitan, bahkan dia harus menerima begitu banyak jahitan.


beruntung bukan lehernya yang di tebas, karena pria tadi adalah orang suruhan dari Ndaru untuk melindungi calon istrinya.


"ibu kenapa, bagaimana ini bisa terjadi?" kata Ayusta yang baru sampai di rumah sakit.


"aku juga tak tau, tapi tadi ada seorang pria misterius yang datang menghadang kami, dan pria itu memperingatkan agar ibu tak melukai keluarga busuk itu, dan jika tetap membandel kita akan di bunuhnya," kata ibu Ayusta.


mendengar ucapan dari ibunya, Ayusta pun semakin marah, karena bagaimanapun bukan Rinjani yang harus di lindungi.


"sialan, itu pasti pengawal misterius yang siap mati demi melindungi keluarga dari Kusumo, karena Rinjani akan jadi menantu keluarga itu, dia dan keluarganya pasti sudah mulai di lindungi,Arg.... ini tak bisa di biarkan, aku tak terima," Kata Ayusta.


mereka pun kini mencari siasat baru untuk membuat Rinjani di benci oleh keluarga Kusumo.


jika jalan kekerasan tak bisa, maka hanya satu cara lagi, yaitu cara licik dan itu pasti bisa membuat gadis itu pergi ke neraka di tangan Ndaru.


Rinjani sedang mengajar beberapa orang murid yang tadi di antar oleh orang tuanya ke rumah.


ya, mulai dari Sekarang Rinjani tak boleh keluar terlebih sudah ada pengumuman jika dia akan segera menikah dengan putra pertama keluarga Ndoro Shaka.


semua orang tak menyangka terlebih Rinjani yang begitu kalem dan lemah lembut akan menjadi istri dari pria yang begitu arogan.


tapi semua itu terserah Ndoro Shaka dan keluarga memilih gadis maba yang akan jadi menantunya dan sudah bisa di pastikan, jika keluarga sang wanita pamornya akan ikut melejit.


semua murid Rinjani sudah di jemput oleh orang tuanya masing-masing.


dan dia sedang membereskan semua buku saat tak sengaja dia melihat ada sosok pria melihat ke rumahnya.


tapi pria itu kemudian pergi tanpa mengucapkan apapun, tapi tak lama ada sebuah mobil yang datang.


dan ternyata itu adalah Ndaru, "tumben dia kesini?" bingung Rinjani yang heran karena tadi siang mereka sudah bertemu.


"selamat datang Ndoro Ndaru,Monggo silahkan masuk.." kata pak Selo yang melihat calon menantunya itu datang bersama asistennya.


tapi pria itu masih melihat Rinjani, pak Selo yang melihat pun langsung menarik putrinya itu.


"itu sambut calon suamimu," bisik pria itu.

__ADS_1


"iya pak," jawab Rinjani yang langsung menghampiri Ndaru dan mencium tangan pria itu.


"kang mas datang rak bilang,Monggo kang mas masuk," kata Rinjani dengan suara lembut.


"Hasto biarkan wanita ku yang mendorong kursi rodaku ke dalam rumah, dan kamu ambil semua hadiah yang tadi sengaja aku bawakan untuk calon mertuaku," kata Ndaru dengan suara tegas.


"baik Ndoro," jawab Hasto yang langsung pergi.


Rinjani mendorong kursi roda itu masuk kedalam rumah, dan setelah itu dia membantu Ndaru pindah duduk di kursi.


otomatis mereka berpelukan dan Ndaru tak mengira jika Rinjani begitu besar memiliki kekuatan.


Ndaru tersenyum saja mengetahui hal itu, tak butuh waktu lama Hasto datang dengan begitu banyak hadiah.


keluarga Rinjani begitu senang menerimanya, terlebih mereka juga termasuk jajaran orang yang kekurangan.


jadi mereka tak pernah membeli barang-barang seperti itu, sedang di lain pihak Rinjani menatap pria yang hanya tersenyum itu.


karena perubahan sikap sangat kentara hingga membuatnya bingung.


"kenapa kamu hanya berdiam di sini, bantu aku mengambil kue yang di buat ibu mu itu," kata Ndaru.


"apa? ah iya.."


Rinjani melayani calon suaminya itu, sedang Hasto hanya memperhatikan majikannya itu.


pasalnya pria itu sudah lama tak tersenyum seperti ini,dan ini adalah kemajuan besar untuk Ndaru.


sedang di rumah, Angga sedang duduk menikmati rokok miliknya bersama beberapa centeng di rumah itu.


dia tidak ada pekerjaan karena dia susah menyelesaikan kemarin, tapi tanpa di duga asistennya datang membawa beberapa tumpuk dokumen.


"apa ini? bukannya sudah selesai kemarin?" tanya Angga hanya melirik pria itu.


"maafkan saya Ndoro Angga, karena ini adalah berkas yang baru saya terima dari usaha anda yang ada di luar kota," jawab Banyu.


"baiklah, ayo kita selesaikan pekerjaan itu, dan jangan lupa kamu kirim hadiah ke rumah calon istriku,gadis yang spesial itu," kata Angga tersenyum.

__ADS_1


"baik Ndoro muda," jawab Banyu.


ya atas dasar pilihan dari Nyai Laila, Ariana keluar sebagai pemenang untuk menjadi istri dari Angga.


meski gadis itu tak memiliki dasar seperti halnya Rinjani, tapi dia tak buruk dalam tindak tanduknya.


bahkan gadis itu sangat sopan dan juga tegas, itu cocok untuk menemani Angga yang sedikit kasar agar bisa di kendalikan.


sedang untuk Dika, pilihan jatuh pada Hasna,meski awalnya Nyai Laila lebih menyukai saingan gadis itu.


tapi ini pilihan Dika dan Nyai Laila merestui dan mengiyakan apapun keinginan putranya itu.


malam ini semua calon menantu keluarga Kusumo mendapatkan hadiah spesial.


meski Dika dan Angga menyuruh orang kepercayaannya itu tak jadi masalah,karena yang terpenting hadiah itu sampai.


sedang Ndaru memang memilih mengantar sendiri karena dia ingin mengenal lebih jauh siapa calon istrinya.


terlebih Rinjani yang memiliki tutur bahasa dan kelembutan membuat pria itu penasaran.


"kenapa menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan ku?" tanya Ndaru yang masih minum teh dan makan kue.


"Anda tak takut gendut,Ah maaf... karena aku kira anda akan sangat menjaga makanan melihat bentuk tubuh anda?"


"memang kenapa bentuk tubuhku,apa kamu keberatan dengan semua ini, asal kamu tau aku selalu memiliki kegiatan yang mengharuskan aku untuk lebih sedikit istirahat, jadi menikmati hidup seperti ini bolehkan, mungkin kamu heran bagaimana aku bebas makan dan bentuk tubuhku tetap bagus, dan bagaimana itu mungkin karena orang lumpuh tak bisa olahraga bukan?" jawab Ndaru.


"bukan seperti itu, aku hanya bertanya saja kok, maafkan atas kelancanggan ku, apa anda membutuhkan sesuatu lagi?" tanya Rinjani yang tak mau berhadapan dengan pria itu.


"duduk saja di Sana dan tolong kupaskan jeruk itu untukku," kata Ndaru dengan senyum yang menyeramkan.


"jeruk apa, disini ada banyak jeruk, ada keprok, Bali dan jeruk madu, dan juga jeruk Mandarin?" tanya Rinjani.


"aku sepertinya ingin makan jeruk Bali itu, tapi jika sampai itu jeruk tak manis, aku akan membuat penjualnya makan satu jeruk tanpa di kupas," kata Ndaru.


"kamu ingin membunuhnya?"


"kenapa tidak, aku paling tak suka di bohongi terlebih dengan orang terdekat ku, jadi kamu harus ingat itu," kata Ndaru dingin.

__ADS_1


__ADS_2