
sedang di kamar itu, Rinjani sedang tak percaya dengan apa yang terjadi, dia terus menyentuh bibirnya.
"apa kang mas sudah mulai mencintai ku, dia mulai mau menyentuhku, apa begitu .." gumamnya.
dia juga menyentuh dadanya, dan jantungnya seperti berlompatan tak karuan.
dia pun menutup wajahnya dengan bantal, "tunggu dulu, tapi apa aku boleh berharap, bukankah mas Ndaru pernah bilang jika dia tak mungkin bisa mencintai lagi..." kata Rinjani yang kembali sedih.
dia pun bingung mau bahagia atau sedih, pasalnya Ndaru sangat sulit di tebak.
pria itu bisa marah Japan pun, bisa bersikap baik kapan pun, bahkan bisa tak terduga seperti selama ini.
tapi Rinjani percaya jika cintanya tak salah, karena cinta tak bisa di tebak, seperti saat ini Rinjani yang mencintai Ndaru meski pria itu sering kasar padanya.
di ruang rapat, Ndaru masuk dengan wajah marah, Ndoro Shaka hanya menepuk lantai beralas di sampingnya.
"jadi kalian mau bilang apa, bagaimana kami harus menghukum wanita ini karena berani melukai menari pertama ku,"
"menurut ku lebih baik tarik semua investasi yang kita tanam, toh aku tak ingin berurusan lagi dengan keluarga ini," saut Ndaru.
"jangan Ndoro muda, ikatan bisnis kita baik-baik saja, anda bisa menghukum Jasmine seperti peraturan yang sudah ada," kata pak Saktiawan.
"ayah mertua... kenapa seperti itu," kaget Jasmine mendengar perkataan mertuanya.
"diamlah Jasmine, kamu sudah membahayakan keluarga Saktiawan, jika kamu tak bisa di atur lebih baik tinggalkan Purnomo," kata ibu mertua wanita itu.
"hentikan drama keluarga kalian, kalau begitu Jasmine akan di hukum cambuk sepuluh kali, dan di minta membayar denda, sebesar dua puluh lima juta," kata Ndoro Shaka menunjukkan keadilan.
"atur saja Romo, dan untuk mu Jasmine, sekali lagi kamu berani kencang seperti tadi, aku akan memotong tangan mu, ingat itu," ancam Ndaru.
wanita itu hanya diam, sekarang wanita.itu di bawa untuk di hukum di depan semua orang.
ini adalah hukuman yang sangat di hindari oleh semua orang, yaitu hukuman di depan umum.
Purnomo baru datang, saat cambuk pertama mengenai tubuh istrinya itu.
"Jasmine," kata pria itu melihat istrinya.
__ADS_1
sedang Ndaru nampak diam berdiri menatap dingin, "kenapa kalian menghukum istriku,"
"diamlah, atau kita semua dalam masalah karena tingkah konyol istriku itu," marah pak Saktiawan.
Purnomo hanya diam saja melihat istrinya yang menahan kesakitan, dia sebenarnya tak tega, tapi dia juga tak tau apa yang terjadi.
setelah hukuman selesai, Jasmine pingsan, dan kini keluarga Saktiawan menjadi salah satu keluarga yang kehilangan muka.
setelah keluarga Ayusta yang mengalami hal yang sama, Jasmine sadar dan melihat suaminya dan seluruh orang.
"mas tolong aku, merebut semua diam tak ada yang ingin membantuku," kata wanita itu.
"kamu membuat malu, jadi terima hukuman ini, dan setelah ini kita lebih baik pindah ke Riau, kamu harus ikut aku, tak ada bantahan,"
"aku tidak mau, semua teman dan saudaraku ada di sini," kata Jasmine.
"kamu itu sudah di kucilkan dari masyarakat setelah menerima hukuman tadi, kamu itu kenapa bodoh sekali, kamu itu di buang Jasmine, di buang, terlebih kamu menyinggung keluarga yang harusnya kamu hindari," kata Purnomo.
wanita itu hanya diam, dia tak mengira jika nasibnya akan begitu tragis.
dia tak menyangka jika kemarahannya sesaat membuatnya bisa sampai seperti ini.
"kang mas, boleh aku tanya sesuatu?"
"mau tanya apa?" Jawab Ndaru begitu lembut
"kang mas pernah bilang jika tubuh kang mas tak bereaksi terhadap ku, tapi tadi kang mas-"
"aku ingin mencobanya, dan sekarang kamu harus melaksanakan tugas ni sebagai istri untuk mengandung anak-anak kita, karena aku dan keluargaku butuh pewaris," kata Ndaru.
"tentu saja, tapi anak yang lahir dari pernikahan tanpa cinta itu..."
"kamu takut aku meninggalkan mu, tenang saja bagiku pernikahan cukup satu kali, dan kamu adalah satu-satunya wanita yang kuat dengan tingkah ku yang sangat menyebalkan, entahlah aku selalu tak bisa mengontrol emosiku saat melihat mu bersentuhan atau dekat dengan seseorang terutama itu laki-laki," kata Ndaru.
"apa dulu kang mas dulu seperti ini?"
"jika kamu bertanya seperti itu, jawabannya tidak, dulu aku bisa mengontrol emosiku dan cenderung cuek, tapi sekarang aku tak tau kenapa aku sangat benci saat melihat mu seperti tadi, itulah kenapa aku mencekik mu untuk membuat mu sadar," kata Ndaru.
__ADS_1
me dengar itu Rinjani malah memeluk tubuh suaminya, sedang pria itu tak mengerti ada apa dengan istrinya.
"kamu baik-baik saja?"
"aku mencintaimu mas..."
Ndaru tak percaya, dia mendorong Rinjani hingga gadis itu melepaskan pelukannya.
"tapi aku monster Rinjani, aku
selalu kasar padamu, apa dan bagaimana bisa?"
"mas hanya tak bisa mengekspresikan perasaan, jadi tenang saja," jawab Rinjani.
Ndaru kembali memeluk istrinya itu, Rinjani pun merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan suaminya.
tapi untuk kesekian kalinya, pintu kembali di ketuk, dan kali ini cukup keras.
tok... tok... tok...
"apa lagi sih... ganggu mulu,"
"Ndoro kita harus kembali ke istana Bangura, karena mas Dika mengalami kejadian buruk," panggil Hasto.
mendengar itu Ndaru kaget dan langsung berdiri mengajak istrinya, "kita pergi,"
mereka pergi pulang, dan acara di lanjutkan oleh perwakilan dari keluarga Kusumo.
sesampainya di rumah, Dika sedang mengamuk, pria itu bahkan menghancurkan semua barang. di rumah tinggalnya.
"apa yang kamu lakukan Dika? kenapa kamu bisa seperti ini!" bentak Ndoro Shaka.
"semuanya hancur Romo... Hasna pergi dariku..." tangis pria itu.
mendengar itu Angga tak percaya, begitupun Rinjani, "tak mungkin, selama ini Hasna tinggal di rumah ku, dan orang tuaku bilang Hasna tak pernah keluar dan selalu di jaga,"
"jadi maksudmu dek?"
__ADS_1
"kemungkinan Hasna di culik tapi mereka membuat seperti Hasna kabur melarikan diri," kata Rinjani.
"ah iya aku ingat jika keluarga gadis itu selalu kejam," kata Ndaru.