Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
keluarga kejam


__ADS_3

tak ada yang mengira jika wanita yang selama ini terlihat baik, adalah wanita berdarah dingin seperti yang lainnya.


bahkan masa lalu Nyai Laila lebih mengerikan, wanita itu bisa membunuh beberapa orang saat kedua anaknya masih berusia satu tahun dan hamil Dika.


itu adalah serangan yang ingin membunuhnya dan menghancurkan keluarga Kusumo.


jadi dia memimpin sendiri perlawanan itu, bahkan Ndoro Shaka tak percaya dengan yang terjadi saat itu.


...(bisa di baca di novel LAILA)...


Rinjani pun gemetar saat melihat darah yang berhamburan kemana-mana.


Ndaru menahan tubuh istrinya yang lemas, "sepertinya kamu terlalu lemah sayang,"


"aku lelah mas, bawa aku pergi...."


Ndaru pun langsung mengendong istrinya itu dan mengajaknya mandi, Rinjani kaget melihat ada sebuah bak mandi berukuran besar dengan taburan kelopak mawar dan melati.


"kang mas... ini apa?"


"tempat mandi, sudah lebih baik kita mandi dulu," kata Ndaru yang mengajak istrinya itu masuk kedalam bak mandi itu.


mereka pun saling bantu untuk membersihkan diri,setelah itu mereka pun bangun dan mengganti pakaian mereka.


setelah itu Ndaru mengandeng istrinya itu untuk keluar rumah, "ada apa kang mas, kenapa kita pergi?"


"ah aku ingin mengajak mu malam mingguan saja, Hasto kamu bisa istirahat karena kami ingin jalan berdua saja," kata Ndaru pada asistennya itu


"baiklah Ndoro, kalau begitu selamat menikmati perjalanan anda, dan tolong hati-hati di jalan dan jangan melakukan hal yang mengerikan ya," pesan pria itu.


"kamu cerewet sekali," kata Ndaru yang kemudian masuk kedalam mobil miliknya.


mobil mewah itu menuju ke arah kota, sesampainya di kota mereka pun memilih belanja dulu semua kebutuhan.


Rinjani tak terlalu banyak membeli barang karena stok di rumah tinggal masih cukup banyak.


tapi dia membeli beberapa bahan kue dan juga jenis buah dan kacang-kacangan yang di pasar tidak ada.


"kang mas tak membeli apapun?" tanya Rinjani yang terus di gandeng oleh suaminya itu.


"tidak,aku tak butuh apapun, toh istriku sudah menyiapkan semua kebutuhan ku di rumah,"


"baiklah, setelah ini boleh kita akan mie ayam yang ada baksonya?" tawar Rinjani memohon.


"baiklah aku mengerti, nanti mas ajak ke tempat favorit ku dulu saat kuliah," jawab Ndaru yang merangkul istrinya

__ADS_1


mereka pun melanjutkan berbelanja, meski Ndaru terlihat begitu ketus, tapi pria itu tetap menjadi magnet bagi beberapa wanita.


bahkan Rinjani pun beberapa kali menghela nafas saat melihat suaminya itu di dekati para gadis


padahal Ndaru begitu kejam saat mengatakan sesuatu, tapi para gadis itu malah terlihat begitu bahagia.


tak butuh waktu lama, kini mereka mengantri di depan kasir, penjaga kasir itu seorang pria.


pria itu terus tersenyum kearah Rinjani, dan Ndaru tak suka akan hal itu.


"wah pengawal baru mbak?" tanya pria itu.


"apa? pengawal baru, siapa?" kata Ndaru yang sedikit kaget.


"bukan kok, yang pengawal itu yang kemarin, sedang ini Suamiku, memang kenapa?" jawab Rinjani yang nampak bingung.


"tidak apa kok mbak, ku kira anda belum menikah, aku ingin mengajak mu berkenalan karena aku menyukai mu dari pertama melihat mu, maaf..." kata penjaga kasir itu.


"kamu ingin mati berani bilang seperti ini di depan ku," marah Ndaru mendengar ucapan pria itu.


tapi Rinjani sempat menahan suaminya itu agar tak melakukan hal aneh.


"sudah mas, dia hanya mengatakan omong kosong, lebih baik kita pulang ya, aku sudah lapar..." bujuk Rinjani.


tapi dia ingat jika Rinjani selesai melakukan hal besar, jadi dia memilih mengikuti keinginan istrinya.


mereka pun pergi dari tempat perbelanjaan terbesar itu, setelah itu mobil yang di kemudikan oleh Ndaru menuju ke sebuah jalanan yang cukup sepi


"mas kenapa harus lewat jalan ini, ngeri loh..."


"sudah sayang tenang saja, ini adalah jalan pintas tercepat untuk menemukan hal yang kamu inginkan itu," jawab pria itu


mobil pun sampai di sebuah rumah makan yang tak terlalu luas, meski letaknya di sebuah pedesaan, yang datang ke tempat itu semuanya memakai mobil.


Ndaru meminta Rinjani mencari tempat duduk yang nyaman, dan dia memutuskan untuk duduk lesehan .


Ndaru kembali dengan membawa nomor meja, "mas aku mau ambil minuman ku tadi ya," pamit Rinjani.


"baiklah, ini kunci mobilnya," kata Ndaru yang tak bermasalah saat ini.


Rinjani datang ke tempat itu dengan membawa beberapa jenis minuman, Rinjani pun memberikan kunci mobil kembali pada Ndaru.


dia pun santai menunggu pesanannya datang, dan tenyata Ndaru memesan dua bakso dan semangkok mie ayam.


bakso urat bercampur dengan kikil sapi yang begitu berlemak, Rinjani terdiam melihatnya.

__ADS_1


"kenapa? tadi katanya mau makan mie ayam dan bakso, ini sudah datang, memang ada yang salah?" tanya Ndaru yang makan bakso itu dengan santai.


"tidak tapi sedikit kebanyakan lemak ya, permisi boleh minta mangkok kosong satu," kata Rinjani yang di angguki oleh salah seorang pelayan yang tak lama memberikan wanita itu sebuah mangkuk kosong.


Rinjani mengambil semua kikil dan gajih sapi yang ada di mangkuknya, dan baru dia berani makan bakso.


setelah selesai makan, Ndaru mengajaknya pergi lagi ke beberapa tempat.


sebenarnya ini di lakukan untuk membuat wanita itu sibuk dan tak memikirkan apa yang terjadi di rumah.


karena yang sebenarnya di istana Bangura, mereka baru saja selesai membereskan keempat jasad itu.


Dika sedang mandi dan memikirkan bagaimana tadi Hasna yang begitu berani menentangnya.


bahkan wanita itu berani meludahinya, dia pun kali ini terhina seburuk ini.


itulah kenapa dia memilih untuk menghabisi wanita itu dan seluruh keluarganya.


bukan tanpa alasan, Hasna telah menghina keluarga Kusumo karena hasutan dua pria tadi.


ya keduanya adalah orang-orang yang tak suka jika melihat keluarga dari Ndoro Shaka bahagia.


Hasna yang mendapatkan hasutan itu dengan mudah menelan semuanya bulat-bulat, dan itu adalah sebuah kesalahan besarnya.


"kau itu pembunuh, semua keluargamu, bahkan kamu tega membuat keluargaku hancur seperti ini, aku membencimu, dan aku sudah memasukkan semua yang ku ketahui ke tim kode etik tempat mu bekerja," kata Hasna


"tapi sayangnya aku sudah ingin berhenti, karena setelah ini kamu tak akan di temukan," kata Dika.


Hasna pun tak mengira jika pria yang selama ini menatapnya dengan cinta, kini menatapnya dengan kebencian mendalam.


"bagaimana, aku akan membuatmu mati perlahan, itu mungkin akan menyenangkan,"


"tidak!!" teriak Hasna.


Dika pun terbangun dari lamunannya, "ah sialan..."


dia pun keluar dari kamar mandi dan bergegas ke kamar miliknya. dia memilih kembali kebangun utama istana Bangura karena dia tak ingin tinggal di rumah miliknya.


"Dika kamu baik-baik saja?" tanya nyai Laila melihat putranya yang nampak lesu.


"tentu saja tidak ibu, Semuanya hancur, rencana yang aku rancang untuk hidupku sudah hancur tak bersisa,"


"kenapa bilang begitu, aku yakin jika suatu saat akan ada seseorang yang datang ke hidup mu dan merubah segalanya menjadi lebih berwarna," kata nyai Laila lembut


"kalau itu sampai terjadi, maka ibu jadi orang pertama yang tau," jawab Dika.

__ADS_1


__ADS_2