
Juan masih berada di gubuk tempat Rinjani di sekap, dia baru saja sadar dari pingsan karena merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
bahkan dia terus mengerang kesakitan, tapi seorang pria datang menemuinya.
"wah polisi tak berguna, aku menyuruh mu untuk menyelidiki dan menjebloskan Dika ke penjara, tapi kenapa malah dua satpam dari pabrik itu yang masuk penjara, kamu bodoh ya," kata pria misterius itu.
"maafkan aku tuan,aku tak juga tak menyangka jika mereka yang melakukan hal buruk itu.
"hentikan omong kosong mu, sekarang aku akan memberimu pilihan? kamu mati di sini atau cepat bangkit dan buat keluarga itu mati," kata pria itu.
"kenapa anda begitu ingin keluarga itu mati?"
"kamu tak usah bertanya karena aku tak suka hal itu,"marahnya.
Juan pun dapat pergi bersama pria itu dan segera ke rumah sakit, dan dokter mengatakan jika dia kemungkinan akan sulit memiliki anak karena test*snya sudah rusak.
"tunggu saja Ndaru, aku akan membunuh mu, karena kamu tak tau jika di rumah mu itu menyimpan Monster yang menakutkan," gumamnya yang langsung menghubungi Ragini.
tapi wanita itu tak menjawab ponselnya karna begitu sibuk menyambut tamu yang datang.
Ariana melihat ponsel wanita itu terus menyala karena panggilan pun risih.
tapi dia baru sadar jika itu bukan ponsel Rinjani biasa, karena ponsel Rinjani memiliki wallpaper foto hutan bukan foto dirinya dan Ndaru.
Ariana melempar ponsel itu ke sebuah kolam ikan di sekitar sana, dan otomatis ponsel pun mati.
"aku curiga wanita ini bukan mbak Rinjani," gumamnya melihat sosok yang tersenyum pada semua orang itu.
tapi dari kejauhan Ndaru, Dika dan Wira baru datang, mereka tampak bercanda tawa.
"kang mas..." sapa Ragini memeluk Ndaru erat di depan semua orang.
"tumben kamu tak malu memeluk ku di depan semua orang," kata Ndaru yang menahan rasa jijiknya.
"kenapa malu sih, aku istrimu loh," kata Ragini tersenyum.
"aduh yang manten baru saja kalah, mohon perhatian semuanya aku ingin memperkenalkan calon istriku yang batu, karena kemarin Hasna kabur dengan pria, dan aku sudah memilih gadis yang bisa mengobati rasa sakit hatiku, sayang... kemarilah," panggil Dika.
Anjani turun dari mobil dan mengejutkan semua orang, tak hanya tamu tapi semua orang tua mereka juga.
"semuanya perkenalkan calon istriku, Anjani Ayuningtyas dia seorang yatim piatu," kata Dika santai.
__ADS_1
"apa yang Ndoro katakan, dia masih memiliki orang tua, dia putri ketiga kami, dan bagaimana bisa kamu keluar!!" bentak pak Selo.
"bukankah pak Selo hanya punya satu putri, itu yang di laporkan saat ada audit kan, jadi bagaimana bisa gadis ini putri anda," kata Dika merangkul pinggang Anjani.
Ragini yang melihat Anjani disana, merasa takut jika dirinya ketahuan menyamar, karena Anjani tau segalanya.
"Anjani, apa kamu begitu tak menyukai kami hingga tak mau mengakui kami sebagai keluarga mu, apa seperti ini cara mu membalas kebaikan kami?" tanya Ragini yang berpura-pura lembut.
tapi Anjani menatap Ragini dengan dingin, "kamu yakin mbak Rinjani? karena jika iya, pasti kamu tak akan mengatakan itu?" kata Anjani mengejutkan semua orang.
Bu Sekar langsung mencengkram erat lengan Anjani, "aduh kamu ngomong apa sih, sudah jangan ngambek gitu dong, masak kamu masih marah karena mbak Rinjani menikah dengan Ndoro Ndaru?"
"kenapa? apa kamu mau jadi istri keduaku?" tanya Ndaru yang memancing Ragini untuk menunjukkan siapa dirinya.
"apa aku boleh?" tanya Anjani.
"kang mas bicara apa? bagaimana bisa mengatakan itu saat aku di samping mu, aku tak mengizinkan kang mas menikah lagi," kata Rinjani.
"aduh-aduh kamu marah ya, maaf padahal aku cuma bercanda kenapa begitu serius, semuanya kembali berpesta, aku mau istirahat dulu ya," pamit Ndaru yang menuju ke arah rumah tinggalnya.
Anjani di ajak Dika menemui orang tuanya, Nyai Laila pun mengajak Anjani berkeliling dan terus membuat gadis itu berada di sampingnya.
"pak, apa Ndaru dan Dika sudah tau, mereka mengajak Anjani, dia kan tau segalanya,"
mereka pun bertingkah biasa saja, tapi nyatanya mereka sekarang di awasi oleh Soli dan Sukun dari kejauhan.
Juan tak bisa menjebloskan Ndaru ke penjara karena dia tak bisa mengatakan kejadian yang menimpanya.
tapi dia merasa aneh karena Ragini yang tak bisa di hubungi, dia takut jika wanita itu bisa saja sudah tertangkap.
"sialan apa dia tertangkap juga, kenapa membereskan keluarga ini begitu sulit," gumam Juan.
malam pun datang pesta sudah selesai,Anjani sudah di antarkan oleh Dewo tanpa sepengetahuan siapapun.
Ndaru sedang berbincang dengan semua orang, saat Ragini datang membawa kopi dan camilan.
"kamu pasti lelah, istirahat dulu ya jangan terus memforsir dirimu seperti ini,"
"tidak apa-apa kang mas, aku senang bisa membantu keluarga ini," kata Ragini dengan lembut.
dia tak tau jika Ndaru sudah tau semuanya. "sudah kami mau pamit pulang, karena takutnya kemalaman di jalan, permisi ya besan," pamit orang tua Rinjani.
__ADS_1
"baik Bu besan dan pak besan, tenang saja disini Rinjani sudah di anggap seperti putri kandung kami sendiri," kata Nyai Laila.
mereka mengangguk dan pamit pergi,tapi sayangnya mobil yang membawa mereka di hentikan oleh dua mobil Jeep yang kemudian membawanya pergi dari sana.
"tugas pertama beres," kata Seto.
pukul sembilan malam, seluruh keluarga sudah beristirahat di tempat masing-masing.
Ragini sudah memakai baju yang begitu seksi, bahkan wanita itu terlihat menggoda di depan suaminya.
"kang mas," panggilnya sambil memeluk Ndaru yang habis mandi.
"apa dek, kamu kenapa pakai baju seperti itu?" tanya Ndaru yang harus pura-pura baik.
"ah iya, tadi aku di kasih oleh ibuku, dia bilang pasti kang mas akan menyukainya," kata Ragini menggoda.
Ndaru berbalik dan mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh, "sudah ku katakan berapa kali, jangan bersikap seperti pelacur di depan ku, aku tak suka istriku menjadi murahan seperti ini," marah pria itu.
Ragini kaget melihat reaksi dari Ndaru, dia tak menyangka jika suaminya itu begitu kasar.
"maafkan aku kang mas..." tangis Ragini.
Ndaru tak bicara tapi langsung pergi dengan membanting pintu, Ragini pun memegangi dagunya yang terasa kesakitan.
dia sendiri tak mengira jika Ndaru sekasar ini, akhirnya dia memutuskan untuk menelpon seseorang.
dia lupa belum memberikan kabar pada temannya itu seharian ini karena pesta.
tapi Ragini merasa aneh karena tak menemukan telpon genggamnya dimana pun.
dan di kolam air itu, seseorang datang mengambil ponsel itu dan membawanya pergi, kemudian memberikannya pada seseorang.
"ah kemana ponselku, jika itu jatuh ke tangan Ndaru itu bisa membahayakan aku dan orang tuaku," gumamnya.
tapi Ragini terlalu bodoh karena terlena menjadi Rinjani, dia ceroboh dan sekarang semuanya sudah hancur
Juan pun memutuskan untuk datang ke rumah keluarga Kusumo itu agar bisa melihat Ragini dan mengatakan segalanya.
tapi di perjalanan, mobilnya ditabrak truk hingga ringsek, dan Juan pun mati seketika.
"Ndoro pekerjaan beres," kata Hasto yang memberikan laporan.
__ADS_1
"bagus, dan ingat jangan lukai mertua ku, karena bagaimanapun mereka tetap orang tua Rinjani, tapi terus awasi wanita palsu itu, karena dia membuatku muak," gumamnya.