
"ternyata keluarga brengsek itu berani sekarang, kalian bertiga mengerti harus apa?" kata Ndoro Shaka yang baru mendengar ucapan wanita itu.
"tentu Romo, siapapun yang berani mengusik keluarga kami, akan kami bereskan sepenuhnya, karena mereka berani mengancam nyawa keluarga kami, artinya hanya satu hukuman mati," kata Ndaru menyeringai.
"Seto, Epen, Slamet, Munir siapkan semua anak buah kita, ajak mereka berangkat menuju rumah para musuh kita, untuk kalian bertiga bereskan mereka para pesuruh men-ji-jik-kan ini, kemudian lempar ke kandang buaya," kata Angga.
"baik Ndoro," jawab ketiganya.
mereka bertiga pun mematahkan kepala ketiga wanita itu dengan tatapan dingin, tiga asisten dengan kekejaman yang sama seperti ketiga bos-nya.
setelah membereskan mereka bertiga, kini giliran ketiga pria itu pamit pada istri-istrinya.
Dika masuk dan melihat Anjani yang sedang terlelap, wanita itu bahkan tak terusik, jadi Dika menulis surat dan menitipkan pada mbok Yam.
sedang Angga baru juga mencium kening istrinya, wanita itu bangun dan melihat suaminya, "mas kenapa, kok pakai baju hitam,apa mau melakukan perburuan lagi?"
"iya sayang,jadi kamu harus jaga kondisimu dan ingat jangan terlalu dekat dengan Anjani, aku takut kamu dibuat kesal nanti, ingat pesan ku ya," kata Angga.
"iya kang mas, tapi bisakah menambahkan satu orang lagi, aku takut jika aku dan mbok seh tak sanggup melawan wanita itu, karena pasti dia mendapatkan pertolongan kak Rinjani,"
"tenang, kak Rinjani akan di pindahkan ke rumah milik mas Ndaru, apa kamu juga mau pindah,jika iya kamu bisa pergi tapi aku takut ibu akan terhasut," kata Angga.
"baiklah aku akan menjaga ini, mas bisa pergi dengan tenang," kata Ariana.
"baiklah aku titip semuanya, dan besok mbok seh akan memperkenalkan satu orang untuk menjagamu," pamit Angga.
pria itu pun pergi meninggalkan istrinya. sedang di rumah tinggal yang lain.
Ndaru baru juga membuka pintu, Rinjani sudah terbangun dari tidurnya.
"loh kang mas, mau kemana kok pakai baju hitam seperti itu, jangan bilang jika kang mas harus melakukan perjalanan," kata wanita itu dengan sedih.
"maaf... kamu akan mas pindah ke rumah milikku, apa kamu mau?"
"tidak kang mas, biarkan aku disini bersama dengan yang lain, aku mengerti apa yang harus aku lakukan, tidak terlalu dekat dengan Anjani bukan?"
"benar, aku tidak melarang mu bergaul,tapi aku takut ucapannya nanti bisa melukaimu, dan lagi adik mu itu tak bisa di tebak apa yang sedang dia pikirkan," kata Ndaru.
__ADS_1
"baiklah kang mas, aku mengerti," jawab Rinjani.
Ndaru mengecup bibir istrinya dan juga mengecup perut istrinya, "aku pergi sayang, sampai jumpa beberapa bulan lagi," pamit Ndaru.
"iya kang mas," jawab Rinjani dengan sedih.
dia pun kembali tidur tapi dengan terisak lirih, karena dia tak bisa menghentikan langkah suaminya.
sedang di tempat lain, keluarga Satyoningrat sudah berpesta karena berhasil.
tapi mereka lupa jika keluarga Kusumo memiliki pola dalam menyerang.
seluruh keluarga sedang sangat senang dan tak sadar jika rumah mereka telah di susupi oleh penjahat.
CCTV sudah di hapus, semua orang pingsan karena asap yang entah apa yang di bakar oleh mereka.
setelah hampir semua orang pingsan, semua membawa semua petinggi dari keluarga itu ke markas besar
sedang di tempat lain, tiga wanita di culik secara misterius, itu adalah putri dari keluarga Satyoningrat.
pasalnya jika ketiga setan keluarga Kusumo bertindak,maka semuanya beres.
bahkan mereka pun merampok keluarga itu hingga tak bersisa, itulah cara kerjanya
tak butuh waktu lama, rombongan yang membereskan rumah itu sudah datang.
mereka adalah mendudukkan kelima pria, dan tiga wanita paruh baya di kursi tempat penyiksaan.
tak lama lagi datang tiga wanita muda yang akan mengejutkan ke delapan orang itu.
kelima pria itu sadar bersama tiga wanita setengah baya itu, ternyata mereka kaget melihat ketiga putri mereka duduk di sebuah kursi yang sudah di kerumini para pria tanpa berpakaian lengkap.
"apa yang ingin kalian lakukan dengan putri keluarga yang terhormat kaku, kalian berani menyentuh mu tangan ku akan aku potong!" teriak ayah gadis itu.
"ha-ha-ha saya tak takut, jadi kami akan menikmati tiga gadis yang begitu menggiurkan ini," kata para itu mulai menarik robek baju ketiga gadis itu.
perlahan ketiga gadis muda itu sadar dan kaget dengan apa yang di lakukan oleh para pria itu.
__ADS_1
"tolong jangan lakukan itu, jangan... ibu... bapak... tolong!!" teriaknya dengan sangat frustasi.
"jangan sentuh putri-putri kami!!" teriak para orang tua itu frustasi.
"ha-ha-ha kenapa kalian begitu takut, bukankah tadi kalian ingin membunuh wanita keluarga Kusumo,sekarang aku kembalikan," kata Banyu
Hasto, Dewo dan Banyu datang ke depan para tahanan itu, tapi siksaan untuk tiga gadis itu tak berhenti.
"lepaskan mereka bodoh,jangan berani menganggu mereka, aku akan membunuh kalian semua!!" teriak pria itu.
"lakukan jika kalian bisa, bereskan!!" perintah Ndaru dari pengeras suara.
akhirnya mereka pun mulai pelecehan itu, dua belas pria itu menikmati kesenangan yang di berikan sesaat.
sedang para orang tua mereka terus berteriak melihat anak-anak mereka tersiksa seperti itu.
tanpa di duga para pria itu mencoba menghancurkan kursi itu, tapi tak bisa karena kursi itu paten dan terbuat dari besi.
setelah memastikan ketiga gadis itu tak berdaya para pria bertopeng itu pun pergi.
"bagaimana keluarga Satyoningrat apa puas melihat kehancuran dari keluarga kalian, selamat menikmati bereskan ketiga wanita itu,"
"baik Ndoro muda," jawab ketiganya.
mereka pun menyeret para wanita itu kembali ke tempat duduk dan mengorok leher ketiganya.
ke delapan orang pun sudah menangis melihat ketiga gadis itu meregang nyawa bersimbah darah.
kini giliran ketiga pria bertopeng datang, mereka tersenyum di balik topeng.
"kalian binatang!!! bagaimana bisa kalian membunuh para pewaris keluarga Satyoningrat!!"
"kami tak peduli, ini hukuman karena kalian berani mengusik keluarga Kusumo, dan mengancam para penerus yang masih dalam kandungan," kata Angga.
Dika maju membawa besi panas dan mulai menyiksa mereka, besi panas itu langsung menyentuh kulit mereka.
para wanita itu pingsan karena rasa sakit yang begitu besar, bahkan membuat daging para pedengki itu itu terlihat.
__ADS_1
ketiga orang itu tertawa puas melihat itu, tak hanya itu mereka juga menyiksa mereka dengan kejam.
bahkan mereka di cambuk dan yang paling sadis, Ndari mencongkel mata tiga dari lima orang itu.