Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
malam yang dingin


__ADS_3

keduanya pun kembali ke tempat kemah mereka, saat sampai mereka malah melihat Ndaru dan Rinjani sedang melakukan latihan memanah.


tapi yang membuat sedikit aneh adalah Ndaru yang malah seperti sedang memeluk Rinjani.


"aduh Romo, sepertinya kita mengganggu mereka,lebih baik ayo pergi yuk," bisik Nyai Laila.


"ah seharusnya kita bermesraan berdua saja, tapi enaknya kemana ya?" bisik Ndoro Shaka dengan suara menggoda istrinya.


"di tengah hutan begini, bisa-bisanya punya pikiran begitu, lebih baik cari hotel saja," ketus nyai Laila tak habis pikir dengan ide suaminya.


sedang di tempat Anjani dan Dika, mereka menemukan banyak buah liar.


mulai dari buah yang berbentuk beri kecil-kecil, bahkan sampai langsep juga ada, bahkan ada buah kenetu juga.


"kang mas, ini kenapa buah-buahannya sangat banyak, apa tidak aneh di sekitar banyak buah begini?" tanya Anjani


"sepertinya dulu ada yang datang ke sini terus mereka makan dan membuang bijinya begitu saja, lihat ada pohon durian juga, memang sedikit aneh," gumamnya.


tak butuh waktu lama, mereka kembali dengan tas yang sudah sangat penuh.


Rinjani dan Ndaru sedang masuk kedalam hutan untuk mencari sesuatu.


ternyata ada sebuah mata air yang mengalir dari sebuah batu, Rinjani pun ingin sekali membasuh wajahnya.


"kang mas ke mata air itu yuk," ajak Rinjani mengandeng tangan Suaminya.


"baik dek," jawab Ndaru yang duduk di samping istrinya itu.


Rinjani membasuh wajahnya dengan air mengalir itu, "dek seandainya nanti, jika di beri kesempatan, kamu ingin punya anak berapa? mungkin banyak anak akan lebih menyenangkan ya?"


"aku juga menyukai itu, tapi kalau banyak anak tapi kasih sayang yang di berikan tak sama, bukankah itu bisa membuat masalah dikemudian hari?"


"ya kamu benar, aku ingin memiliki anak dua saja, yang mempunyai karakter seperti ku tapi hati yang lembut seperti mu, tapi kalau wajah..."


"aku ingin semua anak ku seperti mu mas," kata Rinjani tersenyum.


"ya tapi sebelum itu lebih baik pikirkan, bagaimana cara membuatnya," kata Ndaru tertawa.


"hus... ini hutan, kok ngomongnya sembarangan gitu sih,"


Ndaru pun tertawa saja, pasalnya mereka menang belum melakukannya.


sedang di tempat Ariana dan Angga yang sedang berburu, mereka mendapatkan ayam hutan.


bahkan mereka mendapatkan seekor ular sanca yang tak sengaja terpotong oleh golok Angga.

__ADS_1


dia pun membawa semua hasil buruan ke tempat kemah mereka, akhirnya semua orang berkumpul bersama.


"apa yang akan kalian lakukan, kenapa membawa ular mati begitu?" tanya Nyai Laila yang melihat putra dan menantunya yang baru datang.


"ini ya Bu, bisa di buat sate,mau buatkan tidak, biar istriku masak ayam hutannya?" tawar Angga


"baiklah, tapi cari kayu untuk membakar dan memasak, tak mungkin kan kamu mau masak dengan gas yang mungkin saja bisa habis," kata nyai Laila.


"baiklah, Romo akan buatkan tempat memasak," kata Ndoro Shaka.


akhirnya semua berkumpul saat Ndaru datang dengan ikan yang mereka tangkap di sungai sekitar sana.


"aku bantu Romo, sayang bantu ibu membersihkan Semuanya, malam ini kita pesta," kata Ndaru yang langsung membuat lubang.


ya mereka memutuskan membuat kompor dadakan, dan nanti akan menguburnya dengan tanah saat susah selesai.


"Anjani dan Ariana buat bumbu untuk bakar biar aku dan ibu yang membersihkan semuanya," kata Rinjani.


"sebaiknya mbak yang melakukannya karena masakan mbak Rinjani yang paling enak,"


"baiklah kalau begitu, aku yang akan membuatnya dan sekalian cuci beras juga ya,"


"siap mbak," jawab Ariana.


terlihat Rinjani begitu cekatan, membuat semua bumbu, tempat untuk bakar sudah jadi, dan ternyata di buat sangat panjang.


"benar sekali kakak ipar," kata Dika


ketiga wanita itu datang membawa semua bahan mentah yang sudah di bersihkan.


Rinjani langsung mengambil alih di sana, dia mengantung dua panci yang berukuran cukup sedang di atas api.


satu nasi dan satunya berisi ayam hitam masak santan, bumbu sudah di masukkan semuanya.


ikan sedang di bumbui oleh Ariani dan Anjani. setelah itu mereka mulai membakar ikan-ikan itu.


sedang dengan iseng, Angga dan Dika melempar singkong ke arah api.


"ya!! kenapa kalian membakar singkong sih," kesal nyai Laila.


dan yang menyebalkan keduanya tak menjawab malah pergi begitu saja.


perlahan di hutan pun mulai senja dan suasana cukup menyeramkan, terlebih terdengar suara hewan malam juga.


belum lagi rintik hujan mulai turun, terpaksa mereka menambahkan tenda untuk melindungi masakan mereka.

__ADS_1


pukul tujuh malam akhirnya semuanya matang, dan nadi matang dengan sempurna.


"selamat makan Semuanya." kata Ndoro Shaka yang mengawali acara makan malam itu.


mereka duduk lesehan di atas tikar yang di gelar cukup lebar, setelah makan, mereka pun duduk bersama karena hujan turun dengan deras.


bahkan semua peralatan yang kotor di biarkan terkena hujan agar tak perlu mencucinya jauh ke sungai.


"kalian ini tadi bawa apa nyari sih, kok buahnya cukup lengkap ya," kata Nyai Laila tak percaya.


"kami juga tak percaya, sepertinya dulu pernah ada yang ke hutan ini dan membuang biji sembarangan, eh sekarang tumbuh begini, kan jadi enak," jawab Dika


"kamu benar juga sih, sudah yang mau tidur silakan, yang mau ngopi di sini juga silahkan," kata Ndaru yang memilih merebahkan dirinya di ranjang yang di taruh di berjajar


dia dan Rinjani tidur duluan, kemudian di ikuti nyai Laila dan Ndoro Shaka.


akhirnya pukul sebelas malam semuanya akhirnya memutuskan untuk tidur setelah memastikan jika semuanya sudah aman.


karena suasana yang tenang, dan suara hujan yang cukup deras, membuat keempat pasangan itu tidur dengan nyaman.


bahkan mereka memakai sleeping bag khusus yang di pesan, jadi bisa di gunakan bersama.


pukul dua pagi, Rinjani merasa kebelet pipis, beruntung ada payung dan ternyata suasana sudah sedikit reda meski hujan rintik-rintik masih jatuh.


dia membawa senter dan mencari tempat yang aman, setelah itu dia kembali dan merasa lapar.


jadi dia memilih untuk membuat mie instan kuah, dan saat selesai dia menambahkan nasi semalam yang masih ada.


setelah itu dia duduk sambil menikmati suasana malam itu, meski semua sedang tidur dengan pulas.


Ndaru yang merasakan tak ada istrinya pun bangun dan memeluk tubuh Rinjani.


"aku juga mau," kata pria itu mengarahkan sendok itu ke mulutnya.


ternyata rasanya cukup enak karena suasana dingin, "kamu kok bangun sayang, ini masih jam dua malam loh,"


"aku tadi kebelet, jadi memilih untuk pipis dulu, eh taunya malah kelaparan, jadi makan dulu deh," jawab Rinjani yang saat ini di suapi oleh Ndaru karena pria itu menambahkan nadi lagi.


Rinjani membuatkan kopi untuk mereka, setelah makan mereka duduk menikmati suasana yang cukup gelap.


"memang kita rencananya di sini berapa lama mas?"


"sepertinya besok kita pulang, tapi kita akan menginap di sebuah vila milik keluarga tak jauh dari sini,"


"lah memang kita tinggal disini itu kenapa sih? kok aku merasa aneh karena kita kemah begini?"

__ADS_1


"sebenarnya ini ide Dika dan Angga, tapi untungnya kalian semua tak memiliki kesulitan, besok kita akan liburan yang sesungguhnya sayang," jawab Ndaru.


__ADS_2