Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
cari masalah


__ADS_3

Lidin menelpon Dika untuk mengatakan apa yang terjadi pada Hasna.


dan mereka sedang membawa gadis itu ke klinik untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya yang sangat lemah.


bahkan gadis cantik itu sudah tak sadarkan diri dan dia pun harus mendapatkan infus untuk memulihkan kondisi tubuh Hasna.


Dika yang mendapatkan laporan dari Lidin langsung marah besar, "mereka cari mati!!" teriaknya marah.


semua keluarga kaget, "Dewo, ikut aku ke rumah keluarga Hasna, biar aku lihat siapa yang berani membuat calon istriku menjadi tak berdaya seperti itu," kata Dika marah.


"ada apa Dika?" tanya Nyai Laila yang menahan putranya itu.


"aku harus ke rumah calon istriku Bu, karena dia hampir mati karena di siksa," kata Dika.


"apa, siapa yang berani menyiksa calon menantuku, bereskan Dika, Angga ikut adik mu kamu tau apa yang harus di lakukan?" perintah Ndoro Shaka.


"baik ayah," jawab Angga


mereka pun pergi bersama asisten masing-masing, keduanya adalah Monster di balik wajah pria tampan.


selama bukan Ndaru yang pergi, maka keluarga itu belum sepenuhnya hancur, tapi jika yang turun tangan sudah Ndaru atau bahkan Ndoro Shaka, sudah di pastikan jika keluarga itu akan di pastikan tinggal nama.


mereka berdua mengunakan satu mobil, dan saat sampai di rumah itu, seorang pria keluar dengan wajah ketakutan.


bahkan tak lama ada polisi yang datang, dan semua itu adalah anak buah Dika.


"tangan semua orang yang ada di rumah ini, mereka yang bertanggung jawab atas kondisi dari calon istriku,"


"Ndoro Dika, saya mohon jangan lakukan ini, itu bukan kesalahan hanya sedikit kesalah pahaman saja, kami tak pernah menyiksa Hasna," mohon pria itu.


tapi pria itu tak bergeming, Dika bersikap dingin, dan meminta mereka di bawa ke kantor polisi untuk di interogasi.


Dika dan Dewo menuju ke kantor polisi dengan menaiki mobil Sabhara.


sedang Angga dan Banyu menuju ke rumah sakit tempat gadis itu di rawat.

__ADS_1


saat Angga datang, Ariana dan Rinjani bangkit dan menyapanya, "bagaimana keadaan gadis itu, dan Ariana sudah ku katakan jangan mengenakan celana saat kamu ingin keluar dengan membawa nama keluarga Kusumo," kata pria itu dingin.


"maaf tapi itu celana ku, tadi rok Ariana tak sengaja terkena muntahan dari Hasna," kata Rinjani membela calon adik iparnya itu.


"kalau begitu maaf, seharusnya aku bertanya, apa kondisinya sangat buruk? sial ... padahal lusa dia harus mengikuti sidang untuk izin menikah," kata Angga


"kata dokter kondisinya hanya lemah, dan sedikit kurang gizi, dan sepertinya masuk angin juga," kata Ariana.


"kalau begitu, sebagai calon kakak iparnya kalian berdua bertugas untuk merawatnya,karena aku sedang mengurus keluarganya yang berani melakukan ini pada calon menantu keluarga Ndoro Shaka," kata Angga dengan suara penuh ancaman.


"tentu, kamu akan menjaganya," kata Ariana dengan tegas.


"bagus, karena aku tak ingin punya istri lemah,jadi kamu tunjukkan jika kamu sehat untuk menghadapi ku oke," kata Angga sebelum pergi.


"kamu tak memberinya uang pegangan?" kata Rinjani heran.


terlebih kemarin calon suaminya bilang jika mereka bertiga harus belanja untuk bersiap masuk ke istana Bangura.


"ah iya aku lupa, terima kasih kakak ipar sudah mengingatkan," kata Angga memberikan satu gepok uang pada gadis itu.


"itu untuk beli baju yang akan kita gunakan untuk menemani suami-suami kita saat ada acara resmi, dan aku juga dapat kok tenang saja, tapi kang mas Ndaru memberiku kartu," jawab Rinjani menunjukkan kartu berwarna hitam itu.


"wah... mas Ndaru ternyata begitu menyayangi mu, bahkan kartu yang kami pinjam selalu tak boleh,malah sekarang di berikan pada mu, awas saja dia?" gumam Angga melihat kartu itu.


"memang apa yang istimewa?" tanya Rinjani.


"kamu tak mengerti,hanya orang dengan penghasilan lebih dari sepuluh milyar pertahun yang bisa memiliki kartu itu, dan mas Ndaru mempunyai lebih banyak kartu seperti itu," terang Angga.


itu membuat Rinjani dan Ariana kaget, bahkan Rinjani tak menyangka jika calon suaminya itu akan bisa sekaya itu.


Angga melihat Hasna Dati luar saja, karena tak pantas baginya untuk masuk karena gadis itu adalah calon istri adiknya.


"kalau begitu aku pamit, dan aku sudah meminta asisten ku untuk menyelesaikan administrasinya,dan untuk Lidin dan Sukun tolong jaga mereka ya," pesan Angga.


"baik Ndoro muda," jawab keduanya.

__ADS_1


Angga pun pergi, dan Ariana menyimpan uang itu, dia akan membeli kain saja dan menjahitnya sendiri, karena dia lebih suka kebaya yang dia jahit sendiri karena lebih cocok jika di banding harus beli jadi.


begitupun dengan Rinjani yang memiliki pemikiran yang sama, karena dia sangat ketat dalam memilih model pakaiannya.


terlebih calon mertua mereka masih sangat cantik dan muda, jadi mereka tak boleh kebanting dengan penampilan ibu mertua.


Hasna sudah mulai sadar, dan dokter mengizinkan gadis itu pulang, dengan catatan tak boleh capek dan harus istirahat.


mereka pun membawa Hasna pulang ke rumah Ariana sesuai permintaan pemilik rumah.


"mbak ini kita gak jadi belanja dong," kata Ariana yang takut jika kedua centeng itu melapor.


"terus mau gimana, kita belanja tapi lihat kondisi gadis ini begitu lemah, aku tak tega jadinya," gumam Rinjani.


"anda berdua bisa belanja dan biarkan kami untuk menjaga nona Hasna, dan untuk belanjaan nona Hasna bisakah nona Rinjani yang mengcofer dulu," kata Lidin


"tentu pak, dan terima kasih atas kebaikannya,"


mereka sampai di tempat penjual kain tiket dan brokat terbaik di kota itu.


mereka memilih kain yang berwarna sama tapi beda motif, dan ada satu model brokat yang menurut Rinjani sangat cantik.


yaitu kain berwarna hijau dengan motif Payet burung merak, dan dia juga sudah dapat arahan untuk membuangnya jadi kebaya yang bagus.


mereka membeli sepuluh potong kain brokat yang sangat bagus, dan tak lupa mereka juga membeli kain batik yang bagus untuk menjadi bawahan kebaya.


setelah itu, mereka naik ke atas untuk membeli beberapa baju yang akan di gunakan selama menjadi menantu keluarga itu.


bahkan sudah ada list apa saja baju yang boleh di kenakan nantinya, beruntung mereka termasuk gadis yang selalu memakai baju sopan.


setelah selesai,sukun datang untuk membantu membawakan semua belanjaan itu.


mereka kini langsung menuju ke istana Bangura karena di sana sudah ada tiga orang penjahit yang datang untuk membuat kebaya pernikahan mereka.


Hasna di bantu oleh Wira di bawa ke kamar tamu untuk istirahat, sedang Rinjani nampak malu saat mencoba kebaya berwarna hijau botol itu.

__ADS_1


"aduh-aduh cantiknya," puji Nyai Ageng dan Nyai Laila.


__ADS_2