Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
pasangan aneh.


__ADS_3

Ndaru bangun dan melihat ponselnya, dia melihat istrinya yang masih memeluknya.


dia bahkan sempat melihat tanda di telinga dari Rinjani, dia seperti takut jika saja dia melihat tanda lahir itu tapi beruntung itu tak ada.


dia pun perlahan turun dari ranjang dan menutup tubuh istrinya yang masih nyenyak tidur, dia keluar untuk mengambil air dingin meski di kamarnya ada dispenser tapi dia butuh air dingin dari kulkas.


tapi baru juga mau sampai di dapur,dia malah melihat ada Dika dan Anjani yang sedang berciuman di dapur.


"hadeh... bocah gila, kamu itu tak tau tempat, masuk ke kamar, kamu tak malu kita semua ada di sini bukan kamu doang," kesal Ndaru yang mengambil air di kulkas


"bodo... kan kalian juga punya istri," jawab Dika.


mendengar ucapan suaminya, Anjani yang malu dengan kakak iparnya, "maaf mas, kamu dih.. bikin malu," kata wanita itu yang langsung mendorong Dika dan lari.


Ndaru hanya santai melihatnya, sedang Dika menatap kakaknya itu kesal.


"huh dasar mas Ndaru ganggu saja," kesalnya.


"kamu itu tak tau tempat ya, memang ini rumah pribadimu, kalau iya sih tak masalah, ingat Dika ini vila keluarga, aku tau jika kamu sedang sangat menggebu-gebu, tapi ingat adik sialan, kami semua disini, kamu akan bagaimana kalau tadi yang melihat Romo? bisa abis kamu kena Omelan," kata Ndaru.


"mas sama Romo itu sama, tuh sekarang tanpa sadar mas sudah mengomel seperti seorang wanita," kata Dika yang kemudian lari karena takut jika Ndaru marah.


"dasar adek sialan," kesalnya melihat bocah itu.


Ndaru membawa kacang Mede dan air dingin di botol masuk kedalam kamarnya.


tanpa di duga, Rinjani sudah bangun dan hanya mengenakan kaos milik Ndaru yang terlihat kedodoran.


pasalnya tubuh Rinjani memang mungil, "kang mas bawa apa, boleh minta..."


"tentu boleh sayang, tapi kemarilah," kata Ndaru yang duduk di sofa untuk membaca beberapa laporan yang di kirim oleh asistennya Hasto.


Rinjani duduk di pangkuan suaminya , Ndaru pun tak keberatan karena istrinya itu terlihat nyaman.


ternyata di luar kembali hujan, setelah Ndaru selesai dengan laporannya.


dia mengangkat dagu Rinjani dan mulai ******* bibir milik istrinya itu.


"mas hentikan, yang lagi masih perih," kata Rinjani yang menahan bibir suaminya.

__ADS_1


"ah maaf tadi aku lepas kendali pada mu, tapi bolehkah kalau nanti malam," bisik Ndaru.


"terserah saja, tapi sekarang biarkan aku istirahat, tapi tak ada yang memasak," kata wanita itu ingat.


"sudahlah semua susah besar dan bisa masak sendiri-sendiri,lagi pula di kamar ada dispenser jadi mereka bisa membuat mie cup yang kamu bawa dua dus itu," jawab Ndaru santai.


dia sendiri sudah mengamankan camilan yang terakhir yang di beli Rinjani di SPBU jika tidak mungkin bisa habis oleh dua adiknya.


pukul tujuh malam Angga dan Ariana keluar dan heran karena Vika terlihat sepi, "sepertinya mereka semua kelelahan ya?"


"sepertinya, sudah aku mau masak dulu,ya kali mereka tak akan keluar untuk makan,"


"baiklah, aku mau ganggu mas Ndaru dulu," kata Angga yang ingin mengetuk pintu kamar kakaknya.


tapi sayang Ndaru sudah berdiri disana, membuka pintu dan melihat menyebalkan Angga.


"mau apa kamu?"


"tidak kok,cuma mau bangunin mas saja, sudah aku mau bangunin yang lain," kata Angga yang berbohong.


Rinjani langsung membantu Ariana memasak, beruntung masih ada beberapa daging dan juga sosis.


ternyata malam itu ada seseorang yang mengantarkan daging bebek sesuai pesanan dari Ndoro Shaka.


mereka semua makan bersama, Nyai Laila dan Ndoro Shaka malu rasanya sekarang.


pasalnya para putra dan menantu mereka memiliki bekas merah di tubuh masing-masing.


tapi hanya Rinjani yang sepertinya hanya memiliki satu, "kalian semua sepertinya menikmati liburan di vila ini ya, tapi kenapa semuanya di gigit serangga begitu."


mendengar ucapan dari ibu mereka, ketiga pria itu hanya tersenyum malu, tidak kok Bu, hanya nyamuknya yang banyak," jawab Ariana.


"sepertinya cuma di kamar mu dan kamar Anjani ya, di kamar Rinjani aman sentosa sepertinya," kata Ndoro Shaka.


"sudah dong Romo, mereka tadi belum sempat menutupinya, lagi pula mungkin mas Ndaru yang tak sanggup memuaskan istrinya," kesal Dika.


"apa? aduh mulut mu minta di pukul ya, bisa-bisanya mengomentari kakak mu, dan untuk masalah bisa atau tidak kamu tak perlu tau," jawab Ndaru mengenggam tangan istrinya.


sebenarnya Rinjani menutupi semua bekas merah di lehernya dengan foundation.

__ADS_1


karena tubuh dan lehernya sudah habis di beri tanda oleh suaminya itu, bahkan entahlah berapa banyak yang menyebar.


"sudah-sudah jangan mengatakan hal seperti itu, mau Ndaru kuat atau tidak, terpenting dia itu bisa membahagiakan orang tercintanya." kata Nyai Laila menengahi Semuanya.


setelah makan, Ndaru, Angga, Dika dan Ndoro Shaka berkumpul untuk membahas beberapa usaha yang ada di luar kota.


sedang Nyai Laila mengajak ketiga menantunya untuk mengenal semua tugas sebagai istri jajaran petinggi di padepokan.


"Anjani bisa mengunakan kain jarik kan?" tanya Nyai Laila.


"tidak Bu, saya tumbuh besar menjadi wanita yang begitu mandiri, dan sering mengenakan celana," jawab gadis itu.


"berarti tugas untuk Rinjani mengubah gadis ini menjadi seorang istri dari Andika prawira Notonegoro Kusumo,"


"tentu ibu, dengan senang hati," jawab Rinjani.


kini tugasnya membuat dua gadis yang sudah memanggil dirinya dengan sebutan kakak itu bertambah.


Rinjani juga di tunjuk sebagai penanggung jawab saat ada acara selanjutnya karena Nyai Laila ingin berada di sisi suaminya.


Ndaru memeluk Rinjani yang sedang menikmati angin malam dari teras kamar mereka yang bersebelahan dengan kamar Angga dan Ariana.


"ada apa sayang, sepertinya ada yang begitu kamu khawatir kan?"


"apa menurut kang mas aku bisa menjadi seperti ini saat menggantikan posisi beliau mengurus sebuah acara?"


"tentu saja tidak, karena aku yakin kamu bisa mengatur semuanya sesuai kemampuan mu, bukan karena ibu yang memintanya, jadi jangan jadikan standar ibu menjadi patokan," lirih Ndaru mempererat pelukannya.


tapi tiba-tiba ada Ariana yang berlari keluar karena Angga mengejarnya, "hei hentikan, dasar kamu ini!!" teriak wanita itu tak melihat ada Ndaru dan Rinjani yang sedang menyaksikan dirinya.


Angga keluar dengan hanya memakai boxer, melihat itu Ndaru menutup mata istrinya itu.


"dasar tak tau malu hei, pakai bajumu Angga!!" teriak Ndaru.


"maaf... kami sedang melakukan olahraga, jadi jangan marah," kata pria itu santai mengendong istrinya seperti memikul beras.


"dasar, dan kamu tak boleh melihat pria lain, karena kamu hanya boleh melihat tubuh ku saja, mengerti!" tegur Ndaru pada istrinya.


"iya mengerti, tapi kalau tak sengaja kan gak masalah, anggap saja sebuah berkah," kata Rinjani tersenyum membuat suaminya kesal.

__ADS_1


__ADS_2