Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
itu salah mu sendiri


__ADS_3

sedang di rumah keluarga Kusumo, pagi ini ketiga menantu keluarga itu sedang melakukan sarapan bersama.


Rinjani memakai kaca mata karena matanya sedang bengkak karena semalaman mensngis.


begitupun dengan Ariana yang juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya.


tapi yang aneh Anjani malah terlihat begitu baik-baik saja, itu aneh karena bagaimana bisa wanita itu begitu tenang seperti ini.


"kalian tau kan, perjalan ini setidaknya akan memakan waktu yang cukup lama, apa kalian tak masalah?"


"iya Romo, saya sudah tau karena semalam mas Ndaru sudah berpamitan," jawab Rinjani.


"iya Romo, kemarin mas Angga juga mengatakan hal yang sama, jadi saya tak terlalu sedih," jawab Ariana.


sedang Anjani hanya merasa bodoh karena hanya suaminya yang menitipkan surat dan tidak membangunkan dirinya.


"kalau kamu Anjani, apa Dika tak berpamitan?" tanya Nyai Laila khawatir.


"iya ibu, mas Dika berpamitan dan aku tak mengira jika suamiku harus pergi saat aku hamil muda," kata Anjani dengan sedih.


"tenang Anjani, tidak hanya kamu kedua saudara ipar mu juga merasakan hal yang sama," kata Nyai Laila


setelah sarapan, Rinjani dan Ariana duduk menikmati suasana pagi ini bersama Nyai Laila.


tanpa di duga Ndoro Ndaru datang membawa kitab pewayangan, "maaf Romo, boleh saya tau itu apa?"


"ini ya, ini kitab cerita tentang Ramayana, mau Romo perdengarkan ceritanya?" tanya Ndoro Shaka pada Ariana.


"boleh Romo," jawab wanita itu.


Nyai Laila mengangguk dan mulai didik dengan tenang, dan Ndoro Shaka mulai bercerita tentang isi kitab itu.


tanpa terduga, Rinjani malah menangis mendengar cerita dari kitab itu.


"ada apa nak?"

__ADS_1


"tak tau ibu, aku merasa jika aku begitu sedih mendengar cerita tentang kisah cinta Rana dan Shinta, apa selalu harus wanita yang menunjukkan kesuciannya, padahal meski dia berada di istananya Rahwana, wanita itu tetap suci," kata Rinjani.


mendengar itu Nyai Laila memberikan ciuman di kening Rinjani.


"semoga anak-anak kalian bisa berani dan tangguh, aku yakin jika ibu mereka kuat, pasti akan melahirkan generasi yang unggul juga," kata Nyai Laila memeluk kedua menantunya.


dari kejauhan nampak Anjani datang membawa beberapa camilan sehat, "semuanya, aku membuat salad buah, tolong di cicipi ya,"


"wah sepertinya seger ya," kata Nyai Laila.


"tolong berhenti, apa Nyai muda tak tau peraturan di istana Bangura, dan kenapa kalian sebagai pelayan tak mengingatkan Nyai kalian!" marah mbok tum.


"tapi apa yang salah? ini salad buah yang sehat kok," kata Anjani


"di istana Bangura, setiap makanan hanya boleh di masak oleh mbok mban kepercayaan yang sudah di pilih oleh suami dan orang tua,saat istri dari putra keluarga ini hamil," jawab Ndoro Shaka.


"tapi saya ini bukan orang lain, dan mbak Rinjani juga kakak kandung saya Romo," kata Anjani tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"aku tau itu Anjani, tapi aku tak bisa melanggar perintah suamiku, jadi aku tak bisa makan makanan yang asal, karena mbok tum dan mbok Yem sudah membuat menu sehat," jawab Rinjani.


"ah aku tak tau,kalau begitu biar aku buang salad buah ini," kata Anjani sedih.


"baik Ndoro," jawab pria itu yang langsung memanggil Lina mbok mban.


Anjani tiba-tiba pucat, karena ini bukan rencananya, jika para mbok mban itu terluka dia bisa habis.


tapi dia bisa menyalahkan semuanya pada kedua pelayannya.


mereka berlima makan dengan lahap tanpa tau apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya.


Wira sengaja mencari mbok mban yang juga sedang hamil muda, dan tanpa di duga, setelah makan salad buah itu.


tak membutuhkan waktu lama untuk mereka semua merasakan efeknya.


ketiga orang itu langsung berteriak kesakitan dan mengalami pendarahan, karena ketiga orang itu yang sedang hamil muda.

__ADS_1


Anjani kaget saat Geno, Lidin dan Sukun mengalungkan pedang kearahnya.


"berani-beraninya kamu ingin meracuni kedua kakak ipar mu yang sedang hamil, ingin membuatnya keguguran!" marah Ndoro Shaka murka.


"bukan saya Romo, itu salad buah yang di buat oleh mbok mban yang bekerja di tempat saya," jawab Anjani.


"Nyai bicara apa, kami bahkan sudah mengingatkan Nyai dari awal!!" kaget mbok Yam.


"jangan berkilah Anjani,setiap rumah tinggal, setiap sudut ada kamera CCTV, jadi kamu tak bisa bohong, mulai sekarang Kuring Anjani hingga Dika pulang, dan kita bahas saat pria itu datang," perintah Ndoro Shaka.


"baik Ndoro sepuh," jawab ketiga pria itu.


"mbak tolong aku, aku tak bersalah!!" mohon wanita itu.


tapi Rinjani merasa malu, bahkan dia kini tak punya wajah lagi, karena kelakuan dari Anjani.


"maafkan saya Romo... ibu... Ariana..." lirih Rinjani menangis.


"tidak mbak itu bukan salah mu, tapi Anjani yang mendadak aneh saat tau jika kita berdua hamil, karena mungkin dia merasa perhatian yang seharusnya dia dapat, malah kini harus terbagi," kata Ariana.


"tapi aku tak mengira jika dia bisa sejauh ini melakukan kejahatan itu," kata Rinjani tak percaya.


Nyai Laila memeluk Rinjani dan membuatnya tenang, sedang Anjani sedang marah besar karena di kurung di rumah tinggalnya.


bahkan semua jendela adalah teralis besi jadi dia tak akan bisa lari bahkan pintu tak akan terbuka.


dan di dalam rumah Anjani di temani oleh dua mbok mban yang membantunya untuk melakukan kejahatan.


sedang Dika yang mendapatkan kabar hanya tersenyum menyeringai, "akhirnya wanita busuk ini menunjukkan taringnya saat kita pergi, aku sudah muak harus terus bersandiwara, jika bukan karena mu aku tak akan mengikuti permainan gila ini," kesal Dika melihat Ndaru yang tertawa.


"ha-ha-ha sudah ku bilang jika gadis itu licik,aku tak mengira jik dia berniat meracuni dua orang yang begitu baik padanya, lagi pula aku ingat betul jika wanita hanya ingin masuk ke keluarga kita untuk kekayaan,"


"tapi kalian gila sih, sampai sejauh ini menipu orang tua kita," kata Angga.


"bukan hanya orang tua kita, tapi semua orang, dan tak ku kira jika Dika akan benar-benar menidurinya," kata Ndaru tertawa.

__ADS_1


"ya kamu gila jika aku harus keluar uang tanpa imbalan, lagipula aku membuatnya mabuk jadi dia tak bisa menolak karena dia terus beralasan, dan asal kamu tau mas, saat dia di rumah sakit dan berada di kamar mandi, dia tertawa senang dan mengatakan jika dia akan jadi kesayangan karena hamil duluan, tapi sayangnya istri-istri kalian juga sedang hamil, dan itu membuatnya marah terlebih Romo menunjukkan ketidaksukaannya pada Anjani dengan jelas," kata Dika.


"kalian ini gila sih... hebat," kata Angga bertepuk tangan.


__ADS_2