
Anjani terus mengamuk di dalam rumah, karena dia tak bisa keluar karena Ndoro Shaka benar-benar marah.
bahkan Nyai Laila tak di izinkan menemui wanita itu, jika berani dia akan mendapatkan amaeah dari suaminya
Rinjani juga tak bisa menjengguk adiknya itu, karena dia terus di pantau oleh mbok tum, terlebih dia juga baru tau jika sedang hamil bayi kembar.
jadilah dia sangat di jaga begitupun Ariana, bahkan setiap pagi mereka harus ikut yoga ibu hamil.
"ini sudah satu bulan mereka pergi, dan kapan kembali, dasar pria-pria ini tak ada kabar," gumam Rinjani.
"iya mbak, nomor ponsel suamiku juga tak bisa di hubungi," kata Ariana menghela nafas.
tanpa di duga, terdengar teriakan dari rumah tinggal Dika, "tolong!! ketiwasan, Nyai muda Anjani pendarahan!!" teriak mbok Yam.
pasalnya wanita itu sedang mengerang kesakitan, tapi tanpa di duga mbok tum hanya memberikan ramuan.
"minuman itu, karena kami tak bisa menolongnya tanpa izin dari Ndoro Shaka," kata wanita itu dingin.
"tapi ini cucu dari Ndoro, bagaimana bisa kamu melakukan itu?" kata mbok Yam.
"kamu tak perlu menyembunyikan lagi,karena yang sebenarnya janin di dalam perutnya tak sempurna,aku tau saat mengecek nadinya, jadi lakukan atau Geno yang masuk dan membereskan semuanya," marah mbok tum.
mbok Yam pun menerima obat minum itu, dan langsung meminumkan pada Anjani.
dan pendarahan makin parah, kemudian wanita itu pingsan, barulah mbok tum dan Geno masuk kedalam rumah.
Rinjani dan Ariana yang tadi mendengar teriakan, tak di izinkan untuk melihat.
mereka malah di arahkan ke dalam istana Bangura, karena sekarang mereka tinggal di bangunan utama.
keduanya sangat khawatir, "tolong tenang Nyai,mbok tum pasti bisa melakukan tugasnya, karena dia sering menangani hal seperti ini," kata mbok Yem.
wanita itu memberikan susu hangat pada Rinjani, sedang mbok seh memberikan susu hangat pada Ariana juga.
setelah minum susu itu kedua wanita itu merasa sangat mengantuk dan akhirnya di minta untuk istirahat meski baru jam sebelas siang.
sedang mbok tum, sudah memijat perut bagian bawah untuk memudahkan bayi itu gugur, dan akhirnya Anjani pun keguguran.
beruntung pendarahan juga sudah bisa di hentikan, "sudah ku katakan, jangan mengatakan hal gila, jika tidak kalian akan mendapatkan hal yang mengerikan,"
"maafkan kami mbok,"
__ADS_1
"tak ada gunanya, sekarang jaga wanita ini, karena dia harus hidup sampai para Ndoro muda pulang untuk menghukumnya," kata mbok tum.
tanpa terasa sudah lima bulan dari kepergian dari para putra pria keluarga Kusumo.
kini kandungan Rinjani dan Ariana sudah masuk bulan keenam akhir, dan bulan depan adalah bulan ke tujuh.
keluarga mereka harus melakukan tujuh bulanan, tapi karena kepergian para suami jadi mungkin akan di tunda.
sedang anjani di rumah tinggal sangat di buat stress karena sekarang dia terpasung.
pasalnya beberapa hari lalu,dia hampir lari setelah mencelakai mbok Yam.
tapi beruntung kegilaan dari wanita itu tak membuat kerusuhan semakin menjadi.
sedang di tangan ketiga pria itu kini terdapat parang yang penuh darah, pasalnya mereka baru saja membersikan semua musuh mereka.
pembantaian besar-besaran terjadi, dan semuanya menyasar keluarga terpandang, dan yang membuat heran adalah tak ada sedikit pun dari mereka meninggalkan jejak bahkan sidik jari.
"kita sudah selesai, dan seharusnya kita pulang bukan?"
"tidak semudah itu karena kita harus melakukan sesuatu dan jangan membuat keluarga kita di curigai."
akhirnya mereka berpindah tempat untuk bersembunyi, karena kemungkinan mereka sedang menjadi target pencarian.
ketiga asisten mereka sudah di kirim pulang, terutama Hasto yang kini sudah berdiri di depan Rinjani.
"kenapa kamu pulang sendiri, seharusnya kalian pulang bersama tuan kalian," marah wanita itu.
"maafkan saya Nyai, karena ini perintah Ndoro Ndaru, mulai sekarang semua usaha miliknya harus di urus oleh anda, karena beliau belum bisa pulang, begitupun dengan Ndoro Angga dan Ndoro Dika," jawab pria itu.
"apa mereka terluka, kenapa kamu berbelit-belit?"tanya Ariana yang tak mungkin bisa bertahan tanpa suaminya.
"semoga tidak, karena mereka harus melakukan semedi untuk ketenangan diri," jawab Banyu.
"baiklah jika itu adalah keinginan suamiku, maka aku akan melakukan apa yang di perintahkan, bawa semua dokumen yang perlu aku periksa," kata Rinjani datar
Nyai Laila kaget, karena menantunya itu kini kehilangan senyumannya.
"kenapa tak meminta mereka pulang, pekerjaan apa hingga kamu membuat ketiga putra mu tidak pulang,"
"kamu tau benar karena kamu juga mengalaminya, melahirkan tanpa di dampingi suamimu, jadi kuatkan kedua menantu kita, jangan membuat mereka makin sedih," jawab Ndoro Shaka.
__ADS_1
"tenang ibu, kami baik-baik saja dan tak akan sedih, karena saya percaya pada suami saya," kata Rinjani yang memutuskan untuk menuju ke ruang kerja suaminya.
dia pun duduk di kursi milik Ndaru, Hasto mengambil begitu banyak berkas yang sudah menumpuk.
Rinjani menerima penjelasan dari Hasto tentang apa yang harus dia lakukan sebagai pengganti untuk suaminya.
dia belajar dengan sangat cepat, dan mbok tum mengatur setiap jadwal milik Rinjani.
Ariana juga melakukan pekerjaan suaminya yang juga tak kalah sibuk dan menumpuk.
sedang pekerjaan Dika di kerjakan oleh Nyai Laila, wanita itu tak bisa melihat usaha putranya berakhir
pukul empat sore, pekerjaan selesai, Rinjani harus melakukan peregangan untuk menjaga tubuhnya agar tak terlalu letih
terlebih ini sudah masuk trimester ketiga yang sangat rawan.
seminggu berlalu Rinjani dan Ariana sudah terbiasa dengan semuanya hingga membuat mereka lupa hari.
hari ini tanpa di sadari mereka melakukan acara tingkepan secara sederhana karena berita tentang kematian para keluarga besar yang membuat sedih.
jadi acara itu berjalan sangat hikmat, meski peran para suami mereka harus di gantikan oleh Ndoro Shaka sebagai ayah dari para suami mereka.
setelah acara itu selesai, terlihat Rinjani dan Ariana duduk sambil mengusap perutnya.
"maaf ya,kalian harus seperti ini, sepertinya mereka sudah waktunya pulang, karena sudah terlalu lama mereka pergi meninggalkan rumah," kata Ndoro Shaka.
"tidak usah khawatir Romo, karena kami pasti bisa menghadapi persalinan ini yang sangat mudah,"
"baiklah aku percaya pada kalian, Lidin dan Geno pastikan rumah sakit untuk persalinan mereka siap ya?"
"inggeh Ndoro," jawab Keduanya
"lepaskan aku keluarga sialan!! bagaimana kalian begitu kejam memasung menantu kalian sendiri, ingat jika bukan karena aku membantumu itu juga tak bisa kembali!!!" teriak Rinjani.
karena kesal, Soli langsung mengambil sesuatu dan menyumpal mulut wanita itu dengan kain tebal.
dan sekarang mulut wanita itu pun diam tak bisa berteriak tak jelas lagi.
sore itu keduanya memilih mendengarkan cerita perang Mahabarata dari sosok Pakde Aji, dia adakah kakak dari nyai Laila.
meski sudah berusia sangat matang tapi pria itu belum juga menikah, karena kriterianya terlalu tinggi.
__ADS_1