Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
hanya lelah


__ADS_3

dokter sudah memberikan cairan infus karena gadis itu mengalami kekurangan gizi dan kelelahan.


setelah memasang infus, terlihat Ndaru begitu khawatir dan merapikan rambut istrinya yang berantakan.


"tenang Ndoro muda, istri anda hanya kelelahan dan juga sepertinya asupan gizinya kurang, itulah kenapa dia pingsan dan tekanan darahnya sangat rendah," kata dokter keluarga


"terima kasih om, Hasto antar om Rizwan,"


"baik Ndoro," jawab pria itu.


Ndaru hanya terus melihat wajah cantik dari istrinya yang masih belum sadar dan terlihat pucat, "kamu begitu lemah dan kurus, bagaimana bisa kamu menghadapi semua kegilaan ku nantinya, setidaknya kamu harus makan banyak agar sedikit berisi," gumamnya


Rinjani bangun dan melihat Ndaru, dia pun ingin bangun tapi Ndaru menahannya.


"tetap lah di sana, kamu hampir mati, dasar gadis bodoh,kamu memang tak makan sebulan hingga tubuh mu begitu ringan dan kekurangan gizi," ketus Ndaru.


"seminggu lebih tepatnya karena puasa mutih sebelum pernikahan," jawab Rinjani lemah.


"dasar gadis bodoh, siapa yang menyuruh mu untuk melakukan itu, mulai sekarang jangan melakukan apapun yang membuat mu terluka, terlebih tubuh mu itu milikku," kata Ndaru yang berdiri dan kemudian pergi.


Rinjani bingung dengan ucapan suaminya, memang kenapa jika dia melukai dirinya, toh Ndaru juga tak menginginkannya bukan.


Ndaru kembali masuk kedalam kamar dengan membawa bubur sumsum dengan gula merah.


dia membantu Rinjani bangun, "aku bisa memakannya sendiri," kata Rinjani lemah.


"diamlah, tinggal buka mulut mu, Jangan sampai aku kasar padamu!" kata Ndaru penuh penekanan.


mendengar itu, dia segera menurut dan langsung membuka mulutnya untuk makan di suapi oleh suaminya itu.


sedang Nyai Laila tersenyum melihat kedua orang itu, "apa mereka bertengkar?" tanya Ndoro Shaka yang khawatir karena tadi wajah Ndaru yang begitu terlihat marah.


"tidak suamiku, sekarang Ndaru sedang menyuapi istrinya, ya meski wajahnya tak bisa tersenyum dan memasang wajah serius begitu," kata Nyai Laila.

__ADS_1


"syukurlah ... aku khawatir itu putramu membuat istri barunya itu makin parah sakitnya," kata Ndoro Shaka lega.


mereka pun tersenyum dan kembali ke luar karena hanya ada dua putranya yang sedang menyapa para tamu.


saat mereka kembali, semua tamu bertanya tentang keadaan Rinjani, tapi nyai Laila tersenyum dan mengatakan semua baik-baik saja.


setelah satu mangkok bubur habis, Ndaru memberikan minum pada Rinjani, "kamu kelaparan?"


"sepertinya iya kang mas," jawab Rinjani malu karena dia makan bubur satu mangkok berukuran sedang habis tak bersisa.


"kalau begitu sekarang tidurlah, jangan memikirkan hal lain, dan aku harus keluar karena tak enak dengan para tamu,"


"iya kang mas, dan tolong katakan pada semua tamu, jika aku minta maaf atas semuanya,"


"tentu," jawab Ndaru.


dia juga heran dengan dirinya saat ini, dia awalnya ingin membuat gadis itu sengsara setelah menikah.


tapi melihat tadi istrinya itu pingsan, reflek dia langsung panik, sepertinya dia tak ingin kehilangan wanita ini tanpa sadar.


Ndaru menerima semua ucapan selamat, hingga seorang wanita datang bersama suaminya.


mereka terlihat bahagia, dan pria itu terus menggenggam tangan istrinya erat.


melihat wanita itu datang, Dika langsung menghilang, "sialan kenapa aku harus menghadapi wanita ini dan pria tak tau malu ini," gumam Ndaru.


"selamat atas pernikahannya, loh mana pengantin wanitanya?" tanya wanita bernama Jasmine yang seorang wanita blasteran Belanda Jawa.


"sayang mungkin dia lelah, dan lihatlah sekarang teman kita ini sudah sembuh dan sudah bisa jalan lagi," kata Purnomo.


"berkat kemauan keras, dan sekarang pasti ada mantan yang tengah menyesal di luaran sana," kata Ndaru tersenyum menimpali perkataan teman lamanya itu.


"tentu saja tidak ada, bagaimana bisa ada seseorang yang begitu percaya diri, dan aku dengar jika istrimu itu dari kalangan bawah, wah sepertinya selera mu turun ya Ndaru," ejek Jasmine yang merasa tak terima saat ini

__ADS_1


"wah... ada apa ini, terlihat bau-bau kecemburuan karena melihat Ndaru bahagia, sayangku perkenalkan mereka teman lama kami, Purnomo Widianto dan istrinya Jasmine Widianto, mereka ini para penghianat,"


"halo nona, siapa anda kenapa pria benci Wanita ini bisa memanggil anda dengan panggilan sayang?" tanya Purnomo penasaran.


"seperti yang anda dengar, saya adalah calon istri dari pria tampan ini, benarkan kang mas?" tanya Ariana dengan begitu manja dan tatapan penuh cinta.


melihat Ariana yang seperti itu, tiba-tiba jantung Angga Berdetak tak karuan, karena aroma tubuh dari gadis cantik di pelukannya.


"ya kami akan segera menikah, jadi nanti kalian harus datang ya," kata Angga.


"calon istrimu cantik, tapi mungkin lebih cantik dari istri Ndaru, karena tak mungkin wanita normal mau dengan pria aneh dan cacat sepertinya," kata Jasmine yang terus menyudutkan mantannya itu.


"maaf menyela, bisa tarik kata-kata anda nona, karena ucapan anda telah melukai wibawa suamiku dan aku tak terima akan hal itu," kata Rinjani yang datang bersama Hasna dan Dika.


wanita itu terlihat begitu segar dan cantik sekarang, "siapa anda berani menghina putra pertama keluarga Kusumo, anda tentu tau hukuman karena berani menghina keluarga ini, dan saya sebagai istrinya tak terima anda menghinanya seperti itu," kata Rinjani yang kini berdiri di depan Jasmine dengan begitu tegas.


Jasmine tak mengira jika istri dari Ndaru adalah gadis yang sangat cantik dan juga terlihat begitu berwibawa.


dia pun menggertakkan giginya karena marah. Rinjani hanya tersenyum simpul dan berbalik dan melihat Ndaru.


"maaf kan aku kang mas... karena aku izin beristirahat sebentar, hingga kang mas menerima hinaan dari tamu, seharusnya aku harus di samping mu selama pesta apapun yang terjadi," kata Rinjani menyandarkan kepalanya dengan manja di dada Ndaru.


"kamu bilang apa istriku, kamu sedang sedikit tak enak badan, jadi aku membiarkan mu untuk istirahat, karena aku tak mau kamu kecapekan dan pingsan, karena aku sakit melihat mu sakit," kata Ndaru dengan sangat lembut.


"terima kasih kang mas..." kata Rinjani yang mencium Ndaru di depan semua orang.


semua tamu merasa jika pasangan pengantin ini sangat saling mencintai, bahkan Jasmine tak mengira Ndaru yang datar dan dingin melebihi tembok dan gunung es.


bisa begitu manis dengan istrinya itu pun di tempat umum, "kalian baru datang bukan, adek Dika dan adek Hasna, tolong antarkan tamu ini ke bagian prasmanan dan pastikan mereka di layani dengan baik ya,"


"inggeh mbak Jani," jawab Dika dan Hasna.


saat mereka pergi, tubuh Rinjani sudah hampir tumbang, Ndaru tang merasa tubuh istrinya melemah langsung memeluk Rinjani.

__ADS_1


"aku menyuruh mu istirahat,kenapa malah datang dan memaksakan diri, sudah ku bilang tubuh mu itu milikku," kesal Ndaru.


"aduh maaf mas, kalau boleh bantu aku duduk dulu," kata Rinjani memohon.


__ADS_2