Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
pewaris keluarga


__ADS_3

Ndaru dan Rinjani sudah di rumah tinggal milik mereka, tapi pria itu masih tak percaya jika mbok tum menolak merawat Anjani.


"mbok,bukankah tugas mbok merawat siapapun wanita yang akan memberikan pewaris keluarga ini, dan Anjani sedang hamil sekarang, kenapa malah memilih menemani Rinjani, apa jangan-jangan..."


"iya Ndoro muda, Ndoro sepuh pernah bilang, jika ketiga menantunya hamil bersama, maka saya harus merawat menantu tertua keluarga Kusumo yang hamil, dan mbok seh akan merawat menantu yang kedua, jadi itulah kenapa saya memilih Nyai Rinjani," jawab mbok tum.


Ndaru melihat istrinya itu, "Nyai muda sedang hamil lima minggu dan kondisi janin sangat sehat Ndoro, dan jika mengikuti gen keluarga bisa-bisa melahirkan kembar," kata mbok tum menjelaskan.


"mau kembar atau tidak, aku akan sangat bahagia karena bayi kami tumbuh di perut istriku, dan terima kasih sudah memberikan kebahagiaan ini," kata Ndaru memeluk Rinjani.


nyatanya Angga juga baru tau jika istrinya juga hamil dan kandungannya sama dengan istri kakaknya.


sekarang Anjani merasa malu, pasalnya dia terlalu senang tapi nyatanya kedua kakak iparnya juga sedang hamil.


malam ini Ndoro Shaka meminta semuanya makan bersama, terlihat ketiga pria itu sedang sangat bahagia.


"ada apa Rinjani? apa kamu tak suka makanannya?" tanya Ndoro Shaka.


"tidak Romo, makanannya baik-baik saja," jawab Rinjani tersenyum.


mbok tum yang peka langsung mengambilkan asam Jawa dan memberikannya pada wanita itu.


Rinjani yang baru selesai makan, langsung menikmati asam Jawa itu dengan senang hati.


Nyai Laila seakan melihat dirinya saat hamil Ndaru dan Angga. "mbak Rinjani apa seenak itu?" tanya Ariana yang ikut kepingin.


"cobalah," kata Rinjani memberikan buah asam itu.


tapi Ariana tak suka rasa asam itu, dia suka rasa manis dari buah, "aku makan buah saja deh,"


"wah sepertinya anak kalian perempuan ya?" kata Ndoro Shaka tersenyum.


"apa itu masalah Romo?" tanya Ariana takut.


"tentu saja tidak, karena Romo tak akan membedakan semua cucu karena jenis kelamin tapi mungkin dia akan jadi spesial karena akan jadi cucu pertama wanita di keluarga ini, terlebih ketiga anak ku adalah laki-laki," jawab Ndoro Shaka.


Ariana pun merasa senang, dia dan Angga juga tak meributkan tentang jenis kelamin dari anak mereka.

__ADS_1


sedang Anjani yang memang tak merasakan apapun, merasa santai.


terlebih dia tadi sudah menerima ceramah dari Ndoro Shaka,dan baru tau jika kehadirannya juga tidak sepenuhnya di setujui.


tapi bagaimana pun dia akan jadi menantu yang akan melahirkan pertama kali.


"Anjani apa kamu ingin makan sesuatu? kenapa bengong begitu?" tanya Ndoro Shaka.


"tidak ada Romo, saya hanya sedang teringat sesuatu, maaf..." jawab wanita itu.


Nyai Laila merasa jika suaminya itu benar-benar bisa menerima semua keputusan yang di pilih putra-putranya itu.


setelah makan malam, Rinjani memilih membaca buku sambil mendengarkan musik klasik di dalam rumah.


sedang Ariana sedang sangat menyukai acara memasak, sedang Anjani terlihat sedang duduk di luar dengan santai bersama Nyai Laila.


"kamu seharusnya masuk kedalam rumah, angin malam tak baik untuk ibu hamil," tegur Nyai Laila.


"tidak ibu, saya ingin menemani ibu yang sedang membatik, memang ini batik apa kok sepertinya begitu indah?"


"ini adalah kain batik khusus yang ibu buat untuk calon cucu-cucu ku, tapi setelah selesai nanti akan di berikan sesuai urutan lahir, dan tepar di tengah kain akan aku tulis namanya dalam huruf Sansekerta," jawab Nyai Laila.


"sudah kamu lebih baik tidur istirahat,ingat ibu hamil harus istirahat yang cukup," kata Nyai Laila.


"baik ibu,saya akan istirahat, permisi," kata wanita itu pergi menuju ke rumah tinggalnya.


dia tersenyum saat berjalan menjauh, "aku akan pastikan, jika anak ku akan jadi cucu pertama yang mendapatkan posisi sebagai cucu pertama keluarga Kusumo," batin Anjani yang pergi.


dia pun memilih tidur dengan tenang, karena dia mungkin akan melakukan segala cara untuk membuat impiannya untuk jadi kenyataan.


seorang mbok mban membawakan susu kunyit untuk Rinjani, tapi mbok tum menghentikan wanita itu.


"tunggu siapa yang menyuruh mu?" tanya mbok tum.


"ini permintaan Nyai Laila untuk semua menantunya," kata wanita itu yang nampak begitu gagap.


"kamu tau, Nyai Rinjani tidak boleh makan dan minum dari siapapun itu, kecuali kami mbok mban yang sudah di tunjuk oleh Ndoro sepuh, meski itu suruhan Nyai sepuh," kata mbok tum menyentuhkan jarum perak ke susu itu.

__ADS_1


benar saja jarum itu berubah warna, dan mbok Yem langsung membuat wanita itu pingsan.


"Seto, bawa wanita ini pergi," perintah mbok tum.


"baik mbok," jawab pria itu.


di tempat Ariana juga ada wanita yang datang ke rumah membawa air jahe.


dan saat mbok seh mencelupkan jarum perak lagi-lagi jarum itu berubah warna, dan wanita penjaga Ariana itu menonjok mbok mban yang ingin meracuni Nyai muda yang di jaganya.


"Slamet bawa wanita ini pergi, biar Ndoro muda yang menghukumnya,"


"baik mbok seh," jawab pria itu.


tak butuh waktu lama, pria itu sudah membawa wanita itu pergi, sedang mbok yam yang menjaga Anjani tak menerima.


tapi wanita itu hanya membuangnya tanpa mau repot, tapi yang aneh tanaman yang baru di siramkan minuman itu langsung layu.


dia pun membenturkan kepala wanita itu ke tembok, "Munir bawa wanita ini pergi, dia ingin meracuni Nyai muda,"


"baik mbok,"


dalam satu malam,sudah ada tiga orang pembunuh yang di kirim untuk menyingkirkan para menantu keluarga Kusumo yang sedang hamil.


Ndoro Shaka dan tiga anaknya melihat ketiga pembunuh itu yang di suruh.


"wah pengecut Mana yang mengirimkan wanita seperti ini untuk menyingkirkan keluarga Kusumo, apa dia tak tau jika keluarga ini terkenal tanpa ampun," kata Ndoro Shaka.


"siapa yang menyuruh kalian?" tanya Ndaru dingin.


"kami tak akan bicara, karena kami tak akan membuka mulut jadi lebih baik bunuh kami," tantang wanita itu


mendengar itu, Ndaru tersenyum dan langsung mengambil sesuatu, dia mengambil sebuah besi yang di panaskan.


tanpa bicara dia mencap besok panas itu je tubuh wanita itu tanpa segan.


wanita itu langsung berteriak kesakitan, begitupun dengan dua yang lain kini juga dapat siksaan dari Angga dan Dika

__ADS_1


"Setyoningrat, asisten keluarga itu yang menyuruh kami, karena keluarga itu ingin merebut padepokan dari keluarga Kusumo, dengan menghabisi ketiga menantunya," jawab salah satu wanita yang tak sanggup menahan sakit.


__ADS_2