Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
bonus chapter


__ADS_3

ketiga bocah itu sudah sampai di sekolah, dan karena mereka hampir seumuran.


jadi mereka masuk ke kelas yang sama, meski Devka dan Dipta lebih tua setahun, tapi mereka satu kelas dengan Rayyana.


ketiganya duduk di baris yang berpencar, Rayyana punya satu sahabat namanya Dona.


dia adalah anak dari petinggi padepokan juga, meski masih bawahan Ndaru.


tapi tak masalah, toh itu masih dengan standar status yang sama.


sedang Devka dan Dipta memiliki pertemanan yang lebih bebas, kedua bocah itu bahkan bisa berteman dengan siapapun.


jam pelajaran pertama dan kedua cukup berjalan dengan lancar, "mas Devka mau ke kantin boleh titip gak?" tanya Rayyana


"manja, punya kaki belanja sendiri," saut Devka dingin.


"oh jahatnya, aku gak mau berdesakan, belum lagi Dona bawa bekal ih," protes gadis cantik itu.


"bodo amat, emang aku pikirin," kata Devka yang berlaku dengan teman-temannya.


sedang Dipta sudah hilang entah kemana, "kita bagi bekal saja yuk, besok kamu baru mulai bawa bekal deh,"

__ADS_1


"oke, terima kasih ya," kata Rayyana.


sedang di kantin Devka membelikan mie goreng kesukaan adiknya itu dan juga jus jeruk.


tak hanya itu dia juga membelikan cemilan, "Dev mau kemana?"


"sebentar mau berikan ini ke gadis kecil itu, atau dia akan membuat masalah nanti," jawab Devka berlalu pergi.


sesampainya di jelas Devka masuk dan menaruh semua makanan di meja Rayyana.


"makan, jangan seperti orang susah," kesal Devka yang kemudian berlalu pergi.


Rayyana tak mengira jika Devka begitu baik, dia sampai di kantin dan mulai mengambil roti dan jus jeruk juga.


"tak masalah, aku sudah kenyang, dan lagi tadi aku bawa makanan kesukaan ku," jawab bocah itu tersenyum.


bel masuk jelas berbunyi, Rayyana menaruh uang sakunya di buku Devka.


saat bocah itu membuka bukunya dia melihat uang itu dan Rayyana melambaikan tangan sambil tersenyum.


dia langsung berdiri dan mengembalikan uang itu, "simpanlah buat beli buku, aku punya uang tak perlu uang mu," ketus bocah itu.

__ADS_1


"eh Devka dia itu baik tau, kamu kok jahat banget sih," teriak Dina.


"tutup mulutmu dan fokus belajar, jangan terus mengoceh karena nilai mu itu jeblok," kata Devka yang membuat Dina sedih.


"mas kok jahat banget sih," kata Rayyana tak habis pikir.


"memang aku salah?"


Rayyana tak bisa bicara karena pria itu membuatnya tak berkutik, ya Devka lebih kejam dalam bicara.


tapi sedang Dipta itu pelit dan tapi lebih humoris, tapi Rayyana lebih suka menganggu Devka.


karena kakaknya itu tak akan berkomentar banyak, sedang Dipta bisa panjang urusan kalau Rayyana membuat masalah dengannya.


sedang di rumah sakit, Ndaru mendapatkan hasil baik, dan mereka juga memastikan jika semuanya aman.


"mas yakin mau melakukannya, tujuh tahun ini sudah aman, tapi kenapa baru sekarang," mohon Rinjani yang tak ingin kesehatan suaminya terganggu karena fasektomi.


"tapi itu penting dek, setidaknya kita akan lebih tenang," kata Ndaru meyakinkan istrinya.


"cukup dengan KB mas, aku selalu memasang alarm memastikan jika aku tak lupa, buktinya aku berhasil, dan aku tak akan hamil, jadi jangan ya, karena aku takut kamu kesakitan nantinya," mohon Rinjani membujuk suaminya.

__ADS_1


Ndaru benar-benar tak bisa kehilangan Rinjani, kelahiran Rayyana bahkan hampir membuat Ndaru membunuh anaknya sendiri karena membuat Rinjani hampir kehilangan nyawa.


bahkan butuh enam bulan untuk Ndaru bisa menerima putrinya itu.


__ADS_2